Ilmuwan andalkan drone untuk persiapan bermukim di Mars

Tim yang dipimpin oleh ilmuwan SETI Institute Pascal Lee memanfaatkan drone yang dilengkapi Lidar untuk membuat peta interior 3D gua es di Islandia.

Ilmuwan andalkan drone untuk persiapan bermukim di Mars Source: Pexels

Nantinya para astronot yang mempelajari Mars dapat mencari tempat berlindung dari suhu ekstrem, radiasi, dan asteroid di bawah tanah atau gua. Gua-gua di planet merah tersebut kemungkinan mengandung air. Namun, sebelum berlindung, mereka harus memetakan bagian dalam gua.

Dilansir dari Digital Trends (21/3), para peneliti dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) dan Astrobic Technology telah menunjukkan satu cara bahwa para astronot dapat memetakan rumah jika ke Mars.


BACA JUGA

Perusahaan startup kembangkan tangan bionik untuk drone

Drone penyemprot lumpur, berguna untuk bangun rumah darurat

Peneliti berhasil kembangkan drone balap otonom terkecil di dunia


Tim yang dipimpin oleh ilmuwan SETI Institute Pascal Lee memanfaatkan drone yang dilengkapi Lidar untuk membuat peta interior 3D gua es di Islandia. Selain berhasil memetakan gua yang sulit diakses, tim juga mengumpulkan wawasan baru tentang sejarah geologisnya. Namun, mereka berpendapat bahwa pencapaiannya yang paling signifikan adalah menunjukkan cara untuk menjelajahi dunia lain.

“Uji lapangan kami memberikan demonstrasi pertama dari konsep baru yang menjanjikan. Untuk menjelajahi banyak gua yang ada di bulan dan Mars, beberapa di antaranya mungkin berpotensi memiliki es. Di bulan dan di ketinggian di Mars, tentu saja atmosfernya terlalu tipis untuk menerbangkan drone dengan baling-baling. Sebagai gantinya, kami akan menggunakan drone bertekanan, pesawat ruang angkasa kecil yang melayang dengan pendorong gas dingin atau mesin roket mini lainnya,” kata Lee.

Drone yang digunakan oleh Lee dan timnya dikembangkan oleh Astrobotic, sebuah perusahaan ruang angkasa swasta yang mengembangkan teknologi pemetaan Lidar berbasis drone yang menggunakan pencitraan terlihat maupun Lidar (sinar laser berkedip) untuk terbang secara mandiri tanpa bergantung pada GPS.

“Drone benar-benar membangun model di mana ia berada dengan lingkungan secara real-time, dan menerapkan apa yang telah dipelajari untuk mengeksplorasi lebih jauh,” kata Lee.

Meski uji lapangan berhasil, ada lebih banyak pekerjaan di depan untuk mempersiapkan misi pesawat ruang angkasa. Sementara itu, tim SETI dan Astrobotic terus menyempurnakan teknologinya di Bumi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: