Dari Dapur ke Dua Cabang, UMKM Perempuan Manfaatkan AI Grab untuk Dongkrak Bisnis Kuliner
UMKM perempuan manfaatkan AI Grab untuk kembangkan bisnis dari rumah hingga punya cabang, penjualan meningkat signifikan.
Pelaku usaha UMKM kuliner gunakan AI Grab untuk dongkrak bisnis. dok. Grab
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai memberi dampak nyata bagi pelaku UMKM, khususnya perempuan.
Tak hanya membuka akses pasar yang lebih luas, teknologi juga membantu pengambilan keputusan bisnis yang lebih terukur, bahkan bagi usaha yang berawal dari dapur rumahan.
Melalui ekosistem digital Grab Indonesia, sejumlah pelaku UMKM kini mampu mengembangkan usaha secara signifikan. Salah satunya Efa Fauziah, pemilik Mie Aceh 769 Pijay, yang berhasil meningkatkan penjualan hingga lebih dari sepuluh kali lipat sejak memanfaatkan platform digital.
Perjalanan Efa tidak mudah. Setelah terdampak gempa di Aceh, ia bersama keluarga merantau dan memulai usaha dari nol.
- Grab Cairkan Bonus Hari Raya untuk 400 Ribu Mitra Pengemudi, Anggaran Tembus Rp110 Miliar
- Studi : 80 Persen Mitra Pengemudi Jadikan Grab Penghasilan Sampingan
- 5 Startup Lulus Grab Ventures Velocity Batch 8, Solusi Hijau Siap Diterapkan di Ekosistem Grab
- Menteri UMKM : Grab, Ojol, dan UMKM Harus Dijaga sebagai Satu Ekosistem
Dari hanya menjual 10–15 porsi per hari, kini usahanya mampu mencapai sekitar 150 porsi per hari, dengan sekitar 80 persen penjualan berasal dari pesanan online.
Menurut Efa, teknologi berbasis AI membantu memahami pola bisnis secara lebih jelas.
“Dengan GrabMerchant AI Assistant rasanya seperti punya teman diskusi dalam menjalankan bisnis. Saya bisa tahu menu mana yang perlu dipromosikan dan kapan waktu terbaik menjalankan promo,” ujarnya.
Tak hanya Efa, kisah serupa juga datang dari Rohani Sembiring atau Mbak Any, pemilik Risoles Mbak Any. Usaha yang awalnya hanya berbasis pre-order kecil kini berkembang hingga memiliki dua cabang dan mempekerjakan karyawan.
Dalam momen tertentu seperti Ramadan, pesanan bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat. Saat ini, sekitar 90 persen penjualan usahanya berasal dari platform digital.
“Sekarang saya seperti punya teman untuk berdiskusi soal bisnis. Kalau penjualan menurun, saya bisa cari strategi yang tepat,” kata Mbak Any.
Keduanya memanfaatkan fitur GrabMerchant AI Assistant, yang memungkinkan pelaku usaha membaca tren penjualan, memahami preferensi pelanggan, hingga mendapatkan rekomendasi strategi promosi berbasis data.
Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia Melinda Savitri mengatakan teknologi menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
“Dengan teknologi seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat mengolah data menjadi strategi nyata untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat,” ujarnya.
Saat ini, lebih dari 400.000 merchant di Indonesia telah memanfaatkan fitur tersebut untuk mendukung operasional harian mereka.









