GrabX 2026 Perkenalkan 13 Fitur AI Baru Untuk Jadi Asisten Cerdas Sehari-hari
GrabX 2026 luncurkan 13 fitur AI baru, ubah Grab jadi asisten cerdas untuk mobilitas, konsumsi, dan bisnis di Asia Tenggara.
Ajang GrabX 2026. dok. Grab
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam ajang GrabX 2026 di Jakarta.
Inovasi ini menjadi langkah strategis Grab dalam mentransformasi aplikasinya dari sekadar layanan transportasi dan pesan-antar menjadi “panduan cerdas sehari-hari” bagi jutaan pengguna di Asia Tenggara.
Peluncuran ini menegaskan arah baru Grab dalam memanfaatkan AI untuk menyederhanakan aktivitas harian, meningkatkan mobilitas, hingga mendorong produktivitas usaha para mitranya.
Seluruh fitur didukung oleh Grab Intelligence Layer, sistem berbasis AI yang memanfaatkan data dari lebih dari 20 miliar perjalanan dan transaksi dalam ekosistem Grab.
- Dari Dapur ke Dua Cabang, UMKM Perempuan Manfaatkan AI Grab untuk Dongkrak Bisnis Kuliner
- Grab Cairkan Bonus Hari Raya untuk 400 Ribu Mitra Pengemudi, Anggaran Tembus Rp110 Miliar
- Studi : 80 Persen Mitra Pengemudi Jadikan Grab Penghasilan Sampingan
- 5 Startup Lulus Grab Ventures Velocity Batch 8, Solusi Hijau Siap Diterapkan di Ekosistem Grab
Chief Product Officer Grab Philipp Kandal mengatakan AI harus memberikan manfaat nyata bagi pengguna.
“AI seharusnya bekerja paling keras bagi mereka yang paling membutuhkannya. Kami ingin Grab menjadi pendamping cerdas yang membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan harian, sehingga pengguna bisa lebih fokus menjalani aktivitas,” ujarnya.
Sebanyak 13 fitur yang diperkenalkan terbagi dalam tiga fokus utama, yakni kehidupan sehari-hari (local life), perjalanan (travel), dan pemberdayaan usaha (business empowerment).
Untuk kebutuhan harian, Grab menghadirkan fitur seperti Group Ride yang memungkinkan hingga empat orang berbagi perjalanan dengan pembagian biaya otomatis, serta Grab AI Assistant yang mampu membantu pengguna merencanakan aktivitas, mulai dari memilih restoran hingga menyusun daftar belanja secara instan.
Selain itu, fitur GrabMaps kini dikembangkan lebih canggih dengan informasi real-time, termasuk navigasi dalam ruangan, ketersediaan parkir, hingga lokasi pengisian kendaraan listrik.
Bahkan, pengguna dapat menyesuaikan suara navigasi agar pengalaman perjalanan lebih personal.
Di sektor perjalanan, Grab memperluas layanan dengan fitur personalisasi perjalanan yang mengintegrasikan pengingat penerbangan, dokumen perjalanan, hingga navigasi di bandara.
Fitur Discover juga memungkinkan pengguna menemukan rekomendasi kuliner berbasis preferensi, sementara GrabPay for Travel mempermudah pembayaran lintas negara hanya dengan memindai QR.
Tak hanya bagi konsumen, Grab juga memperkuat ekosistem bisnis melalui teknologi AI. Mitra merchant kini dapat memanfaatkan Virtual Store Manager yang menggunakan computer vision untuk memantau operasional toko secara real-time, sementara Cloud Printer membantu otomatisasi alur pesanan.
Bagi pengemudi, fitur Driver AI Assistant hadir sebagai pendamping digital yang memberikan panduan berkendara hingga rekomendasi operasional secara real-time untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan.
Kandal menambahkan, seluruh inovasi ini dirancang agar teknologi terasa lebih manusiawi dan tidak kompleks bagi pengguna.
“Pengalaman yang kami bangun bukan lagi terasa seperti teknologi, melainkan seperti memiliki seseorang yang selalu siap membantu,” katanya.
Melalui GrabX 2026, Grab juga memperluas program Early Access yang telah menjangkau lebih dari 200.000 pengguna.
Program ini memungkinkan pengguna mencoba fitur baru lebih awal sekaligus memberikan masukan yang berkontribusi pada pengembangan ribuan fitur di dalam aplikasi.









