×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Studi : 80 Persen Mitra Pengemudi Jadikan Grab Penghasilan Sampingan

Oleh: Tek ID - Minggu, 01 Maret 2026 08:20

Grab ungkap mayoritas mitra jadikan ojol penghasilan sampingan dan bagikan 105 paket umrah gratis di Ramadan 2026.

80 Persen Mitra Pengemudi Jadikan Grab Penghasilan Sampingan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi memaparkan data ekosistem Grab Indonesia. dok. Grab

Ekosistem layanan on-demand semakin menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Grab Indonesia memaparkan data terbaru yang menunjukkan bahwa fleksibilitas tetap menjadi fondasi utama model gig economy, dengan mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai sumber penghasilan sampingan.

Sejak hadir pada 2014, Grab telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten. Studi ITB (2023) mencatat industri ride-hailing dan pengantaran online berkontribusi Rp382,62 triliun atau sekitar 2% terhadap PDB Indonesia pada 2022. 

Sementara itu, riset Oxford Economics (2024) menyebut Grab berkontribusi sekitar 50% di industri transportasi dan pengantaran online.

Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total mitra pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, mitra yang aktif menyelesaikan minimal satu order per bulan berkisar 700–800 ribu atau sekitar 19–22% dari total terdaftar. Angka ini fluktuatif dan mencerminkan karakter alami gig economy: partisipasi bersifat fleksibel dan mengikuti kebutuhan individu.

Mayoritas mitra memang memanfaatkan Grab sebagai penghasilan tambahan. Lebih dari 80% Mitra Pengemudi Roda 2 dan sekitar 67% Mitra Pengemudi Roda 4 menjadikan platform ini sebagai sumber pendapatan sampingan. 

Pola ini menunjukkan ekosistem on-demand berfungsi sebagai ruang partisipasi adaptif, bukan pekerjaan dengan jam kerja tetap.

Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 4, sekitar 10–11% menjadikan Grab sebagai nafkah utama dengan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dan rata-rata 11 order per hari. Sekitar 21–22% lainnya memperoleh Rp4–10 juta per bulan dengan rata-rata 7 order per hari. Sementara 33–34% memperoleh Rp1–4 juta sebagai tambahan, dan 34–35% lainnya berpenghasilan hingga Rp1 juta secara situasional.

Untuk Mitra Pengemudi Roda 2, sekitar 1–2% menjadikan ojol sebagai nafkah utama dengan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dan lebih dari 28 order per hari. Sekitar 14–15% berpenghasilan Rp4–10 juta per bulan. Selebihnya, 41–42% memperoleh Rp1–4 juta dan 42–43% lainnya hingga Rp1 juta secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan fleksibilitas adalah inti dari model bisnis Grab.

“Komposisi Mitra Pengemudi Roda 2 dan Roda 4 menunjukkan bahwa fleksibilitas adalah fondasi utama model on-demand. Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara hanya sebagian kecil yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama. Tingkat produktivitas ini pun dinamis dan dapat berbeda setiap bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan dan dukungan Grab disusun berdasarkan tingkat partisipasi mitra.

“Dalam sistem yang fleksibel, pendekatan yang adil adalah pendekatan yang proporsional. Mitra yang narik dan konsisten tentu membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dibanding mitra yang hanya narik sesekali. Kebijakan berbasis kinerja bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya memastikan sistem yang adil,” kata Neneng.

Sebagai bentuk apresiasi, khususnya di bulan Ramadan 2026, Grab menghadirkan program “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis” bagi 105 Mitra Pengemudi berprestasi. Program ini menjadi bagian dari komitmen “Grab untuk Indonesia”, khususnya pada pilar Memberi Makna.

Sebanyak lima mitra telah menerima paket umrah gratis, termasuk Bapak Syamsudin yang tetap bekerja sejak 2017 meski memiliki keterbatasan fisik.

“Saya jujur kaget dan tidak pernah menyangka perjalanan saya bersama Grab bisa sampai di titik ini. Bagi saya, ini bukan hanya tentang umrah, tetapi tentang merasa dihargai atas setiap usaha dan konsistensi yang saya jalani selama ini,” ujar Syamsudin.

Ke depan, Grab menyatakan akan terus menjaga keseimbangan antara fleksibilitas, dukungan proporsional, dan pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif. 

Ekosistem on-demand dinilai bukan hanya soal teknologi, tetapi juga ruang kesempatan bagi jutaan masyarakat untuk tetap produktif sesuai kebutuhan hidup mereka.

×
back to top