Dukung Ekonomi Kreatif Indonesia, TekLab Distribusikan Printer 3D Bambu Lab
TekLab resmi menjadi distributor Bambu Lab di Indonesia, menghadirkan printer 3D inovatif yang mudah diakses oleh pelajar, kreator, hingga UMKM.
Printer 3D Bambu Lab.
Perkembangan teknologi manufaktur digital di Indonesia semakin menunjukkan momentum baru. PT Tek Lab Indonesia (TekLab) mengumumkan langkah strategisnya sebagai distributor resmi Bambu Lab di Indonesia, membuka akses lebih luas bagi masyarakat terhadap teknologi printer 3D yang semakin relevan bagi dunia pendidikan, kreator, hingga pelaku usaha kecil.
Kehadiran TekLab sebagai distributor resmi tidak hanya menghadirkan perangkat teknologi, tetapi juga menjadi pintu bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan teknologi cetak tiga dimensi yang lebih mudah diakses dan digunakan dalam berbagai kebutuhan kreatif maupun produktif.
Bambu Lab sendiri dikenal secara global sebagai salah satu inovator di bidang printer 3D yang berhasil menjembatani dunia digital dan fisik melalui teknologi manufaktur yang lebih cepat dan presisi.
Saat ini, Bambu Lab juga termasuk salah satu merek printer 3D terlaris di dunia, dengan komunitas pengguna yang terus berkembang secara internasional.
- ADAS di Mobil Modern: Teknologi Cerdas yang Membantu Pengemudi Mencegah Kecelakaan
- Dukungan AI dan Cloud Alibaba Bikin Olimpiade Milano Cortino Makin Cerdas dan Imersif
- EGGM Gabungkan Teknologi Digital Dengan Aksi Nyata Ekonomi Hijau Dan Ekonomi Sirkular
- NTT DATA Ungkap 6 Tren Teknologi yang Akan Membentuk Arah Inovasi Global di 2026
Melalui kemitraan ini, TekLab ingin menegaskan printer 3D bukan lagi perangkat eksklusif yang hanya digunakan oleh industri manufaktur besar.
Teknologi ini dinilai semakin relevan sebagai alat pendukung kreativitas bagi berbagai kalangan, mulai dari dunia pendidikan, pengembangan produk, hingga penggunaan personal di rumah.
Country Head PT Tek Lab Indonesia Jeffry Rianto mengatakan kehadiran Bambu Lab di Indonesia merupakan bagian dari upaya membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara lebih luas.
“Di TekLab, kami bukan hanya mendistribusikan teknologi, tetapi menghadirkan solusi yang membuka peluang baru. Melalui Bambu Lab, kami ingin mengubah pandangan masyarakat tentang mesin 3D printer, bahwa teknologi ini mudah digunakan, penuh manfaat, dan dapat dinikmati oleh siapa saja, dari pelajar hingga profesional,” ujar Jeffry di Jakarta, Kamis (5/3).
Dalam tahap awal distribusi di Indonesia, TekLab menghadirkan dua lini utama printer 3D Bambu Lab, yaitu A1 Series dan P Series.
Kedua lini tersebut dirancang dengan filosofi mudah, cepat, presisi, dan tahan lama (Easy, Fast, Precision, dan Long Lasting), untuk memberikan pengalaman pencetakan 3D yang lebih praktis dan efisien bagi pengguna.
Kedua seri ini juga dikenal sebagai printer 3D yang relatif terjangkau di kelasnya, dengan sistem penggunaan yang sederhana serta kemampuan terhubung langsung dengan smartphone melalui fitur 1-click printing, sehingga proses pencetakan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan praktis.
Seri A1 Series dirancang sebagai pilihan yang ideal bagi pengguna pemula, termasuk pelajar, keluarga, maupun pengguna rumahan yang ingin mengeksplorasi teknologi cetak 3D.
Printer ini memungkinkan pengguna membuat berbagai proyek kreatif seperti model pembelajaran, miniatur, hingga eksplorasi desain sederhana dengan proses yang mudah berkat sistem plug and play, full-auto calibration, serta dukungan pencetakan multiwarna yang intuitif.
Sementara itu, P1S (P Series) menawarkan performa yang lebih tinggi dan ditujukan bagi kalangan kreator, hobiis, maupun pelaku usaha kecil yang membutuhkan kecepatan dan stabilitas ekstra dalam proses produksi.
Printer ini dinilai memiliki potensi besar digunakan untuk kebutuhan bisnis kreatif seperti produksi suvenir kustom, merchandise, prototipe produk, hingga berbagai kebutuhan desain kreatif lainnya.
TekLab juga memastikan setiap unit Bambu Lab yang dipasarkan di Indonesia dilengkapi dengan jaminan keaslian produk serta dukungan layanan purna jual yang memadai.
Saat ini, konsumen sudah dapat menemukan produk Bambu Lab melalui berbagai kanal e-commerce resmi TekLab serta jaringan ritel teknologi Urban Republic.
Jeffry menambahkan potensi ekosistem kreatif di Indonesia sangat besar, terutama di kalangan generasi muda dan pelaku usaha kecil yang semakin aktif memanfaatkan teknologi dalam proses inovasi produk.
“Kami melihat potensi kreatif yang luar biasa di Indonesia. Dengan Bambu Lab, kami ingin memastikan setiap kreator, dari pelajar hingga pengusaha kecil, memiliki akses ke teknologi yang andal dan mudah sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi talenta kreatif Indonesia,” tutup Jeffry.









