×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

CIIC 2026 Siapkan Hadiah Total Rp15 Miliar Dorong Inovasi Teknologi Iklim Indonesia

Oleh: Tek ID - Rabu, 08 April 2026 19:55

CIIC 2026 hadir dengan hadiah Rp15 miliar untuk dorong inovasi teknologi iklim dan solusi berkelanjutan di Indonesia dan Asia.

CIIC 2026 Siapkan Hadiah Rp15 Miliar Dorong Teknologi Iklim Climate Impact Innovations Challenge 2026 resmi digelar. dok. East Ventures

Kompetisi inovasi teknologi iklim terbesar di Indonesia, Climate Impact Innovations Challenge (CIIC), kembali digelar pada 2026 dengan skala yang lebih besar. 

Tahun ini, total hadiah meningkat menjadi Rp15 miliar, sekaligus memperkuat komitmen dalam mendorong solusi berbasis teknologi untuk menghadapi krisis iklim.

Program ini digagas oleh East Ventures bersama Temasek Foundation, serta didukung mitra baru Tencent. 

Partner East Ventures Avina Sugiarto mengatakan teknologi dan kewirausahaan menjadi faktor kunci dalam menjawab tantangan perubahan iklim.

“Kami percaya teknologi dan kewirausahaan adalah penggerak utama solusi iklim. CIIC menjadi platform untuk mengubah ide inovatif menjadi solusi nyata yang berdampak,” ujarnya.

Selain peningkatan hadiah, CIIC 2026 juga menghadirkan insentif baru berupa kredit karbon pra-pembelian senilai 1 juta dolar AS atau Rp17 miliar bagi finalis terpilih. 

Dukungan ini ditujukan untuk mempercepat implementasi solusi yang mampu mengurangi dampak perubahan iklim secara konkret.

Head of Climate & Liveability Temasek Foundation Heng Li Lang mengatakan CIIC telah berkembang menjadi platform katalitik dalam inovasi keberlanjutan di kawasan.

“Dengan dukungan yang lebih besar tahun ini, kami ingin mempercepat lahirnya inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi manusia dan lingkungan,” katanya.

Senada, Vice President of Sustainable Social Value Tencent Xu Hao menegaskan komitmen perusahaan dalam memanfaatkan teknologi sebagai kekuatan untuk mendorong perubahan positif.

“Kami ingin membantu membangun ekosistem inovasi iklim yang lebih tangguh dan memberdayakan generasi inovator berikutnya,” ujarnya.

Pada edisi tahun ini, CIIC berfokus pada tiga sektor utama, yakni transisi energi, solusi pangan dan alam, serta ekonomi sirkular. Ketiganya dinilai sebagai sektor krusial dalam upaya menekan emisi, menjaga ketahanan pangan, serta mengelola sumber daya secara berkelanjutan.

Kompetisi akan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026, dimulai dari tahap pendaftaran hingga grand finale. Seluruh proses juga dilengkapi dengan program mentorship bagi finalis untuk memastikan solusi yang dihasilkan siap diimplementasikan.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2023, CIIC telah menarik lebih dari 1.300 peserta dari 60 negara. Beberapa inovasi yang lahir dari program ini bahkan telah menunjukkan dampak signifikan di sektor industri.

Salah satunya adalah BANIQL, yang mengembangkan teknologi produksi nikel ramah lingkungan dengan efisiensi energi hingga 95% lebih rendah dan penggunaan air hingga 80% lebih hemat dibanding metode konvensional. 

Inovasi lain, Qarbotech, berhasil meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30% melalui teknologi peningkatan fotosintesis yang telah diuji pada ribuan hektare lahan.

×
back to top