sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
Sabtu, 19 Sep 2020 14:14 WIB

Review film Guru-Guru Gokil, Indonesia banget tapi kurang nendang

Film original Netflix kedua dari Indonesia ini, mengisahkan seorang laki-laki yang ingin mengejar impiannya untuk menjadi sukses dan diperankan oleh Gading Marten dengan kisah berdurasi 101 Menit. 

Review film Guru-Guru Gokil, Indonesia banget tapi kurang nendang
Source: IMDB

Netflix kembali hadir menawarkan sebuah film original yang berasal dari Indonesia yaitu “Guru-Guru Gokil”. Film ini perdana ditayangkan pada 17 Agustus 2020 dan menjadi debut bagi aktris ternama yaitu Dian Sastrowardoyo sebagai produser. Film yang disutradai oleh Sammaria Simanjuntak, dapat dilihat oleh pengguna Netflix dari 190 Negara dan menyediakan subtitles dalam 17 bahasa. Film original Netflix kedua dari Indonesia ini, mengisahkan seorang laki-laki yang ingin mengejar impiannya untuk menjadi sukses dan diperankan oleh Gading Marten dengan kisah berdurasi 101 Menit. 

Film ini berawal dari kisah seorang laki-laki bernama Taat Pribadi (Gading Marten) yang mempunyai ambisi untuk menjadi sukses. Gambaran sukses baginya adalah memiliki uang yang banyak. Namun, satu waktu ketika dirinya terdesak oleh satu hal, membuat Taat menjadi seorang guru sejarah di sekolah tempat ia dahulu menempuh pendidikan hingga ke jenjang SMA.

Pekerjaan tersebut adalah hal yang sangat tidak sukai oleh Taat karena menurutnya itu bukanlah kemampuan dirinya. Hingga saat Taat menjalani pekerjaan tersebut, terdapat sebuah insiden yang sangat tidak terpikirkan sebelumnya. Mulai dari kejadian itu, membuat Taat harus menghadapi pergumulan yang begitu berat mengenai perubahan pandangannya terhadap kesuksesan, uang, dan profesi guru. 

Menurut saya, film ini tidak begitu sesuai dengan judul yang diberikan, dimana konflik yang diceritakan tidak terlalu “nendang”. Seharusnya film tersebut menampilkan kesan yang benar-benar “gokil”, sehingga penonton pun terkesima dan terpukau dengan jalan cerita yang ditawarkan. Contohnya, terdapat peran penjahat yang dinamakan Pak Le (Kiki Narendra). Dia memang sesuai dengan karakter seorang penjahat yang sangat kejam, tetapi konflik yang diberikan tidak terarah, karena tujuan Pak Le untuk berbuat jahat seperti itu tidak dijelaskan secara detail mengapa dan apa tujuannya. Dengan demikian, konflik yang ditawarkan seperti terlalu dipaksakan. 

Kemudian dari bumbu-bumbu komedi yang diberikan juga tidak terlalu menggelitik hati penonton, setidaknya menurut saya. Karena, terdapat beberapa scene yang memang menunjukkan sisi komedinya, tetapi tidak terlalu “nendang” dan terkesan memaksa.

Review film Guru-Guru Gokil

Namun, jika dilihat dari sisi visual dan tampilan filmnya, memang sangat cocok dengan suasana yang “Indonesia banget”. Mulai dari pakaian guru berwarna coklat dan pakaian murid SMA yang biasanya kita lihat saat mengunjungi sekolah-sekolah di Indonesia, hingga bentuk dekorasi atau properti yang ditampikan untuk menambah vibes sekolah di Indonesia. 

Cerita yang disampaikan begitu berbeda dengan film-film Indonesia bertemakan sekolah, dimana biasanya menceritakan sisi murid saja. Film Guru-Guru Gokil berani menawarkan cerita dari sudut pandang guru, dimana para aktor memiliki karakter yang berbeda-beda. Mulai dari guru galak hingga guru yang memang baik. 

Terdapat pula adegan-adegan yang menggambarkan keadaan guru yang tidak selalu dihargai oleh murid-murid, menerima gaji yang tidak sebanding dengan kebutuhan penting untuk sehari-hari, hingga hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kehidupan seorang guru di kisah nyata. Hal tersebut menjadi salah satu keunggulan dari film ini, karena keadaan yang ditampilkan terlihat natural. 

Sejumlah aktor dan aktris yang memerankan film ini cukup cocok dengan karakter yang diperankan, salah satunya yaitu Gading Marten yang melakoni pemeran utama sebagai Taat Pribadi. Dalam film ini, emosi yang dikeluarkan seakan-akan seperti natural dan mendalami karakter tersebut seperti disaat ia emosi, berguyon, dan ketika menjadi sosok yang serius.

Yang membuat saya begitu terpukau, ketika salah satu pemeran lainnya yaitu produser dari film ini sendiri - Dian Sastrowardoyo dimana ia memerankan sosok guru yang sedang hamil dan terkesan berantakan. Sosok Nirmala (Dian Sastrowardoyo) cukup berhasil membuat saya tertawa karena tingkah lakunya yang konyol. Serta biasanya sosok Dian Sastro pada film-film yang pernah ia mainkan dibuat menjadi sosok perempuan cantik, berbanding terbalik ketika ia menjadi pemeran dalam film Guru-Guru Gokil.

Oleh karena itu, menurut saya film ini sangat cocok untuk ditonton berbagai segmen usia karena selain memberikan gambaran mengenai kehidupan seorang guru, film ini juga sukses memberikan nilai-nilai yang perlu kita pelajari. Misalnya seperti mengubah pandangan kita tentang sukses yang tidak selalu soal materi dan belajar untuk mensyukuri hal yang sudah kita peroleh. 

Share
×
tekid
back to top