Industri AdTech Indonesia Catat Performa Terbaik di Eskimi Impact Awards 2026
Indonesia mencatat performa terbaik di Eskimi Impact Awards 2026 dengan engagement tinggi dan inovasi AdTech yang melampaui standar global.
Ilustrasi periklanan digital. dok. Freepik
Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pasar periklanan programatik paling dinamis di dunia. Hal ini terungkap dalam evaluasi terbaru Eskimi Impact Awards 2026, yang menempatkan Indonesia sebagai pasar dengan performa terbaik secara global.
Temuan tersebut menunjukkan agensi-agensi di Indonesia tidak hanya cepat mengadopsi teknologi periklanan digital terbaru, tetapi juga mampu mengembangkan strategi kreatif dan teknis yang melampaui standar internasional.
Regional Director Eskimi untuk Asia Tenggara, Devinder Sharma, menyebut pencapaian ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari transformasi yang konsisten dalam ekosistem digital Indonesia.
“Kebangkitan Indonesia dalam kancah periklanan programatik global bukanlah suatu kebetulan. Agensi di Indonesia tidak hanya mengadopsi teknologi AdTech terbaru, tetapi juga menetapkan standar global dalam kreativitas dan kecakapan teknis,” ujar Sharma.
- Ericsson Perkenalkan Teknologi AI-Ready RAN, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia
- Dukung Ekonomi Kreatif Indonesia, TekLab Distribusikan Printer 3D Bambu Lab
- ADAS di Mobil Modern: Teknologi Cerdas yang Membantu Pengemudi Mencegah Kecelakaan
- Dukungan AI dan Cloud Alibaba Bikin Olimpiade Milano Cortino Makin Cerdas dan Imersif
Dalam analisis tersebut, Indonesia dinilai unggul dalam sejumlah indikator utama yang menjadi tolok ukur industri periklanan digital global.
Salah satunya adalah peningkatan pengaruh Indonesia di tingkat internasional. Industri agensi di dalam negeri tercatat menyumbang hampir 5 persen dari total penerima penghargaan global dalam Eskimi Impact Awards 2026.
Kontribusi ini menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam memanfaatkan format rich media yang inovatif serta strategi digital yang kompetitif.
Selain itu, Indonesia juga mencatat keunggulan dalam metrik berbasis perhatian audiens. Kampanye digital di Indonesia menghasilkan rata-rata Attention per Mille (APM) sebesar 4.158, angka yang hampir lima kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi kreatif yang mampu menarik perhatian pengguna secara lebih optimal.
Dari sisi interaksi pengguna, performa Indonesia bahkan lebih menonjol. Rata-rata engagement rate yang dicatat mencapai 29,7 persen, hampir enam kali lipat lebih tinggi dari standar global.
Tingginya tingkat interaksi ini dinilai sebagai hasil dari keberanian agensi dalam bereksperimen dengan format konten yang inovatif serta pendekatan kampanye yang lebih relevan dengan audiens.
Menurut Sharma, capaian ini menandai perubahan posisi Indonesia dari sekadar pasar berkembang menjadi pemain utama dalam industri AdTech global.
“Indonesia telah melampaui fase pasar berkembang dan kini menjadi penentu tren di industri AdTech. Pencapaian ini mencerminkan kreativitas serta standar teknis tinggi yang dimiliki agensi di tanah air,” ujarnya.
Ia menambahkan Eskimi melihat Indonesia sebagai salah satu ekosistem digital yang terus berkembang dan mampu mendorong batasan dalam periklanan berbasis teknologi.









