sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
Rabu, 05 Mei 2021 10:23 WIB

Fakta di balik syuting Konfabulasi dengan Galaxy S21 Ultra 5G

Angga Dwimas Sasongko bekerja sama dengan Samsung dan pemenang Galaxy Movie Studio 2021 menggarap film pendek dengan Galaxy S21 Ultra 5G.

Fakta di balik syuting Konfabulasi dengan Galaxy S21 Ultra 5G

Samsung Indonesia hari ini resmi menayangkan film pendek hasil kolaborasi pemenang Galaxy Movie Studio 2021 yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko dengan judul Konfabulasi. Film menampilkan cerita seorang agen bernama Bilal, yang harus menyelesaikan sebuah misi dalam pikirannya yang hanya dapat berhasil dengan cara yang disebut Konfabulasi.

“Konfabulasi merupakan proses di mana pikiran bawah sadar menciptakan atau membentuk memori tentang suatu kejadian. Dan detail-detail yang hilang dalam memori memiliki celah yang bisa diisi dengan memori palsu yang berasal dari arahan dan pernyataan yang masuk akal,” kata Angga menjelaskan tentang makna Konfabulasi saat peluncuran film pendek tersebut secara virtual (4/5).

Menariknya, pembuatan film dilakukan dengan perangkat Galaxy S21 Ultra 5G, memanfaatkan teknologi serta kemampuan kamera yang dimiliki. Ditambah lagi, film ini memiliki genre aksi di mana banyak adegan yang tidak mudah dilakukan, namun berhasil ditangkap dengan jelas melalui kamera Galaxy S21 Ultra 5G. 

Penasaran bukan bagaimana Angga bisa mengemas Konfabulasi sedemikian rupa dengan hanya berbekal smartphone. Berikut Tek.id bocorkan fakta di balik pembuatan film tersebut. 

  • Gunakan 4 unit smartphone

“Berapa banyak smartphone yang digunakan selama syuting?” pasti merupakan pertanyaan utama bagi Anda yang sudah menonton Konfabulasi. Angga mengatakan, secara keseluruhan tim memiliki 4 unit Galaxy S21 Ultra 5G. Namun, hanya 1 unit yang lebih sering digunakan.

Satu-satunya adegan yang membutuhkan 4 perangkat sekaligus adalah ketika mobil terbalik. Hanya ada 1 mobil yang disiapkan untuk adegan kecelakaan, maka dari itu diperlukan 4 unit untuk mengambil angle dari berbagai sudut dan direkam dalam satu waktu. Sisanya, mereka cukup menggunakan 1 unit smartphone saja.

  • Gunakan fitur andalan

Salah satu faktor keberhasilan film adalah adanya fitur andalah yang disematkan Samsung pada Galaxy S21 Ultra 5G. Angga mengaku, merasa sangat terbantu dengan fitur Director View. Ini membuat proses pengambilan angle lebih mudah. Fitur Super Steady juga sangat diandalkan karena pengambilan video 80% dilakukan dengan teknik hand-held atau menggunakan kedua tangan tanpa mounting.

Angga sebelumnya mengkhawatirkan baterai dan memori apabila syuting menggunakan smartphone. Namun setelah dilakukan, kekhawatirannya itu tidak terjadi. Ia mengaku dapat merekam sepanjang hari tanpa harus mengisi ulang daya. 

  • Gunakan cahaya alami

Selama melakukan syuting menggunakan smartphone, Angga menyadari cahaya alami membuat adegan menjadi lebih dramatis. Mengamati lokasi sebelum melakukan syuting juga perlu dilakukan, agar tahu kapan waktu terbaik yang menghasilkan cahaya yang cukup. 

Adegan di dermaga

Seperti saat adegan di dermaga, tim sengaja menunggu hingga pukul 4 sore karena dinilai sebagai golden hour dan menghasilkan pemandangan yang epik dalam frame. Sedangkan ketika merekam di tempat low light atau kekurangan cahaya, Angga dapat memanfaatkan kemampuan Galaxy S21 Ultra 5G yang ia klaim dapat memberikan gambar tajam tanpa noise, meski berada di rentang ISO 800-1200.

  • Astrada muda pemenang Galaxy Movie Studio 2021

Hadirnya Konfabulasi merupakan bentuk komitmen Samsung terhadap pemenang Galaxy Movie Studio 2021, di mana dapat membuat film bersama sutradara kawakan Indonesia. Samsung pun bekerjasama dengan Angga Dwimas Sasongko dan mempertemukannya dengan Kenzha Lutfhiani, sang pemenang.

Sesuai janji, Kenza pun terlibat langsung dalam pembuatan film sebagai asisten sutradara. Ia bahkan sudah hadir sejak pembedahan hingga pembacaan naskah para pemeran. Selama syuting, Kenza bertanggung jawab dalam mengatur ritme adegan, wardrobe, hingga makeup. 

“Aku jadi bagian ritme scene, seperti aktornya siapa, adegan apa, butuh wardrobe dan make up seperti apa itu aku yang urus waktu itu. Dan keterlibatan aku dari awal sejak bahas script,” kata Kenza.

Lebih lanjut, Konfabulasi diperankan oleh Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai agen Bilal dan mentor Marla. Film pendek Konfabulasi hari ini dapat disaksikan di channel YouTube Samsung Indonesia.

Share
×
tekid
back to top