sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
Kamis, 28 Jan 2021 16:22 WIB

Live Action Avatar: The Last Airbender masih dalam tahap pra-produksi

Setelah lama tidak terdengar kabar, kini diketahui bahwa live action dari Avatar: The Last Airbender masih dalam tahap pra-produksi.

Live Action Avatar: The Last Airbender masih dalam tahap pra-produksi

Progres film live-action Netflix yang akan datang, Avatar: The Last Airbender akhirnya terungkap. Film tersebut kini masih dalam tahap pra-produksi, yang mencakup berbagai tugas seperti casting, set bangunan, tes kostum, dan sebagainya.

Untuk diketaui, rencana Netflix melakukan pembuatan ulang live-action dari serial tersebut telah diinformasikan sejak 2018 lalu, jauh sebelum The Last Airbender dan The Legend of Korra menjadi sangat populer di platform tersebut pada 2020 lalu. Namun, rencana ini tidak berjalan mulus sejak penciptanya, Bryan Konietzko dan Michael Dante DiMartino mengundurkan diri dari projek.

Diketahui, Konietzko dan DiMartino memiliki pandangan yang berbeda dengan pihak Netflix. Hal ini mungkin yang menyebabkan sedikit informasi terkait progres film tersebut. Para penggemar pun bertanya-tanya apakah film akan terwujud atau tidak. Untungnya, sebuah laporan terbaru mengungkapkan kalau film ini masih akan tetap berjalan.

Menurut laporan dari Deadline yang dikutip oleh ScreenRant (28/1), Produser Dan Lin mengungkapkan dirinya sedang mengerjakan Avatar: The Last Airbender untuk Netflix. Ia melaporkan film saat ini sedang dalam tahap pra-produksi, yang mana lokasi pembuatannya belum dapat diketahui. Di samping itu, Lin juga tidak mengungkapkan siapa yang akan mengarahkan live-action tersebut setelah keluarnya Konietzko dan DiMartino.

Yang paling mengkhawatirkan adalah, apakah Netflix akan mengulangi kesalahan M. Night Shyamalan, sutradara pertama The Last Airbender. Pada 2010 lalu, The Last Airbender oleh Shyamalan menerima banyak ulasan negatif dari para kritikus dan gagal di box office domestik dengan pendapatan USD131 juta, lebih sedikit dari anggarannya yang sebesar USD150 juta.

Namun, menurut Konietzko dan DiMartino, Netflix kini menginginkan sesuatu yang sangat berbeda dari itu. Pernyataan tersebut dapat memberi harapan akan potensi Avatar: The Last Airbender terbaru untuk menjadi salah satu hit Netflix setelah ditayangkan.

Share
×
tekid
back to top