×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

5G Jadi Fondasi AI di Indonesia, Ericsson Ungkap Lonjakan Data dan Perubahan Perilaku Pengguna

Oleh: Tek ID - Kamis, 02 April 2026 16:20

Ericsson ungkap 5G jadi fondasi adopsi AI di Indonesia, dorong lonjakan data dan perubahan perilaku pengguna digital.

Ericsson Ungkap Lonjakan Data & Perubahan Perilaku Pengguna Ilustrasi penggunaan data. dok. freepik

Ericsson menilai teknologi 5G akan menjadi fondasi utama dalam percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. 

Hal ini seiring meningkatnya penggunaan AI yang mulai mengubah pola konsumsi data dan cara masyarakat berinteraksi dengan teknologi.

Dalam laporan Ericsson ConsumerLab 2026, terungkap adopsi AI mendorong lonjakan kebutuhan uplink, seiring pergeseran perilaku pengguna dari sekadar konsumsi konten menjadi kreasi konten yang lebih interaktif. 

Kinerja jaringan, khususnya respons AI secara real-time, kini menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengguna.

Perkembangan ini juga dipicu oleh konvergensi antara AI, cloud, dan perangkat mobile. Ke depan, perangkat tidak hanya mengonsumsi data, tetapi juga terus mengirimkan informasi ke cloud untuk pembelajaran dan personalisasi layanan secara berkelanjutan.

Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia Ronni Nurmal mengatakan kebutuhan terhadap jaringan yang stabil akan semakin meningkat seiring meluasnya penggunaan AI.

“Peralihan menuju penggunaan AI di berbagai perangkat membutuhkan performa jaringan yang konsisten di mana pun. Teknologi 5G menjadi krusial untuk mengakomodasi pertumbuhan data dan kebutuhan uplink yang terus berkembang,” ujarnya.

Secara global, adopsi 5G terus menunjukkan tren positif. Jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai 2,9 miliar pada akhir 2025 dan meningkat hingga 6,4 miliar pada 2031. Bahkan, lebih dari 50 persen penggunaan data seluler diproyeksikan akan didominasi jaringan 5G dalam periode tersebut.

Di Indonesia, pemerintah menargetkan cakupan 5G mencapai 32 persen pada 2030. Seiring itu, konsumsi data juga diprediksi meningkat signifikan. 

Ericsson mencatat penggunaan data global mencapai rata-rata 21 GB per smartphone per bulan pada 2025, dan akan terus bertumbuh seiring meningkatnya layanan berbasis AI dan video.

Tren ini juga terlihat di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, di mana konsumsi data bulanan diperkirakan mencapai 42 GB per smartphone pada 2031.

Dalam laporan tersebut, Ericsson juga menyoroti perubahan definisi kualitas jaringan. Jika sebelumnya kecepatan unduh menjadi indikator utama, kini kualitas uplink dan pengalaman aplikasi seperti video call menjadi faktor penentu utama kepuasan pengguna.

Pendekatan “network for AI” dan “AI for network” pun menjadi strategi kunci. Jaringan tidak hanya mendukung aplikasi AI, tetapi juga memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan performa jaringan secara real-time.

Penggunaan AI di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Saat ini, sekitar satu dari lima pengguna telah menggunakan AI setiap hari, dan angka tersebut diproyeksikan naik menjadi 41 persen pada 2030.

Menariknya, penggunaan AI juga semakin meluas ke berbagai perangkat. Dalam lima tahun ke depan, satu dari tiga pengguna diperkirakan akan mengakses AI melalui lebih dari satu perangkat, termasuk smartwatch, kacamata pintar, hingga sistem kendaraan pintar.

Selain itu, hampir setengah penggunaan AI diprediksi terjadi di luar ruangan, menandakan pentingnya konektivitas yang stabil di berbagai lokasi.

Dalam konteks ekonomi digital, 5G dinilai tidak hanya menjadi enabler teknologi, tetapi juga infrastruktur strategis nasional. 

Teknologi ini membuka peluang untuk pengembangan layanan berbasis AR/VR, analitik video real-time, hingga menjadi fondasi menuju era 6G.

Ronni menegaskan integrasi antara AI dan 5G akan menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang lebih cerdas dan adaptif di masa depan.

“Dengan pengalaman global dalam pengembangan jaringan 5G, kami siap mendukung operator di Indonesia dalam mempercepat transformasi digital dan mempersiapkan fondasi menuju 6G,” ujarnya.

×
back to top