Traveloka gunakan AI untuk pelajari review pengguna

Tahun ini Traveloka menggunakan kecerdasan buatan untuk mempelajari review yang ditulis oleh pengguna.

Traveloka gunakan AI untuk pelajari review pengguna (Foto: Lely Maulida/Tek.id)

Traveloka kembali menggelar Traveloka Hotel Awards guna memberikan apresisasi bagi penyedia hotel sebagai mitranya. Menariknya di tahun ini, perusahaan penyedia jasa travel tersebut menggunakan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence (AI), untuk mempelajari ulasan (review) yang ditulis oleh pengguna Traveloka.

Per harinya, Traveloka menerima hingga 10.000 review hotel dari pengguna yang melakukan booking via aplikasi mobile Traveloka. Jumlah tersebut tentunya menyulitkan perusahaan untuk mempelajari ulasan secara manual. Oleh karenanya, Traveloka menggunakan machine learning dan AI yang telah dirancang sedemikian rupa untuk mempelajari review pengguna.


BACA JUGA

Melalui TMI, Telkomsel tingkatkan aktivitas investasi dan kemitraan strategis dengan Startup

Tanggapan Traveloka soal akuisisi Pegipegi

Traveloka akuisisi Pegipegi dan dua startup online travel lainnya


Review atau ulasan pengguna terhadap sebuah layanan jasa seperti ini terbilang cukup penting. Bagi beberapa platfrom seperti e-commerce, review pengguna membuat layanan atau produk yang ditawarkan dalam platform jadi lebih kredibel. Selain itu penyedia jasa hotel sendiri sangat terbantu dengan review pengguna dalam platform. Justru review palsu akan merugikan pengguna serta penyedia jasa hotel, seperti beberapa kasus yang terjadi di tripadvisor beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan Deo Wijaya, Senior Manager Product Traveloka, di Jakarta (15/10) mengatakan, "Jadi pada dasarnya kita pakai machine learning di review kita di Taveloka. Melalui machine learning itu kita mempelajari info apa yang dibutuhkan konsumen saat mengkonsumsi review. Kita ekstrak data review yang masuk, hingga menghasilkan sebuah kesimpulan, sehingga kesimpulannya bisa mudah dipahami oleh konsumen," katanya.

Teknologi itu juga juga membantu Traveloka dalam menyaring review yang dinilai kurang layak ditampilkan di publik. Kendati begitu, Traveloka tak menghilangkan review negatif yang memang ditulis dan dirasakan oleh pengguna.

Meski menggunakan AI, Traveloka masih melibatkan manusia guna memastikan penyaringan yang dilakukan oleh teknologi itu akurat. "Sebagian besar kita pakai machine learning. Jadi machine learning udah mendeteksi mana yang relevan, mana yang enggak. Tapi kita ada final check lagi, dengan manusia di dalamnya, memastikan apakah review itu akurat, apakah menggambarkan kondisi sebenarnya di hotel atau tidak," kata Deo.

Review pada aplikasi Traveloka sendiri hanya bisa ditulis oleh pengguna yang melakukan booking via aplikasi, dan menginap di hotel yang tersedia. Alhasil review yang disajikan dapat dipastikan merupakan ulasan asli pengguna. Traveloka juga merancang sistemnya agar review hanya bisa ditulis oleh pengguna yang melakukan pemesanan hotel.

Review pengguna kemudian dijadikan dasar pemilihan pemenang Traveloka Hotel Awards 2018. Penghargaan ini akan diberikan kepada 239 mitra hotel Traveloka di kawasan Asia Tenggara pada 19 Oktober mendatang.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: