Tesla khawatir bahan baku baterai mobil listrik makin sedikit

Eksekutif Tesla mengatakan bahwa pabrikan ini melihat potensi besar untuk bekerja dengan pertambangan di Australia dan Amerika Serikat.

Tesla khawatir bahan baku baterai mobil listrik makin sedikit Source: Pexels

Tesla khawatir akan segera kekurangan mineral global untuk pembuatan baterai mobil listriknya di masa mendatang. Mineral yang diperlukan untuk membuat baterai tersebut meliputi nikel, tembaga, dan lithium. Dilansir dari Electrek (2/5), revolusi listrik dalam industri otomotif meningkatkan permintaan baterai pada kecepatan yang luar biasa. Pada gilirannya, fenomena ini meningkatkan permintaan untuk beberapa mineral tertentu yang digunakan dalam produksi sel baterai li-ion.

Sulit untuk memahami seberapa besar dampak kendaraan listrik di pasar baterai. Tesla misalnya, yang kini menjadi konsumen baterai terbesar di dunia dalam beberapa tahun setelah mencapai volume produksi kendaraan listriknya. Tesla mengkhawatirkan seputar kebahisan beberapa mineral tersebut.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Tesla masuk daftar 10 merek terpercaya

Aplikasi Tesla gagalkan pencurian mobil

Tesla Supercharger hasilkan 72 GWh listrik dalam sebulan


Banyak perusahaan khawatir tentang kobalt, yang tidak banyak tersedia di tambang. Rata-rata yang dihabiskan Tesla sendiri  lebih minim dibandingkan dengan industri lainnya.

Eksekutif Tesla juga mengatakan bahwa pabrikan ini melihat “potensi besar” untuk bekerja dengan pertambangan di Australia dan Amerika Serikat. Dalam konferensi Benchmark Minerals Intelligence di Washington, seorang senator AS juga meluncurkan undang-undang baru yang akan membantu penambangan mineral kendaraan listrik dalam negeri.

Rantai pasokan baterai adalah bagian penting dari revolusi listrik dan para pabrikan otomotif yang ingin mencapai produk massal, seperti Tesla. Oleh karena itu industrialis mobil listrik perlu terlibat dalam setiap aspeknya. Tesla memahami hal ini dan sudah terlibat hingga tingkat penambangan sejak memulai proyek Gigafactory 1 dengan Panasonic.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: