Sensor Tower diam-diam kumpulkan data pengguna
Sensor Tower, lembaga yang selama ini dikenal dengan riset aplikasinya dilaporkan mengumpulkan data pengguna aplikasi secara diam-diam.
Source: Clever Tap
Aplikasi menjadi aspek penting dalam penggunaan smartphone saat ini. Tanpa aplikasi, ponsel pintar tak ubah layaknya ponsel biasa tanpa sistem operasi. Tidak hanya itu, ada banyak aplikasi yang dibuat untuk menunjang kebutuhan penggunanya, mulai dari produktivitas hingga kebutuhan akan hiburan.
Namun, ada bahaya dibalik penggunaan aplikasi. Beberapa pihak berupaya mengumpulkan data pengguna aplikasi secara diam-diam. Pasalnya dalam sebuah aplikasi, terkandung banyak data penggunanya.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Sensor Tower, platform analisis aplikasi, diam-diam mengumpulkan data dari jutaan pengguna aplikasi VPN dan pemblokir iklan di Android dan iOS. Buzzfeed (11/3) melaporkan bahwa jumlah unduhan aplikasi tersebut mencapai lebih dari 35 juta unduhan.
Untuk diketahui, sejak 2015, Sensor Tower sudah memiliki setidaknya 20 aplikasi Android dan iOS. Empat di antaranya adalah Free and Unlimited VPN, Luna VPN, Mobile Data dan Adblock Focus. Keempatnya sudah tersedia di Google Play Store. Adblock Focus dan Luna VPN juga tersedia di App Store.
- Jobstreet Tambah Fitur Basic Talent Search, Perusahaan Bisa Cari Kandidat Secara Proaktif
- Ramadan 1447 H, ngaji.ai Bertransformasi Jadi Pendamping Ibadah Harian Berbasis AI
- Paxel Raih Aplikasi Harian Terbaik Google Play 2025, Buktikan Dominasi di Layanan Logistik,
- Sora Melesat di Android, 470 Ribu Unduhan di Hari Pertama Ketersediaan di Play Store
Setelah terinstal, aplikasi-aplikasi ini meminta pengguna untuk menginstal sertifikat root. Ini merupakan file yang memungkinkan penerbit aplikasi untuk mengakses seluruh data dan trafik telepon. Sensor Tower sendiri mengklaim bahwa mereka hanya mengumpulkan data penggunaan dan analitik, dan yang lebih penting, data tersebut tidak dapat diidentifikasi secara personal.
Baik Google maupun Apple sudah menghapus semua aplikasi yang diduga mengumpulkan data pengguna tersebut. Kedua perusahaan ini menyatakan bahwa pihaknya masih akan menginvestigasi masalah ini.
Sebenarnya ini bukan kali pertama sebuah aplikasi kedapatan mengumpulkan data penggunanya. Sebelum ini,Facebook dilaporkan membuat aplikasi yang didesain sebagai klien VPN yang diam-diam juga mengumpulkan data penggunanya.








