Sebuah malware diketahui dapat bajak percakapan WhatsApp

Meskipun WhatsApp telah mengetahui perusahaan software mana yang membuat malware tersebut, namun belum diketahui siapa pelaku sesungguhnya dibalik serangan tersebut.

Sebuah malware diketahui dapat bajak percakapan WhatsApp Ilustrasi Malware Android (The Next Web)

WhatsApp kembali dikabarkan memiliki celah keamanan yang dapat digunakan pihak tak bertanggung jawab. Kali ini, giliran sistem panggilan suara WhatsApp dapat disadap oleh para peretas.

Ternyata, pihak WhatsApp mengatakan bahwa pengembang perangkat lunak NSO Group diketahui yang membuat malware tersebut. Para peretas menggunakan spyware Pegasus milik NSO untuk dapat menyadap panggilan, baik yang menggunakan OS Android maupun iOS.


BACA JUGA

Ransomware mulai serang perangkat NAS

Malware ransomware ancam pengguna smartphone

Pahlawan serangan WannaCry, Marcus Hutchins bebas dari penjara


Engadget (14/5/2019) melaporkan, alat tersebut dapat menginfeksi perangkat bahkan jika pengguna tidak menjawab panggilan dari malware tersebut. Selain itu, panggilan berbahaya itu sering hilang dari log. 

Yang lebih parah lagi, malware ini tidak hanya dapat melakukan penyadapan suara saja. Pegasus diketahui juga dapat menggunakan kamera dan mikrofon pengguna, dan juga mengambil informasi lokasi dan pesan.

Sayangnya, hingga saat ini pihak WhatsApp masih belum dapat mengidentifikasi siapa pelaku yang menggunakan malware tersebut untuk menyerang penggunanya. Namun, ada beberapa dugaan siapa pelaku dibalik serangan ini.

Pihak WhatsApp juga mengakui, pada 12 Mei lalu, ada usaha dari para peretas untuk menyerang salah satu pengacara hak asasi manusia yang berbasis di Inggris. Untungnya, mereka mengetahui hal tersebut dan memperingatkan kelompok hak asasi manusia dan Departemen Kehakiman AS. 

“Serangan ini memiliki semua keunggulan perusahaan swasta yang dikenal bekerja dengan pemerintah untuk memberikan spyware yang kabarnya mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel. Kami telah memberi pengarahan kepada sejumlah organisasi hak asasi manusia untuk berbagi informasi yang kami bisa, dan bekerja dengan mereka untuk memberitahu masyarakat sipil,” kata perwakilan WhatsApp.

Para pengguna WhatsApp pun diminta untuk waspada terhadap serangan tersebut. Tidak diketahui juga berapa korban yang telah terjangkit dengan malware tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: