sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
Kamis, 27 Feb 2020 18:40 WIB

Satya Nadella ingin kembangkan ekonomi digital Indonesia

Misi Microsoft di Indonesia adalah untuk memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi agar dapat mencapai target optimal.

Satya Nadella ingin kembangkan ekonomi digital Indonesia
Source: Microsoft

Merayakan 25 tahun keberadaannya di Indonesia, Microsoft berjanji akan terus berinvestasi demi membantu Indonesia mewujudkan visi menjadi negara dengan ekonomi digital terdepan di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari perayaan ini, perusahaan tersebut menyelenggarakan konferensi developer terbesar di Asia Pasifik. Di Indonesia, Microsoft memiliki lebih dari 150 karyawan dan 7.000 mitra yang tersebar di antara kepulauan negara ini.

Acara perayaan tersebut diadakan di Jakarta dan dihadiri oleh CEO Microsoft Satya Nadella. Dalam menyampaikan pidato di Digital Economy Summit 2020, Satya Nadella menguraikan strategi vendor untuk mendorong keberhasilan pengembang di Asia Tenggara. Dia juga memaparkan teknologi saat ini sudah menjadi satu dari kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengubah beragam aspek kehidupan.

“Saya melihat hampir seluruh aspek pekerjaan sudah mulai diperkuat dengan teknologi komputasi,” kata Satya Nadela. “Semua developer yang hadir di sini sudah siap untuk membentuk masa depan yang lebih baik. Semua teknologi yang dibuat demi menjadikan setiap bisnis kecil di Indonesia lebih produktif, sedangkan bisnis besar di Indonesia telah menjadi kompetitif secara global."

Misi Microsoft di Indonesia adalah untuk memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi agar dapat mencapai target optimal, termasuk melengkapi tenaga kerja dengan keterampilan dan dukungan yang diperlukan untuk mentransformasi Indonesia. Ada perubahan drastis dalam pasar tenaga global, dan Microsoft memahami bahwa lebih dari separuh karyawan di organisasi apa pun saat ini perlu terus dilatih.

Raksasa teknologi tersebut juga melihat permintaan akan teknisi software berkembang dengan cepat, dan ini bukan hanya pada sektor teknologi. Para pemimpin bisnis di Indonesia merasa bahwa pengetahuan kuantitatif, analitik dan statistik, kewirausahaan dan pengambilan inisiatif, serta keterampilan dan pemrograman teknologi informasi (TI) akan menentukan kesuksesan suatu negara.

Share
back to top