Meta Uji Coba Instagram Plus, Fitur Premium Baru yang Bikin Story Lebih Privat dan Interaktif
Meta uji coba Instagram Plus, fitur premium baru yang memungkinkan lihat Story diam-diam hingga kontrol audiens lebih fleksibel.
Ilustrasi melihat Instagram. dok. Freepik
Meta mulai menguji layanan berlangganan premium di Instagram yang diberi nama Instagram Plus. Fitur ini menawarkan sejumlah kemampuan eksklusif yang tidak tersedia bagi pengguna gratis, sekaligus menjadi langkah baru Meta dalam memperluas sumber pendapatan dari platform media sosial.
Dikutip dari TechCrunch, uji coba ini dilakukan di beberapa negara, termasuk Meksiko, Jepang, dan Filipina. Harga langganan bervariasi, mulai dari sekitar 1 hingga 2 dolar AS per bulan, tergantung wilayah.
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah kemampuan untuk melihat Story tanpa diketahui oleh pemilik akun.
Selain itu, pengguna premium juga dapat mengetahui berapa kali Story mereka ditonton ulang oleh orang lain, fitur yang sebelumnya tidak tersedia.
- X Perbarui Pemutar Video Jadi Mirip TikTok, Fokus ke Format Vertikal dan Swipe Full-Screen di iOS
- BIGO Bali Gala 2026 Apresiasi Kreator Indonesia, Rayakan Komunitas dan Kreativitas Positif
- Larangan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 tahun di Australia Berlaku Pekan Depan, Ini Pemicunya
- Threads Bidik Komunitas Podcaster, Tantang Dominasi X di Ruang Diskusi Digital
Instagram Plus juga memungkinkan pengguna membuat daftar audiens tanpa batas untuk Story. Dengan fitur ini, pengguna dapat membagikan konten ke kelompok tertentu secara lebih fleksibel, tidak hanya terbatas pada fitur “Close Friends”.
Tak hanya itu, pengguna berbayar dapat memperpanjang durasi Story hingga 48 jam, serta menampilkan Story tertentu agar lebih menonjol di bagian depan tampilan pengguna lain.
Interaksi juga dibuat lebih menarik dengan fitur “Superlike” animasi pada Story.
Kemudahan lain yang ditawarkan adalah kemampuan mencari nama tertentu dalam daftar penonton Story, sehingga pengguna tidak perlu lagi menggulir daftar panjang untuk menemukan siapa yang telah melihat konten mereka.
Meski demikian, layanan ini berbeda dari Meta Verified yang ditujukan bagi kreator dan bisnis. Instagram Plus lebih menyasar pengguna umum yang ingin pengalaman lebih personal dan kontrol lebih besar atas aktivitas mereka di platform.
Langkah Meta ini dinilai sebagai bagian dari strategi monetisasi baru di tengah tren langganan digital.
Namun, tidak sedikit pengguna yang mulai mengeluhkan “subscription fatigue” atau kejenuhan terhadap layanan berbayar di berbagai platform.
Di sisi lain, model bisnis ini terbukti memiliki pasar. Platform seperti Snapchat telah sukses dengan layanan Snapchat+ yang memiliki puluhan juta pelanggan berbayar.
Meta menyatakan akan terus melakukan uji coba sebelum memutuskan peluncuran lebih luas. Hasil dari fase ini akan menjadi penentu apakah fitur premium tersebut dapat diterima oleh pengguna global.









