X Perbarui Pemutar Video Jadi Mirip TikTok, Fokus ke Format Vertikal dan Swipe Full-Screen di iOS
X luncurkan video player baru mirip TikTok dengan swipe vertikal full-screen di iOS, perkuat strategi video dan AI Grok.
Logo X. dok. Freepik
Platform media sosial X kembali menegaskan ambisinya di ranah video dengan meluncurkan pembaruan pemutar video terbaru yang lebih imersif dan berorientasi pada format vertikal.
Pembaruan ini mulai digulirkan untuk pengguna iOS dan disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pengalaman menonton video di perangkat mobile.
Head of Product X Nikita Bier mengakui pemutar video sebelumnya memang membutuhkan pembaruan signifikan. Desain baru ini memungkinkan pengguna memperluas video ke layar penuh hanya dengan satu sentuhan.
Setelah berada dalam mode full-screen, pengguna dapat menggeser layar ke atas untuk langsung beralih ke video berikutnya, mekanisme yang mengingatkan pada pengalaman di platform seperti TikTok.
- BIGO Bali Gala 2026 Apresiasi Kreator Indonesia, Rayakan Komunitas dan Kreativitas Positif
- Larangan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 tahun di Australia Berlaku Pekan Depan, Ini Pemicunya
- Threads Bidik Komunitas Podcaster, Tantang Dominasi X di Ruang Diskusi Digital
- Threads Tambahkan Fitur “Reply Approvals” untuk Kendalikan Balasan yang Muncul di Postingan
Namun, perubahan tersebut tidak sepenuhnya diterima positif. Sejumlah pengguna mengkritik tampilan baru karena dinilai memaksa seluruh video tampil dalam format penuh dan terpotong (cropped), tanpa opsi melihat rasio aspek asli.
“Maaf, tetapi memotong video mendorong orang untuk mengunggah video berbentuk persegi. Kami adalah perusahaan mobile,” ujar Bier menanggapi kritik tersebut, dikutip dari TechCrunch.
Ia juga menegaskan X akan berhenti memangkas konten vertikal ke depannya.
Ketika ditanya mengenai orientasi video yang dianggap ideal, Bier menyatakan format portrait atau vertikal menjadi pilihan utama.
Pendekatan ini sejalan dengan tren industri yang kini didominasi video vertikal di berbagai platform, mulai dari TikTok hingga Instagram Reels.
Bahkan layanan streaming seperti Disney+ telah memperkenalkan feed video vertikal untuk menyesuaikan perilaku konsumsi konten pengguna mobile.
Langkah terbaru ini melengkapi strategi video X yang sebelumnya telah meluncurkan feed khusus video vertikal secara global.
Selain itu, perusahaan juga mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dalam ekosistemnya, termasuk fitur text-to-video dari Grok.
Namun, pengembangan fitur AI tersebut sempat menuai kontroversi. Kemampuan pembuatan gambar Grok sempat dibatasi hanya untuk pelanggan berbayar setelah muncul kekhawatiran atas potensi penyalahgunaan, termasuk pembuatan konten seksual eksplisit dan gambar anak di bawah umur.
Momentum pembaruan ini juga menarik karena hadir di tengah dinamika persaingan industri video pendek.
Setelah operasional TikTok di Amerika Serikat berpindah kepemilikan ke investor domestik, X terlihat semakin agresif memperkuat fitur video guna menarik kreator dan penonton.









