Google benamkan AI di sensor pendeteksi cahaya
Sayangnya, hingga saat ini fitur ini baru bisa dinikmati oleh para pengguna perangkat Google Pixel yang menjalankan Android Pie 9.0.
Ilustrasi Google Pixel 3 (BGR)
Sensor cahaya ambient yang ditempatkan di bagian depan ponsel, berguna untuk mendeteksi cahaya. Sensor ini memiliki tugas untuk untuk menyesuaikan kecerahan layar, agar mata pengguna tetap nyaman. Sensor ini umum terpasang di beragam smartphone saat ini.
Google baru saja meluncurkan fitur pembaca cahaya menggunakan Artificial Intelligence (AI) di Android 9.0 (Pie). Google menjelaskan, melalui sistem ini, ponsel Android akan dapat "mempelajari" preferensi pribadi pengguna.
"Ini berarti Android akan belajar kecerahan layar yang nyaman bagi pengguna menyesuaikan pada lingkungannya. Pengguna awalnya akan menyesuaikan pencahayaan secara manual. Karena perangkat lunak berjalan seiring waktu, pengguna nantinya melakukan lebih sedikit penyesuaian manual,” kata perwakilan Google.
Memang, untuk sementara ini kegunaan AI di sensor cahaya tersebut kurang dapat dimengerti oleh sebagian besar orang. Tapi Google percaya bila fitur ini akan sangat berguna di masa depan.
- Persaingan Platform Penerjemah Memanas, Google Translate Terus Berevolusi Tantang Duolingo
- Google Play Hadirkan Fitur Game Trials, Pengguna Bisa Coba Game Berbayar Sebelum Membeli
- Google Perbarui Veo 3.1, Kini Bisa Buat Video Vertikal dari Gambar Referensi
- Pembaruan Terbaru Google Photos Bikin Pencarian Wajah Jadi Makin Mudah
"Kami percaya bahwa kecerahan layar adalah salah satu hal yang seharusnya berfungsi, dan perubahan ini di Android Pie adalah langkah untuk mewujudkan itu,” tegas mereka.
Sayangnya, untuk saat ini, fitur tersebut baru berjalan di jajaran perangkat Pixel saja. Tapi, pihak Google telah bekerja sama dengan mitra OEM mereka untuk menghadirkan fitur tersebut ke perangkat non-Pixel.








