Google Luncurkan Dreambeans, Aplikasi AI yang Ubah Aktivitas Pengguna Jadi Cerita Bergaya Kartun
Aktivitas pengguna Google kini bisa diubah menjadi cerita bergambar melalui Dreambeans yang bisa mendeteksi keseharian pengguna.
Google Dreambeans. dok. Google
Google melalui tim eksperimennya, Google Labs, meluncurkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Dreambeans yang dapat mengubah aktivitas dan data pengguna menjadi rangkaian cerita bergaya ilustrasi kartun.
Melansir dari TechCrunch, Kamis (4/6/2026), aplikasi yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS tersebut memanfaatkan berbagai layanan Google yang terhubung dengan akun pengguna untuk menghasilkan rekomendasi dan cerita personal setiap hari.
Pimpinan produk Dreambeans Gozde Oznur menjelaskan aplikasi ini menggunakan data dari layanan seperti Gmail, Calendar, Photos, YouTube, dan riwayat pencarian untuk menyusun kumpulan cerita yang dirancang menginspirasi pengguna.
Menurut Google, cerita yang dihasilkan dapat berupa rekomendasi tempat yang menarik untuk dikunjungi, topik yang layak dieksplorasi, aktivitas baru yang bisa dicoba, hingga informasi terkait perjalanan atau acara yang akan datang.
- Alphabet Siapkan Dana Rp1.300 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur AI
- Persaingan Platform Penerjemah Memanas, Google Translate Terus Berevolusi Tantang Duolingo
- Google Play Hadirkan Fitur Game Trials, Pengguna Bisa Coba Game Berbayar Sebelum Membeli
- Google Perbarui Veo 3.1, Kini Bisa Buat Video Vertikal dari Gambar Referensi
Sebagai contoh, jika pengguna mencatat rencana memelihara anjing baru di Google Calendar, Dreambeans dapat menyajikan informasi dan tips mengenai kehidupan bersama anak anjing.
Selain itu, aplikasi juga dapat merekomendasikan kedai kopi baru di sekitar lokasi pengguna berdasarkan minat dan kebiasaan yang terdeteksi dari data akun Google.
Google menyebut Dreambeans dirancang sebagai alternatif dari kebiasaan doomscrolling atau menggulir media sosial tanpa henti.
Karena itu, aplikasi hanya menampilkan sekitar 10 hingga 14 cerita setiap hari agar pengguna mendapatkan inspirasi tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu di layar ponsel.
Terkait privasi, Google menegaskan hanya pengguna yang dapat mengakses cerita yang dihasilkan aplikasi. Pengguna juga dapat memilih layanan Google mana saja yang ingin dihubungkan serta menghapus data kapan pun diperlukan.
Nama Dreambeans sendiri memiliki makna khusus. Menurut Oznur, kata "Dream" merujuk pada proses aplikasi yang bekerja saat pengguna tidur dengan mengolah berbagai data yang terhubung.
Sementara "Beans" terinspirasi dari biji kopi yang identik dengan awal hari, menggambarkan bagaimana aplikasi menyajikan rangkuman inspirasi setiap pagi.
Saat ini Dreambeans hanya tersedia bagi pelanggan Google AI Ultra yang memenuhi syarat di Amerika Serikat.
Namun, Google juga telah membuka daftar tunggu bagi pengguna akun Google pribadi yang ingin mencoba layanan tersebut.









