Alphabet Siapkan Dana Rp1.300 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur AI
Alphabet, induk perusahaan Google berupaya menghimpun dana hingga Rp1.300 triliun untuk memperkuat infrastruktur AI.
Kantor Google di Dubai. dok. Google
Induk perusahaan Google, Alphabet, berencana menghimpun dana sebesar 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.300 triliun melalui penjualan saham guna mempercepat pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dilakukan untuk memenuhi lonjakan permintaan layanan AI yang disebut telah melampaui kapasitas yang tersedia saat ini.
Melansir CNBC News, Rabu (3/6), Alphabet mengumumkan rencana penggalangan dana sebesar 80 miliar dolar AS melalui sejumlah skema penjualan saham, termasuk investasi senilai 10 miliar dolar AS dari Berkshire Hathaway.
Dalam pernyataannya, perusahaan induk Google tersebut mengatakan dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung investasi pada infrastruktur komputasi AI guna memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat.
"Perusahaan mengalami permintaan yang sangat kuat terhadap solusi dan layanan AI dari kalangan perusahaan maupun konsumen, pada tingkat yang melampaui kapasitas pasokan yang tersedia," tulis Alphabet.
- Persaingan Platform Penerjemah Memanas, Google Translate Terus Berevolusi Tantang Duolingo
- Google Play Hadirkan Fitur Game Trials, Pengguna Bisa Coba Game Berbayar Sebelum Membeli
- Google Perbarui Veo 3.1, Kini Bisa Buat Video Vertikal dari Gambar Referensi
- Pembaruan Terbaru Google Photos Bikin Pencarian Wajah Jadi Makin Mudah
Alphabet menyebut ekspansi investasi diperlukan untuk memperluas infrastruktur dasar yang menjadi fondasi pengembangan teknologi AI di masa depan.
Sebelumnya, pada April lalu, Alphabet telah menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026 menjadi 180 miliar hingga 190 miliar dolar AS.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya yang berada pada kisaran 175 miliar hingga 185 miliar dolar AS.
CEO Alphabet Sundar Pichai bahkan menyebut kapasitas komputasi sebagai salah satu tantangan terbesar perusahaan saat ini.
Menurutnya, kebutuhan akan daya listrik, lahan pusat data, hingga rantai pasok perangkat keras menjadi faktor penting untuk memenuhi permintaan AI yang terus melonjak.
Alphabet bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang menggelontorkan dana besar untuk AI. Bersama Microsoft, Meta, dan Amazon, total belanja modal untuk pengembangan AI diperkirakan melampaui 700 miliar dolar AS sepanjang tahun ini.
Analis Wall Street bahkan memperkirakan total investasi global untuk infrastruktur AI dapat menembus 1 triliun dolar AS pada 2027.
Dari total 80 miliar dolar AS yang akan dihimpun, sebanyak 10 miliar dolar AS berasal dari Berkshire Hathaway, 30 miliar dolar AS melalui penawaran saham yang dijamin oleh lembaga keuangan, dan 40 miliar dolar AS melalui program penjualan saham bertahap yang dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini.
Kinerja saham Alphabet juga terus menguat dalam setahun terakhir. Nilai saham perusahaan telah meningkat lebih dari dua kali lipat, didorong optimisme investor terhadap perkembangan teknologi AI









