Facebook tuntut dua pengembang aplikasi Android

Facebook akhirnya menuntut dua pengembang aplikasi Android karena dituduh melakukan penipuan iklan dalam program Audience Network milik Facebook.

Facebook tuntut dua pengembang aplikasi Android Source: Google

Facebook dikabarkan baru saja mengajukan tuntutan hukum kepada dua pengembang aplikasi Android. Kedua pengembang itu diketahui menggunakan malware untuk memalsukan klik pada banyak iklan. Pengembang itu, yakni JediMobi yang berbasis di Hong Kong dan LionMobi yang berbasis di Singapura, merupakan anggota dari program Audience Network milik Facebook. 

Untuk diketahui, Audience Network merupakan platform iklan Facebook yang fungsinya tidak jauh berbeda dengan Google AdSense. Pemilik situs atau aplikasi yang terdaftar dalam program ini akan menampilkan iklan dari Facebook. Nantinya, pemilik situs atau aplikasi akan mendapatkan uang ketika iklan diklik oleh pengguna. Nah, dalam kasus ini, Facebook menuduh kedua pengembang itu memalsukan banyak klik yang sebenarnya bukan berasal dari manusia. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Facebook kembangkan cara lindungi anak-anak dari predator di platformnya

Studi: Ratusan penjual di Indonesia mulai bisnis dari Facebook

Facebook Indonesia Summit 2019 jadi ajang kumpul komunitas Facebook


Dilansir dari Engadget (7/8), menurut Facebook, kedua pengembang itu membuat aplikasi Android yang berisi malware. Malware ini akan memalsukan klik dari pengguna pada iklan yang ditayangkan Facebook. Aplikasi buatan kedua pengembang itu sebenarnya merupakan aplikasi sederhana, seperti membersihkan memori ponsel, penghemat baterai, pemindai virus dan aplikasi note pad. 

Ironisnya, beberapa pengguna aplikasi buatan kedua pengembang ini sudah mencurigai adanya malware dalam aplikasi yang mereka gunakan, sebelum Facebook menyadarinya. Salah satu pengguna dari aplikasi note pad buatan JediMobi mengatakan, “Malware. [Aplikasi] akan menunjukkan iklan di dekstop anda bahkan ketika meninggalkan aplikasi.” Sementara pengguna lain memberikan ulasan negatif dan akhirnya harus menghapus aplikasi tersebut. 

Parahnya, pengguna aplikasi membersihkan memori ponsel buatan LionMobi mengaku bahwa Aplikasi tersebut justru memperlambat kinerja ponsel mereka. 

“Aplikasi paling buruk. Ini selalu memperlambat ponsel saya dan menampilkan iklan dewasa.” tulis salah satu pengguna. 

Sebagai kelanjutannya, Facebook sudah memblokir JediMobi dan LionMobi dari program Audience Network serta mengembalikan kerugian para pengiklan. Langkah hukum yang diambil Facebook akan dijadikan sebagai contoh untuk aplikasi serupa di masa depan. 

Perlu diketahui, praktik adware dan malware semacam ini sebenarnya bukan hal baru lagi di sistem operasi Android dan iOS. Sayangnya, baik Apple dan Google belum menemukan cara bagaimana menghentikan aksi penipuan tersebut. Para peneliti keamanan awal tahun ini bahkan menemukan ada lebih dari 200 aplikasi di Google Play Store yang terinfeksi malware. Ironisnya, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 150 juta kali.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: