sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
Selasa, 18 Jun 2019 12:46 WIB

Efek menyedihkan teknologi pada balita

Seorang balita salah mengira namanya sebagai Alexa. Hal ini terjadi karena orang tua anak tersebut sering menggunakan asisten pintar milik Amazon tersebut.

Efek menyedihkan teknologi pada balita
Source: Google

Asisten digital terbukti mampu memudahkan manusia. Penggunaannya mulai meluas, dari smartphone hingga speaker pintar untuk rumahan. Beberapa mulai khawatir dengan dampak sampingan yang ditimbulkan teknologi tersebut. Tetapi siapa yang menyangka ada dampak yang selama ini tidak diperkirakan sebelumnya.

Dilansir dari Ubergizmo (18/6), seorang anak berusia 7 bulan salah mengira namanya menjadi Alexa. Hal ini terjadi lantaran orang tua anak tersebut terlalu sering menggunakan asisten pintar Alexa di rumah mereka. Anak itu sebenarnya bernama Caroline.

Ia salah mengira ketika orang tuanya menyebut Alexa. Ketimbang menyahut ketika namanya disebut, ia justru baru merespon ketika orang tuanya menyebut nama Alexa. Sementara ia tampak acuh ketika namanya sendiri dipanggil.

Peristiwa itu pun diabadikan dalam sebuah video. Dalam video tersebut. Caroline yang tengah asik bermain justru langsung menanggapi panggilan ketika ia dipanggil Alexa. Saat dipanggil Caroline, anak perempuan itu tampak tetap asik dengan kegiatannya, walaupun namanya dipanggil berkali-kali.

Masalah ini bisa saja melibatkan asisten digital lainnya seperti Siri, Cortana dan Bing. Malahan, hal tersebut dapat juga melibatkan asisten digital Google. Di Amerika, speaker pintar Amazon dengan Alexa di dalamnya memang menjadi salah satu produk yang cukup banyak digunakan. Tidak menutup kemungkinan ada orang tua lain yang secara tidak sadar melatih anak mereka untuk merespon ketika Alexa disebut, ketimbang nama mereka sendiri.

Share
×
tekid
back to top