×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Cisco Luncurkan Cloud Control, Platform AI Agentik untuk Kelola dan Lindungi Infrastruktur Digital Kritis

Oleh: Tek ID - Rabu, 10 Juni 2026 19:35

Cisco meluncurkan Cloud Control, platform AI agentik yang menyatukan operasional, keamanan, dan observabilitas infrastruktur TI.

Cisco Luncurkan Platform AI Agentik Cloud Control, Cisco Cloud Control

Cisco memperkenalkan Cisco Cloud Control, platform terpadu yang dirancang untuk memungkinkan manusia dan agen kecerdasan buatan (AI) bekerja bersama dalam mengelola, mengawasi, dan melindungi infrastruktur teknologi informasi (TI) yang kritikal. 

Peluncuran yang diumumkan dalam ajang Cisco Live 2026 ini menjadi langkah besar Cisco dalam mendorong konsep AgenticOps, yakni model operasional baru yang memanfaatkan kolaborasi antara operator manusia dan agen AI.

Hadir di tengah meningkatnya adopsi AI di lingkungan perusahaan, Cisco menilai pengelolaan infrastruktur kini membutuhkan kecepatan dan skala kerja yang tidak lagi bisa sepenuhnya mengandalkan proses manual. 

Melalui Cisco Cloud Control, seluruh fungsi jaringan, keamanan, komputasi, observabilitas, hingga kolaborasi dapat dipantau melalui satu platform dengan satu akses masuk.

“Cisco Cloud Control menjadi pusat komando bagi agentic AI, tempat tim dan agen AI bekerja bersama dalam lingkungan yang sama dengan informasi yang sama, sementara manusia tetap memegang kendali,” ujar President dan Chief Product Officer Cisco, Jeetu Patel.

Platform ini memungkinkan pelanggan membangun aplikasi maupun agen AI sendiri menggunakan perintah bahasa alami (natural language). 

Selain itu, Cisco Cloud Control juga dapat terhubung dengan berbagai layanan pihak ketiga seperti AWS, Microsoft, Google Cloud, ServiceNow, Slack, PagerDuty, hingga Wiz.

Sebagai fondasi AgenticOps, Cloud Control menggabungkan data lintas domain dari jaringan, keamanan, observabilitas, dan kolaborasi ke dalam satu lapisan data terpadu. 

Dengan pendekatan tersebut, manusia maupun agen AI dapat mengambil keputusan berdasarkan konteks operasional yang sama dan secara real-time.

Cisco juga menyematkan berbagai kemampuan baru, termasuk Cisco AI Canvas sebagai ruang kerja kolaboratif berbasis AI, serta Cloud Control Studio yang memungkinkan perusahaan membangun agen dan aplikasi khusus sesuai kebutuhan bisnis mereka. 

Platform ini bahkan mendukung integrasi dengan lebih dari 50 aplikasi dan layanan pihak ketiga.

Tak hanya fokus pada operasional, Cisco turut memperkuat aspek keamanan di era AI. Cisco memperluas fitur Live Protect yang memungkinkan perlindungan terhadap kerentanan baru secara langsung saat sistem berjalan tanpa memerlukan reboot, upgrade, ataupun downtime.

Langkah tersebut diambil seiring semakin singkatnya jarak waktu antara ditemukannya kerentanan dan eksploitasi oleh pelaku siber. 

Jika sebelumnya membutuhkan hitungan minggu, kini serangan dapat terjadi hanya dalam hitungan menit setelah celah keamanan ditemukan.

Country Manager Cisco Indonesia Surung Sinamo mengatakan tantangan perusahaan saat ini bukan lagi sekadar menjalankan model AI, tetapi juga mengamankan lalu lintas AI, identitas agen AI, serta memastikan tata kelola keamanan berjalan konsisten di seluruh lingkungan hybrid multicloud.

“Seiring semakin tersebarnya workload AI, kontrol keamanan bergeser lebih dalam ke layer prompt, token, API, dan identitas. Karena itu, visibilitas terpadu serta tata kelola AI menjadi sangat krusial bagi organisasi di Indonesia,” kata Surung.

Selain keamanan AI, Cisco juga mulai mempersiapkan pelanggan menghadapi ancaman komputasi kuantum. 

Cisco memperkenalkan Quantum Ready Assessments yang mampu mengidentifikasi aset paling rentan terhadap serangan "harvest now, decrypt later", yakni praktik mengumpulkan data terenkripsi saat ini untuk dibuka ketika kemampuan komputasi kuantum telah tersedia di masa depan.

×
back to top