×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Kebutuhan Talenta Digital Meningkat, BINUS Fokus Cetak AI Engineer dan Cybersecurity Specialist

Oleh: Tek ID - Kamis, 21 Mei 2026 15:20

Binus raih peringkat dua terbaik nasional versi QS 2026, fokus cetak talenta digital berkualitas

BINUS Fokus Cetak AI Engineer dan Cybersecurity Specialist Gedung Binus University. dok. Binus University

Indonesia menghadapi paradoks di tengah pesatnya transformasi digital. Di satu sisi, tingkat adopsi kecerdasan buatan atau AI di Tanah Air menjadi yang tertinggi di dunia. 

Namun di sisi lain, Indonesia diproyeksikan masih kekurangan sekitar tiga juta talenta digital pada 2030.

Kondisi tersebut diungkap dalam paparan School of Computer Science Binus University terkait perkembangan industri digital nasional dan kebutuhan tenaga kerja teknologi di masa depan.

Data yang disampaikan menunjukkan sebanyak 92 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia telah menggunakan AI generatif dalam aktivitas sehari-hari. 

Sementara itu, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan berkontribusi lebih dari 130 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.306 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025.

Namun, tingginya adopsi teknologi dinilai belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengelola teknologi tersebut secara mendalam.

Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum juga menempatkan literasi AI, big data, dan keamanan siber sebagai bidang dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga kerja tercepat dalam lima tahun mendatang.

Di Indonesia sendiri, sekitar 30 persen perusahaan mengaku masih kesulitan mencari talenta digital berkualitas meski jumlah pelamar kerja terus meningkat.

Dekan School of Computer Science Binus University Derwin Suhartono mengatakan industri kini membutuhkan lebih dari sekadar lulusan dengan kemampuan coding dasar.

Menurutnya, perusahaan membutuhkan individu yang mampu membangun sistem AI, merancang arsitektur cloud, hingga mengamankan infrastruktur digital yang kompleks.

“Kami tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Kami ingin membentuk talenta yang mampu memimpin transformasi digital dan menciptakan inovasi,” ujar Darwin.

Sebagai respons terhadap kebutuhan industri tersebut, School of Computer Science Binus University menghadirkan sejumlah konsentrasi seperti AI-Driven Development dan keamanan siber yang dikembangkan bersama lebih dari 2.200 mitra industri aktif.

Mahasiswa disebut tidak hanya belajar teori teknologi, tetapi juga dibiasakan menghadapi persoalan nyata layaknya engineer profesional sejak awal masa studi.

Pendekatan tersebut turut memperkuat posisi Binus di tingkat global. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Computer Science and Information Systems, School of Computer Science BINUS University berhasil menempati posisi kedua terbaik di Indonesia.

Pemeringkatan tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator seperti kualitas riset, reputasi akademik, keterlibatan global, hingga employability atau tingkat kepercayaan industri terhadap lulusan.

Selain itu, Binus mencatat sebanyak 80,1 persen lulusan sarjananya telah bekerja saat lulus, sementara 36,2 persen lainnya bekerja di perusahaan global.

Mahasiswa School of Computer Science Binus juga disebut mendapatkan pengalaman industri langsung melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Apple dan Microsoft, serta berbagai kompetisi internasional seperti ICPC dan innovation challenge.

Lulusan School of Computer Science Binus kini banyak berkarier sebagai software engineer, AI engineer, data scientist, cybersecurity specialist, hingga product manager di berbagai perusahaan nasional dan multinasional di Singapura, Amerika Serikat, Belanda, hingga Australia.

“Industri tidak punya waktu untuk mendidik ulang lulusan baru. Yang kami pastikan adalah bahwa mahasiswa kami sudah pernah menghadapi kompleksitas itu selama kuliah,” kata Derwin.

×
back to top