BlackBerry gugat Snapchat karena diangap langgar paten

BlackBerry mengajukan gugatan kepada Snap, perusahaan induk Snapchat

BlackBerry gugat Snapchat karena diangap langgar paten (Foto: Manual and Tutorial)

BlackBerry mengajukan gugatan kepada Snap, perusahaan induk Snapchat. BlackBerry menuduh Snap telah melanggar teknologi pesan yang dipatenkan untuk aplikasi Snapchat. 

Tuduhan itu mencakup pelanggaran enam paten termasuk peningkatan peta untuk perangkat mobile, teknik iklan, dan peningkatan antarmuka untuk perangkat mobile. Gugatan itu juga mengutip peta pada Snapchat dan jumlah tampilan pesan yang belum dibaca pada ikon notifikasi sebagai "aktivitas yang melanggar".


BACA JUGA

CEO BlackBerry: Smartphone lipat terlalu besar dan mahal

BlackBerry tuduh Twitter langgar paten

BlackBerry Ghost bakal disokong baterai 4000 mAh


Sebelumnya, BlackBerry juga telah menggugat Facebook dan menuding WhatsApp serta Instagram telah melanggar paten aplikasi BlackBerry Messenger. Gugatan untuk Snap sendiri mencakup dua paten yang sama dengan gugatan untuk Facebook yaitu paten nomor 634 dan 713. Paten 634 mengacu pada dot notifikasi hitungan tampilan, sementara 713 merupakan paten yang mengungkapkan data waktu dalam obrolan perpesanan.

BlackBerry memang pernah berjaya dengan aplikasi perpesanannya, BlackBerry Messenger (BBM). Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna dengan mudah mengirimkan pesan dan mengobrol satu sama lain melalui ponsel. BBM bahkan menjadi landasan komunikasi seluler modern yang akhirnya tersalip aplikasi lain.

Dalam aduannya, BlackBerry mengatakan bahwa Snap telah menggunakan kekayaan intelektual miliknya untuk bersaing dengan BBM di ranah pengiriman pesan, sehingga menggiring pengguna BlackBerry ke Snapchat. BlackBerry mengklaim hal tersebut menghasilkan keuntungan dan tidak pantas untuk Snap.

BlackBerry juga menyatakan telah berupaya menyelesaikan masalah ini tanpa kaitannya dengan pengadilan.

"Ini (BlackBerry) telah berkomunikasi dengan Tergugat (Snap) selama lebih dari satu tahun terkait portofolio patennya, termasuk melayangkan surat, melalui panggilan dan pertemuan langsung. Melalui gugatan ini, BlackBerry mencari ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan hak cipta intelektual BlackBerry yang melanggar hukum oleh Tergugat," tulis pihak BlackBerry dalam pernyataan resminya.

BlackBerry sendiri kini memang tak lagi merakit smartphone-nya secara independen. Perusahaan asal Kanada itu menjual lisensi ponselnya kepada TCL yang berbasis di China pada Desember 2016. Sebagai gantinya, kini BlackBerry memproduksi software dan produk keamanan seluler. 

"Kami percaya ada lebih banyak peluang kemitraan ketimbang memilih cara yang tidak disetujui. Kami memiliki klaim kuat bahwa Snap melanggar hak paten kami, merugikan pemegang saham kami, dan kami memiliki kewajiban untuk mengupayakan pemulihan hukum yang sesuai," kata Senior Director of Communications Blackberry, Sarah McKinney dikutip dari The Verge.

BlackBerry mengharapkan kompensasi atas pelanggaran, biaya pengacara, dan penarikan kembali produk serta materi yang dilanggar. Sayangnya Snap belum memberikan komentar terkait masalah ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: