BenQ W2700, proyektor 4K terbaik di kelasnya untuk home theater

Proyektor BenQ W2700 memiliki resolusi 4K serta fitur HDR demi performa gambar dengan ketajaman dan kontras tinggi untuk kebutuhan home theater.

BenQ W2700, proyektor 4K terbaik di kelasnya untuk home theater

Bagi kamu yang gemar menonton film, pasti akan terasa lebih puas ketika menikmatinya di layar yang sangat besar. Ketika ingin menonton di rumah dan ingin menikmati film dengan pengalaman mirip di bioskop, tentu saja kamu memerlukan proyektor agar film yang ditampilkan memiliki ukuran yang sangat besar hingga kira-kira 100 inci (2,5 m).

Biasanya, untuk menampilkan gambar proyeksi yang besar demi kebutuhan home theater, proyektor diwajibkan memiliki jarak yang cukup jauh agar dapat menyodorkan hasil gambar sebesar 100 inci. BenQ W2700 adalah proyektor dengan jarak lempar dekat (short throw projector), dengan demikian hanya memerlukan jarak 2,5 meter untuk memperlihatkan ukuran gambar 100 inci. Oleh karenanya, home theater kamu akan lebih optimal menggunakan short throw projector.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

7 fitur yang menjadikan BenQ W2700 proyektor 4K terbaik di kelasnya

Proyektor baru Epson bisa digunakan di ruangan terang

Atraksi canggih Disney andalkan proyektor Panasonic


Proyektor BenQ W2700 memiliki resolusi 4K UHD serta HDR agar menjanjikan pengalaman menonton lebih imersif dengan resolusi tinggi serta performa kontras unggulan demi menampilkan detil pada konten terproyeksi. Agar dapat mengetahui performa proyektor 4K tersebut, pastikan kamu membaca ulasannya hingga selesai ya demi bahan referensi jika ingin membeli atau setidaknya hanya ingin sewa proyektor.

Desain cukup sederhana

W2700 dirancang tidak jauh berbeda dengan desain proyektor BenQ lainnya. Proyektor 4K yang memiliki dimensi 380 x 127 x 263 mm ini tidak memiliki sudut tajam pada tepi-tepinya. Sisi depan dan belakang dibuat berbentuk elips sehingga terlihat tidak kaku seperti para kompetitornya. Sisi bagian depan dilengkapi dengan material plastik tebal dengan permukaan berakses garis-garis horizontal tipis.

BenQ menempatkan lensa proyeksi di sebelah kanan sisi depan W2700 dengan penutup plastik berwarna buram. Menurut saya, cara BenQ menghadirkan penutup yang agak transparan cukup intutitif sehingga pengguna dapat mengetahui apakah proyektor 4K ini dalam keadaan aktif atau tidak, meski tanpa melihat indikator daya.

Cara mengakses penutup atau pelindung tersebut dilakukan secara konvensional, bukan cara geser. Cara tersebut memang bukan yang paling praktis saat kamu sedang terburu-buru mengaktifkan W2700, tetapi BenQ menyediakan tali pengaman agar penutup lebih mudah diakses dan tidak hilang.

Kita beralih di sisi atas. Di sini kamu akan melihat akses untuk mengatur zoom, fokus dan pergeseran lensa. Ketiga akses putar tersebut memiliki desain yang berbeda-beda sehingga saya tidak akan salah mengakses salah satu fungsi penyesuaian lensa tersebut, meski posisi ketiganya berdekatan. Ketiga tuas tersebut terlindungi oleh penutup bermekanisme geser. Penutup ini juga berfungsi untuk meningkatkan estetika desain proyektor W2700 agar menyembunyikan lubang tempat bernaungnya lensa.

Pada sisi belakang, BenQ menjejalkan aneka macam port antarmuka agar dapat terhubung dengan hampir segala macam sumber konten. Beberapa dari port tersebut adalah dua HDMI yang mendukung teknologi HDCP 2.2 agar dapat memutar konten 4K UHD yang diproteksi, USD 3.0 untuk menampilkan media yang terdapat dalam penyimpanan eksternal seperti flashdisk dan HDD eksternal. Oiya, tidak ketinggalan pula port output SPDIF.

Proyektor 4K ini mendukung file MPEG1, MPEG4, Motion JPG, MP3, FLAC, JPG, PNG, dan BMP ketika kamu menghubungkan perangkat penyimpanan flashdisk atau semacamnya.

Fitur dan akses pengoperasian

Salah satu fitur yang memudahkan pengguna saat melakukan kalibrasi proyeksi konten pada lensa adalah hadirnya Lens Shift. Fungsi ini memungkinkan pengguna menggeser lensa ke atas dan ke bawah via akses putar yang berada di dekat tuas lensa. Oleh karenanya, kamu tidak perlu memiringkan W2700 ke arah atas agar ingin menampilkan hasil proyeksi yang lebih tinggi. Jika kamu harus menjadikan proyektor lebih tinggi, cukup gunakan kaki peyangga proyektor. Penyangga ini dapat diperpanjang atau diperpendek dengan cukup mudah.

Jika kaki penyangga bagian depan telah dikeluarkan, maka secara otomatis W2700 akan agak miring ke atas sehingga menampilkan proyeksi yang agak kurang lurus. Agar dapat menanggulangi masalah ini, hampir seluruh proyektor mengandalkan fitur vertical keystone agar konten terlihat lurus.

Benq melengkapi proyektor W2700 dengan fitur Auto Keystone. Artinya, proyektor beresolusi 4K UHD HDR ini dapat menyesuaikan keluarnya hasil proyeksi yang lurus meski proyektor dalam keadaan miring. Menurut pengalaman saya, proyektor 4K ini mampu menyesuaikan hasil proyeksi secara otomatis hanya dalam waktu dua detik saja. Kamu juga dapat mengatur keystone secara manual. Tetapi menurut saya hal ini tidak perlu dilakukan mengingat pengaturan keystone otomatis yang dimilikinya sudah cukup akurat.

Proyektor beresolusi tinggi 4K ini dilengkapi dengan sembilan buah tombol di bagian atasnya, termasuk tombol daya dan tombol navigasi empat arah. Tombol navigasi empat arah tersebut hanya dapat diakses ketika antarmuka menu sedang tampil di layar. Jika tidak sedang mengatur menu, tombol navigasi tersebut dapat digunakan untuk mengatur keystone secara manual dan mengatur volume suara.

Berbicara mengenai volume suara, proyektor BenQ W2700 dilengkapi dengan sepasang speaker stereo berkekuatan 10 watt. Agar menghasilkan suara yang lebih berkualitas, speaker ini dilengkapi dengan kotak khusus ketimbang hanya ditempatkan dalam proyektor tanpa boks. Cara ini juga memungkinkan suara dengan minim gangguan resonansi yang menyebabkan distorsi frekuensi.

Dari sisi visual, fitur yang disajikan adalah rentang warna (color space) DPI-P3 yang memungkinkan lebih kaya warna dibandingkan dengan color space Rec. 709. Tidak ketinggalan pula kalibrasi bersertifikasi ISFccc demi memastikan performa warna cerah agar pengalaman menonton lebih optimal. BenQ juga membekali proyektor berbasis teknologi DLP tersebut fitur HDR-Pro eksklusif yang mampu mengoptimalkan teknologi dukungan HDR10 dan HLG. Dengan taburan fitur penambah kualitas warna tersebut, bisa-bisa BenQ W2700 menjadi proyektor terbaik di kelasnya.

Performa

Seperti proyektor milik BenQ lainnya, W2700 memiliki basis teknologi Digital Light Processing (DLP). Keunggulan proyektor berteknologi DLP dibandingkan yang lainnya adalah menampilkan kontras lebih baik dan warna hitam lebih pekat dibandingkan basis teknologi proyektor lain.

Sudah sempat saya bahas sebelumnya, proyektor BenQ W2700 memiliki resolusi 4K UHD (3840×2160 piksel). Resolusi natif dari proyektor dengan fitur HDR ini adalah 8,3 juta piksel, dengan demikian menyajikan ketajaman 4x lipat dibandingkan dengan resolusi Full HD. Resolusi yang tinggi sangat diperlukan untuk proyektor home theater demi ketajaman setiap detil saat memproyeksikan konten film hingga 200 inci.

Pengujian awal saya menggunakan kepingan Blu-ray HQV Benchmark yang tentu saja diputar melalui Blu-ray player. Dalam benchmark tersebut, uji coba pertama yang dihadapi BenQ W2700 adalah Noise Reduction. Kebetulan proyektor ini memiliki fitur Noise Reduction hingga 3 preset (Low, Middle, High). Mulai dari pengaturan Low, gangguan grain yang terlihat dan dapat diatasi. Beralih ke pengaturan Middle, gangguan grain pada konten secara signifikan menghilangkan gangguan noise tanpa menganggu ketajaman detil. Tetapi Pada pengaturan High, detil pada konten agak menurun, tetapi tidak terlalu menganggu.

Proyektor BenQ W2700 mampu melangkahi percobaan Video Resolution Loss dengan sangat lancar. Pasalnya, pada konten pengujian saya tidak melihat gangguan flicker di seluruh frame proyeksi. Selanjutnya saya memberi pengujian BenQ W2700 dengan Film Resolution Loss, berkat fitur Motion Enhancher 4K, proyektor yang mengusung 10 elemen lensa proyeksi ini tidak tersandung gangguan moire. Dengan demikian gerakan pada layar terlihat tajam dan mulus.

Mengingat BenQ W2700 merupakan proyektor 4K UHD, maka dengan sangat mudah melewati uji coba Diagonal Filtering. Pengujian ini menampilkan seberapa baik proyektor menyodorkan garis diagonal dalam beberapa derajat (+45 derajat hingga -45 derajat). Saya melihat tidak ada gangguan jaggies atau kerutan untuk setiap sudut kemiringan.

Selain menguji menggunakan Benchmark, saya juga mencoba proyektor BenQ W2700 4K dengan menonton film Avengers: Infinity Wars. Film keluaran tahun 2018 ini berupa kepingan Blu-ray 4K UHD, dan (sekali lagi) tentu saja saya memutarnya di Blu-ray player yang mendukung 4K UHD berbasis teknologi HDR demi pengalaman yang lebih optimal.

Resolusi 4K UHD pada proyektor BenQ W2700 sangat memanjakan mata saya dengan detil tajam meski memancarkan proyeksi besar. Debu-debu atau puing-puing dari gedung di perkotaan tempat para pahlawan super bertarung terlihat cukup jelas. Fitur HDR Pro yang dipegang proyektor ini menghasilkan kontras sangat baik. Ia dapat menambahkan tingkat kecerahan, sekaligus tetap menjaga area gelap dengan hitam pekat. Yang menjadikannya pengalaman menonton lebih asik adalah meski area gelap mampu ditangani, proyektor tidak mengorbankan detil-detil di area tersebut.

Fitur Motion Enhancer 4K membantu menampilkan konten pada layar lebih mulus dengan minim gangguan judder. Dari ketiga opsi mode tersebut (Low, Middle, High), saya lebih memilih pengaturan Low agar tetap terasa pengalaman sinematisnya. Sekali lagi, ini adalah pilihan sesuai selera penonton, jadi setiap orang bisa memiliki preferensi pilihan berbeda.

Film selanjutnya yang saya tonton adalah Life of Pi. Senada dengan Avengers: Infinity War, film garapan sutradara Ang Lee tersebut juga memiliki resolusi 4K UHD dan saya putar di Blu-ray 4K UHD. Proyektor BenQ W2700 dilengkapi dengan kecerahan 2000 lumen. Kecerahan ini terbilang tinggi untuk sebuah proyektor home theater. Dengan demikian, proyeksi masih dapat ditampilkan dengan cukup terlihat meski saya menggunakannya di ruangan berlampu.

Walaupun demikian, saya menonton film ber-genre petualangan tersebut di ruangan gelap agar lebih optimal. Sekali lagi, fitur HDR mampu menghadirkan kontras antara area gelap dan terang secara rapih tanpa gangguan penurunan detil. Salah satu hal yang paling saya nikmati berkat hadirnya fitur HDR Pro eksklusif dari BenQ adalah ketika adegan malam hari di tengah laut dengan langit bertabur bintang-bintang. Di sini kepekatan hitam terlihat bagus dengan kecerahan yang tidak menganggu area gelap, atau sebaliknya.

Warna yang dihasilkan sangat cerah dengan detil tertata tapi. Ini dibuktikan pada awal film dimulai dengan menampilkan dedaunan serta beberapa hewan. Pada pertengahan film, bulu-bulu sang harimau yang diberi nama Richard Parker tampil jelas. Ketika bulu sang harimau tertiup angin, fitur Motion Enhancher 4K membantu menampilkan pergerakan yang mulus untuk setiap helai bulu Richard Parker. Kamu pasti ingat ada sekumpulan ikan terbang yang mengarah ke Pi Patel dan Richard Parker. Meski ikan-ikan tersebut bergerak dengan cukup cepat, saya tidak melihat gangguan blur yang ditampilkan oleh proyektor BenQ W2700.

Mengingat BenQ W2700 merupakan masuk ke dalam jenis short throw projector, saya hanya memberi jarak proyektor 4K ini sekitar 2,5 meter dari layar agar dapat memproyeksikan gambar 100 inci. Selama mengulasnya, seolah-olah saya memiliki home theater sendiri.

Kualitas suara yang dihasilkan oleh proyektor BenQ W2700 patut diacungi jempol. Hal ini dibuktikan oleh suara terdengar baik di setiap frekuensi. Suara frekuensi rendah atas bass dapat bermain dengan cukup bagus di setiap kekuatan amplitudo, dengan demikian speaker ini tidak terdistrosi ketika saya menyetelnya dengan tingkat volume tinggi.

Suara dialog para pemain juga terdengar jelas, ini dikarenakan suara frekuensi tinggi tidak mendominasi suara frekuensi menengah. Keunggulan ini dapat saya dengarkan ketika film menayangkan adegan badai disertai oleh deburan ombak. Mendengar sajian suaranya, tidak terlalu berlebihan jika proyektor 4K dari BenQ ini salah satu proyektor terbaik di kelasnya.

Jika ingin menggunakan laptop, cara menghubungkan laptop ke proyektor sama seperti menghubungkannya ke Blu-ray player. Yaitu dengan mengandalkan kabel HDMI dari laptop ke proyektor BenQ.

Kesimpulan

Proyektor BenQ W2700 4K UHD memang cocok jika kamu sedang mencari proyektor 4K rumahan untuk keperluan home theater. Taburan aneka fitur pendukungnya membuat tampilan proyeksi memiliki warna alami serta cerah.

Performa kekuatan suaranya juga bukan saja dibuktikan oleh kualitas frekuensi yang tidak saling mendominasi, tetapi speaker ini juga mampu mengalirkan tata suara surround yang cukup baik dari sebuah proyektor. Saya juga menyukai W2700 karena termasuk ke dalam jenis short throw projector sehingga tidak memerluakn ruangan besar untuk menikmati gambar yang menyerupai bioskop.

Sebagian besar orang pasti telah menyiapkan sistem audio dari AV receiver yang nantinya akan dihubungkan ke proyektor home theater, jadi mereka berpikiran jika suara yang bagus dari proyektor tidak akan berguna. Hal ini memang tidak salah, tetapi kualitas suara yang bagus dari proyektor akan membantu kamu ketika ingin menonton di ruangan berbeda atau membawanya ke rumah teman tanpa membawa serangkaian sistem audio atau AV receiver. Harga proyektor ini adalah Rp35 juta, sesuai dengan performa unggul yang diberikannya serta menjadi salah satu proyektor terbaik di kelasnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: