Bakal ada empat hingga lima unicorn baru tahun depan di Indonesia

Rudiantara menargetkan bahwa Indonesia akan memiliki empat hingga lima unicorn baru tahun depan. Akhir tahun ini, sebuah unicorn baru diprediksi akan lahir.

Bakal ada empat hingga lima unicorn baru tahun depan di Indonesia Source: Patardo/ Tek.id

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, memprediksi munculnya unicorn baru di Indonesia, setidaknya akhir tahun ini. Kendati tidak menyebut secara pasti perusahaan apa yang ia maksud, namun Rudiantara menyebut bahwa seri pendanaan perusahaan ini sudah berada di tahap atas. 

“Unicorn kita ada lima. Saya berharap ada satu lagi akhir tahun ini. Saya belum tahu apa. Saya sih berharap ada satu akhir tahun ini karena pendanaannya sudah di-round paling atas.” ujar Rudiantara ketika menghadiri pengumuman kerjasama Halodoc dengan BPJS Kesehatan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Bagaimana posisi Indonesia di mata Industrialis Korea?

Perusahaan asal Korea ini punya solusi IoT untuk makanan dan minuman

14 startup asal Korea Selatan perluas pasar ke Indonesia


Secara khusus, Rudiantara berharap adanya empat sampai lima unicorn baru pada tahun 2020. Jika hal ini terlaksana dengan baik, ditambah dengan hadirnya potensi unicorn akhir tahun ini, jumlah unicorn di Indonesia diprediksi akan mencapai 10 pada akhir tahun 2020. 

“Harapannya, total tahun ini ada 5. Kita berharap ada satu sebelum akhir tahun. Kalau empat, jadi 10 [unicorn] tahun 2020.” ungkap Rudiantara. 

Salah satu yang menjadi harapan Rudiantara adalah adanya unicorn dari sektor healthtech. Ia memprediksi bahwa startup di bidang kesehatan, berpotensi menjadi menjadi unicorn selanjutnya. Pasalnya, menurut Rudiantara, pemerintah mengalokasikan APBN 2020 untuk sektor kesehatan lebih dari Rp100 triliun. Bahkan katanya, kemungkinan alokasi itu bisa mencapai Rp120 triliun. 

“Kalau bisa dapat lima persen saja dari situ, itu kan sudah hampir 7-8 triliun GMV [omzet penjualan]. Itu potensi untuk jadi unicorn lebih cepat.” ujar Menteri Komunikasi.

Untuk diketahui, dalam pembicaraan dengan awak media, Rudiantara menyebut bahwa 5 persen APBN harus dibelanjakan untuk sektor kesehatan. Menurutnya, dengan besaran ini ada banyak hal yang dapat ditingkatkan dan banyak proses yang dapat diperbaiki. Rudiantara sendiri menyatakan optimis dengan hal tersebut.

“Sekarang satu tahun BPJS bisa manage 100 triliun lebih. Karena kontribusinya juga dari swasta. Angkanya besar sekali. Jadi ini saya sangat positif.” ungkapnya. 

Untuk diketahui, saat ini Indonesia sudah memiliki 5 unicorn, yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak dan OVO. OVO sendiri belum lama ini menyusul empat unicorn di Indonesia. Sementara itu, Gojek sudah didapuk menjadi decacorn asal Indonesia dengan nilai valuasi lebih dari USD10 miliar. 

Berkaitan dengan itu, riset Google dan Temasek menyebut bahwa ada dua startup di Indonesia yang didapuk menjadi "Aspiring Unicorn". Ini merupakan sebutan bagi startup yang valuasinya bernilai USD100 juta hingga USD1 miliar. Adapun kedua startup yang dimaksud dalam riset tersebut adalah Akulaku dan Halodoc. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Startup