sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id poco
Jumat, 29 Mar 2024 09:09 WIB

3 fakta mengenai pembuatan obat kanker di luar angkasa

Melalui pemanfaatan kondisi mikrogravitasi, sebuah startup bernama BioOrbit memperkenalkan gagasan yang dapat mengubah paradigma pengobatan kanker di masa depan.

3 fakta mengenai pembuatan obat kanker di luar angkasa

Teknologi luar angkasa semakin berkembang pesat, membawa inovasi yang revolusioner dalam berbagai bidang seperti pengembangan obat-obatan, eksplorasi planet, dan komunikasi antariksa. Salah satu inovasi terbaru dalam industri kesehatan adalah pengembangan obat kanker di luar angkasa. 

Dilansir dari WIRED (29/3), melalui pemanfaatan kondisi mikrogravitasi, sebuah startup bernama BioOrbit memperkenalkan gagasan yang dapat mengubah paradigma pengobatan kanker di masa depan. Berikut adalah 3 fakta mengenai pembuatan obat kanker di luar angkasa. 

1. Mengatasi kendala kristalisasi di Bumi

Di Bumi, pembuatan obat dengan mengkristalkan protein seringkali menghasilkan kristal yang penuh dengan ketidaksempurnaan dan ukuran yang tidak konsisten. Namun, di luar angkasa, tanpa pengaruh gravitasi planet, protein yang dikristalkan keluar dengan sempurna. Hal ini membuka pintu untuk pembuatan obat kanker dengan konsentrasi yang lebih tinggi dan volume yang lebih kecil.

2. Inisiatif BioOrbit

BioOrbit, startup yang didirikan oleh Katie King, membidik untuk memanfaatkan kondisi mikrogravitasi di luar angkasa untuk pembuatan obat kanker. Setelah mendapatkan pendanaan dari Badan Antariksa Eropa, rencananya adalah untuk menguji proses ini di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada awal tahun depan. Tujuan jangka panjangnya adalah membangun fasilitas permanen di luar angkasa untuk penelitian dan produksi obat.

3. Tantangan dan harapan

Meskipun gagasan ini menjanjikan, ada beberapa tantangan yang harus diatasi. Antrean panjang untuk mendapatkan ruang di roket untuk membawa material ke ISS dan biaya yang tinggi menjadi beberapa hambatan utama. Selain itu, pertanyaan regulasi juga muncul: apakah aturan dan regulasi Bumi berlaku di luar angkasa? Namun, Katie King optimis dan melihat BioOrbit sebagai kelinci percobaan untuk menjelajahi potensi mikrogravitasi dalam pengembangan obat.

Dengan langkah-langkah inovatif seperti pembuatan obat kanker di luar angkasa, kita semakin dekat dengan menciptakan masa depan di mana pengobatan kanker menjadi lebih efektif dan mudah diakses. 

BioOrbit dan gagasan serupa memberikan harapan baru bagi para penderita kanker dan memperluas batas-batas pengetahuan manusia tentang kesehatan dan ilmu kehidupan. Mungkin suatu hari nanti, kita akan menyaksikan bahwa obat-obatan yang kita konsumsi telah melakukan perjalanan ke luar angkasa sebelum tiba di tangan kita.

Share
×
tekid
back to top