Review Prolink PDC54001

Tidak seperti janji politikus, USB Charger ini memang jujur

Fitur QuickCharge 3.0 pada USB charger ini bukan cuma embel-embel doang, ia mampu mengisi cepat mendekati kemampuan adapter bawaan.

Zaman sekarang ini, punya gadget lebih dari satu itu sudah menjadi hal yang biasa kita temui. Saya sendiri demikian, saya menggunakan sedikitnya tiga perangkat untuk menunjang aktivitas harian.

Karena harus bekerja secara mobile, saya harus selalu membawa adapter dari masing-masing perangkat tersebut. Alhasil, bawaan saya jadi banyak dan bobot tas saya jadi tidak ringan.


BACA JUGA

Choetech Charger, charger nirkabel yang super cepat

FCC setujui metode pengisian nirkabel berjarak 1 meter

Prolink PCU6101, tak perlu berebut colokan lagi


Untungnya saya menemukan solusi berupa aksesori untuk mengisi beberapa perangkat saya. Adalah USB Charger dari Prolink. Penasaran bagaimana kinerja dari USB Charger milik Prolink ini. Simak ulasannya berikut ini.

Desain tetap ringan dan ringkas

USB Charger berseri PDC54001 ini hadir dengan dua pilihan warna yakni, hitam dan putih. Desainnya mengotak dengan sudut membulat. Ukurannya tergolong ringkas dan ringan berkisar 272gram saja. Toh tujuannya memang agar mudah dibawa-bawa dan masih memungkinan untuk dimasukan kedalam saku celana.

Di bagian atas, Prolink PDC54001 dilengkapi dengan sebuah lampu indikator. Jumlah port-nya sendiri ada lima buah, terdiri dari 1 port USB Type-A 3.0 (QC3.0), 3 port USB Type-2.0 dan 1 buah port USB Type-C 2.0.

USB charger ini membutuhkan daya dari soket listrik rumahan. Jenis colokannya juga sudah desesuaikan dengan soket listrik di Indonesia, sehingga mudah untuk digunakan tanpa harus menambah adapter lagi. Kepala colokannya bertipe PS2 ke PS3 slim dengan kabel sepanjang 193cm. Hal ini membuatnya mudah digunakan di berbagai kondisi.

Tawarkan fitur pengisian cepat

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah fitur Quick Charge 3. Fitur ini belakangan umum ditemukan dan menjadi penting karena menawarkan waktu pengisian yang relatif cepat. Fitur yang umum ditemukan pada smartphone keluaran terbaru.

Nah yang membuat penasaran adalah, apakah benar USB charger milik Prolink ini menawarkan pengisian yang cepat? Kalau tidak dicoba, ya tidak akan tahu. Untuk itu kita coba dulu.

Untuk membuktikan dukungan Qualcomm QuickCharge 3.0, saya menggunakan beberapa perangkat yang sudah mendukung fitur tersebut. Meski begitu, saya juga menguji perangkat yang menggunakan prosesor selain keluaran Qualcomm.

Pengujian pertama, saya mengisi baterai Realme 3. Smartphone ini sudah mendukung pengisian cepat. Durasi waktu pengisiannya selama 1 jam menggunakan port yang mendukung fitur Quick Charge 3.

Baterai Realme 3 dari kondisi kosong terisi sebanyak 53 persen selama satu jam dengan menggunakan adaptor bawaannya. Sementara, jika menggunakan USB charger milik Prolink ini, daya yang terisi sebesar 48 persen selama satu jam.

Selanjutnya, saya mengisi baterai Samsung Galaxy M20. Selama durasi pengisian 1 jam menggunakan adaptor bawaan, baterai Galaxy M20 dapat terisi sebesar 52 persen. Namun, jika menggunakan USB charger milik Prolink, baterainya terisi sebanyak 49 persen.

Sebelum mencoba mengisi beberapa perangkat bersamaan, saya mencoba mengisi baterai Razer Phone 2 menggunakan port USB tipe C-nya. Ternyata, hasilnya tidak bisa dibilang baik. Karena, selama 1 jam pengisian baterainya hanya terisi sebanyak 20 persen.

Untuk memberikan gambaran saat pengujian, saya turut menggunakan aplikasi ampere, guna melihat besaran arus yang masuk ke smartphone. Saya menggunakan tiga perangkat berbeda yang pertama Samsung Galaxy M20, Realme 3, dan Redmi S2.

Saat ketiga perangkat terhubung bersamaan, besaran arus yang masuk pada perangkat mulai ditampilkan oleh aplikasi Ampere. Pada Samsung Galaxy M20 besaran arus yang masuk rata-rata 1020mA, pada Realme 3 rata-rata arus masuk 1070mA, dan pada Redmi S2 rata-rata arus yang masuk sebesara 950mA.

Dengan waktu pengisian selama 1 jam, ketiga smartphone terisi dengan jumlah yang berbeda. Samsung Galaxy M20 terisi sebanyak 27 persen, untuk Realme 3 terisi sebanyak 32 persen dan Redmi S2 terisi sebanyak 31 persen.

Dari beberapa hasil pengujian tersebut, USB charger Prolink PDC54001 ini bisa menjadi aksesoris yang cocok buat pengguna yang memiliki lebih dari satu gadget. Kemampuan pengisiannya memang relatif cepat, terlebih untuk port yang sudah mendukung fitur QuickCharge 3. Hanya saja, 3 port lainnya memiliki waktu pengisian yang tidak terlalu istimewa.

 
Prolink USB Charger
Bagus ...
  • Desain ringkas
  • Multi port
  • Pengisian cepat
Kurang ...
  • Pengisian bersama kurang cepat
  •  
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: