Review ZenFone 6, kami menyukainya

Dihargai Rp6,9 juta, Asus menawarkan semua fitur yang ada di ponsel unggulan, ditambah kapasitas baterai yang besar.

Review ZenFone 6, kami menyukainya

Asus sudah resmi merilis ZenFone 6 di Indonesia. Walau masuk ke dalam level ponsel unggulan, harga ZenFone 6 sekira 30 persen lebih murah dari para pesaingnya. Kami sudah me-review ZenFone 6, dan berikut adalah hasilnya.

 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

D-Link DIR-842, sudah dapat WiFi 5GHz MU MIMO di bawah Rp1 juta

Review Black Shark 2 Pro, auto chicken dinner?

Acer Nitro 5, Laptop gaming solid dibawah Rp10 juta


 

 

 

 

Dari hasil benchmark tersebut, terlihat bahwa kemampuan ZenFone 6 berbeda tipis dengan empat pesaingnya. Pengalaman bermain gim di ZenFone 6 harus diacungi jempol. Bermain PUBG di pengaturan tertinggi, yakni HDR Extreme, anti-aliasing on, shadow on terasa sangat lancar. Saat diukur menggunakan aplikasi Game Bench, ia konsisten menampilan grafis 60 FPS.

Saya bermain gim ini selama satu jam non-stop untuk mengukur seberapa panas ZenFone 6 .Saya juga melakukan benchmark selama lima kali berturut-turut untuk mengukur hal yang sama.

Hasilnya, suhu paling tinggi di casing mencapai 46 derajat celcius dan suhu yang tercatat di aplikasi pembaca internal untuk CPU adalah 41 derajat celcius. Berikut ini grafik suhu ZenFone 6 :

 

 

 

 

Baterainya pun luar biasa mengagumkan. Menggunakan baterai sebesar 5.000mAH, ZenFone 6 tercatat sebagai ponsel unggulan berbaterai terbesar. Dalam pengujian, saya mendapati pengurangan daya sekira 31 persen (dari 100 persen ke 69 persen) selama bermain PUBG dalam jangka waktu 49 menit. Jadi, dalam sekali pengisian daya, kita bisa bermain PUBG selama 2 jam tanpa henti.

Sementara saat digunakan sebagai perangkat harian, baterai ZenFone 6 luar biasa tahan seharian. Saya sempat membawanya untuk meninggalkan hiruk pikuk pekerjaan dengan bersantai seharian di Dunia Fantasi.

Selama melakukan perjalanan kurang lebih 1,5 jam menggunakan angkutan umum, saya selalu mendengarkan musik streaming. Di sela-sela mendengrkan musik, saya juga sembari mengecek media sosial. Sesampainya di Dufan, baterainya berkurang menjadi 89 persen.

Selama melakukan perjalanan, saya pun mengambil banyak foto dan video. Dan boleh dikatakan, hasil foto dan video dari kamera 48MP ini cukup baik. Tapi, perlu diketahui, secara default, ZenFone 6 hanya mengambil gambar 12MP saja.

Mereka menggunakan teknologi Pixel Binning untuk mendapatkan hasil noise yang lebih rendah. Berikut ini perbedaan antara kamera 12MP dengan 48MP di ZenFone 6 :

FItur AI yang ada di ZenFone 6 juga bagus. Saya mencoba memotret beberapa objek berbeda, dan AI mampu mendeteksinya dengan sempurna. Berikut ini hasil foto menggunakan kamera ZenFone 6 :

Untuk kebutuhan selfie, seperti diketahui bahwa ZenFone 6 memiliki sistem kamera flip. Artinya, kamera belakang bisa menjadi kamera depan. Jadi, pengguna akan dapat menggunakan semua fitur kamera belakang di mode kamera depan. Berikut hasil foto selfie menggunakan ZenFone 6, baik menggunakan kamera utama dan kamera wide 13MP :

/p>

Mengambil gambar di malam hari juga sangat mengesankan. Fitur Night Mode di kamera ini terasa cukup baik, meski masih kalah dengan beberapa pesaing utamanya. Tapi, hasilnya sudah cukup baik untuk perangkat seharga ini.

Beralih ke Video, ZenFone 6 mampu merekam 4K di 60FPS. Ia juga dilengkapi dengan mode slow-motion di FHD hingga 240FPS dan HD hingga 480FPS. Selain itu, ada juga fitur time-lapse,

Fitur yang cukup mengesankan, yakni Motion Tracking Video mode. Fitur ini mampu mengikuti orang atau barang saat mereka bergerak.

Kualitas audio ZenFone 6 cukup lantang dan jernih. Asus menempatkan satu speaker di bagian bawah, dan satu lagi di bagian atas layar. Sayang, speaker yang menyembur dari layar memiliki suara yang cukup lemah.

Satu hal yang paling membuat saya tidak nyaman menggunakan ZenFone 6 adalah penggunaan panel IPS. Meski sudah mendukung sertifikasi DCI-P3 dan sudah memiliki HDR10, namun vibrant warnanya cukup mengecewakan.

Penggunaan layar IPS juga membuat kecerahan layar di bawah sinar matahari cukup buruk. Saya menemukan layar ZenFone 6 sering kali tidak dapat terlihat saat di bawah sinar matahari yang terik.

Di penghujung hari dalam perjalanan saya di Dufan, baterai yang tersisa masih ada 31 persen. Dan saya pun mencoba menghabiskan sisa baterai tersebut di jalan pulang. Sesampai di rumah, sisa baterai yang ada di perangkat saya adalah 4 persen.

Pengisian ulang daya ZenFone 6 cukup cepat karena sudah didukung Quick Charge 4. Selain itu, charger-nya berdaya 18Watt dapat mengisi baterai dengan cepat.

Dengan kisaran harga Rp6,9 juta, prosesor Snapdragon 855, kamera 48MP, dan baterai berkapasitas besar, agak sulit bagi saya untuk tidak merekomendasikan ZenFone 6. Kelemahan yang masih bisa saya terima adalah penggunaan panel layar IPS dan juga mode kamera flip.

 

Asus ZenFone 6
Bagus ...
  • Murah
  • Sudah Pakai Snapdragon 855
  • Baterai Besar
Kurang ...
  • Layar IPS
  • Ketahanan Kamera Flip Masih Diragukan
  • Tidak Ada Kamera Tele
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: