Review Rapoo V29 Pro

Mouse gaming unik ini punya LED seperti putri malu

Selain dibekali dengan rentang DPI yang cukup tinggi, Rapoo V29 Pro memiliki tampilan LED yang cukup unik

Namanya memang tidak sementereng Razer, SteelSeries, Logitech dan beberapa brand gaming lainnya. Meski begitu Rapoo memiliki produk gaming yang terbilang cukup oke. Rapoo tampak serius menggarap jajaran lini gamingnya, seperti seri V29 Pro yang akan kami ulas berikut ini.

Desain


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Logitech luncurkan G604 LIGHTSPEED Wireless Gaming Mouse

Mouse gaming baru dari Cooler Master janjikan kenyamanan

Logitech pamer mouse gaming baru


Sekilas bentuknya terlihat seperti mouse ambidextrous, namun ketika dicermati mouse ini ternyata ditujukan untuk pengguna tangan kanan. Hal ini dapat dipastikan dari peletakan dua buah tombol di sisi sebelah kiri dan lekukan pada tepian mouse.

Dimensinya tergolong cukup besar untuk pengguna. Panjangnya sekitar 129.9mm dengan lebar 69.1mm. Bagi pengguna bertelapak cukup lebar, mouse ini masih cukup nyaman untuk dioperasikan. Terlebih jika kamu menggunakan gaya palm-grip ketika memegang mouse.

Namun bagi pengguna mouse bergaya claw-grip seperti saya, mouse ini rasanya agak kurang cocok karena cukup berat untuk diangkat-angkat.

Total ada 7 tombol pada Rapoo V29 Pro meliputi dua tombol tambahan di sisi sebelah kiri. Lalu ada sebuah tombol yang disiapkan untuk pergantian tingkat DPI yang diletakkan berdekatan dengan wheel-button.

Untuk koneksinya, mouse ini menggunakan kabel berbungkus nylon-braided. Hal ini cukup oke karena kabel seperti ini tidak mudah kusut dan kesat ketika bergesekan dengan kabel lainnya. Sedangkan untuk mendukung pergerakan yang lancar, mouse ini sudah dibekali lapisan teflon tiga sisi di bagian bawah.

Fitur

Perangkat gaming semakin identik dengan kehadiran lampu LED. Begitu juga Rapoo V29 Pro. Ketika dihubungkan pada port USB, seluruh bodinya akan berkedip-kedip dan menampilkan beberapa warna. Sejatinya mouse ini mampu menampilkan 16 juta warna yang bisa dikonfigurasi melalui aplikasi Rapoo Vpro.

Melalui aplikasi VPro, pengguna bisa memaksimalkan beberapa fitur yang ditawarkan oleh mouse ini. Salah satunya pengaturan tujuh tingkat DPI dengan rentang 100 sampai 8000 dpi, USB Reporting Rate, fitur makro dan bisa menyimpan hingga lima buah profil.

Harian dan gaming

Untuk penggunaan harian, mouse ini masih tergolong nyaman. Meski saya kurang cocok akan beratnya ketika menggunakan gaya claw-grip. Namun bagi pengguna mouse bergaya palm-grip rasanya tidak akan memasalahkan hal tersebut.

Tombol utamanya cukup ringan ketika ditekan, tetapi tidak masuk dalam kategori yang teringan. Sementara peletakan tombol DPI berdekatan dengan wheel-button, memudahkan saya ketika ingin mengganti besaran DPI hanya dengan satu tombol.

Lokasi dua tombol bawaan di sisi kiri mudah digapai oleh ibu jari, namun kedua tombol di sisi kiri ini saya rasakan terlalu empuk, sehingga seringkali tak sengaja tertekan.

Kesimpulan

Mouse gim milik Rapoo ini menawarkan beberapa fitur menarik. Pertama adalah rentang DPI yang cukup tinggi yang dikombinasi dengan sebuah tombol pengaturan on-the-fly. Dengan fitur tersebut saya bisa berganti tingkat DPI dengan cepat, dari satu judul gim ke judul gim lainnya. Padahal saya hanya menjalankannya dalam mode cycle.

Selain itu Rapoo memberikan fitur yang cukup unik pada tampilan LED-nya. Mouse ini bisa bertingkah layaknya putri malu. Ketika akan disentuh mouse ini akan mematikan LED-nya, namun jika tangan dijauhkan LED akan kembali menyala.

Dari pengalaman bermain gim, mouse ini nyaman dioperasikan. Selain bentuknya ergonomis, mouse ini juga memerhatikan tepian karena dilapisi karet untuk memberikan grip pada ujung jari. Hanya saja bobot dari mouse ini sedikit mengganggu gaya bermain saya.

Namun mengingat harganya yang cukup terjangkau, mouse ini masih bisa dijadikan rekan andalan untuk bermain gim.

 
Rapoo V29 Pro
Bagus ...
  • Desain ergonomis
  • Rentang DPI tinggi
  • Tampilan LED unik
Kurang ...
  • Bobot cukup berat
  • Aplikasi kurang stabil
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: