sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
Sabtu, 25 Apr 2020 12:21 WIB

Messenger Kids, media sosial yang cukup aman bagi anak

Secara penuh orangtua memegang kendali pada konten di akun Messenger Kids. Setiap permintaan berteman akan masuk ke Facebook orangtua untuk meminta perizinan.

Messenger Kids, media sosial yang cukup aman bagi anak
Source: Facebook

Beberapa waktu lalu dikabarkan Messenger Kids telah hadir di Indonesia. Platform pesan Facebook yang dikhususkan untuk anak ini memberikan kemudahan kepada anak untuk berkomunikasi dengan keluarga jauh atau teman kelasnya yang sudah lama tidak bertemu selama masa pandemi ini. Facebook memastikan layanan ini memiliki kontrol orangtua yang sangat kuat. Akun Messenger Kids anak juga terhubung dengan akun orangtua.

Saat pertama kali membuka aplikasi, pengguna akan dimintai akun Facebook-nya atau akun orangtua yang akan mengontrol. Lalu akun keduanya akan saling terkonfigurasi. Setelah orangtua mengkonfirmasi akunnya, barulah akun anak bisa dibuat.

Saya mencoba membuat akun anak di perangkat yang terpisah dengan akun Facebook Saya. Untuk membuat akun anak, Saya perlu memasukkan nama dan tanggal lahir anak. Saya membuat nama anak khayalan Saya, yaitu Elijah Dhiza. Lalu setelah itu muncul pillihan kode yang bisa dimiliki akun Elijah sebagai ID apabila temannya ingin mencari akunnya.

Langkah selanjutnya akan muncul pilihan warna yang dapat dipilih sebagai tema aplikasi Messenger Kids. Di sini, orangtua bisa mengajak anak dalam memilih warna favoritnya.

 

Langkah mendaftar di Messenger Kids

 

Menuju halaman utama aplikasi, terdapat 5 menu bar di atas layar, di antaranya kamera, kontak, profil akun, misi, dan tambah kontak. Di menu kamera, anak dapat mengambil gambar dan mengeditnya. Pilihan fitur editnya pun bervariasi dan sangat berwarna, seperti pilihan stiker dan filter yang lucu-lucu. Setelah itu, gambar dapat dikirim ke kontak yang ada.

 

Fitur kamera di Messenger Kids

 

Kontak yang ada di akun anak secara penuh dikontrol oleh orangtua. Ketika Saya mencoba menambahkan teman lewat akun Elijah, terdapat dua pilihan untuk menambah teman, yaitu lewat kode atau lewat namanya.

 

Langkah untuk menambah teman di Messenger Kids

 

Lalu jika sudah memasukkan nama atau kode, sebuah notifikasi masuk ke Facebook Saya yang berperan sebagai orangtua. “Elijah wants you to add Rizanul as their Messenger Kids contact” demikian informasi yang tertulis di notifikasi. Saya (orangtua) dapat memilih untuk mengizinkannya atau tidak. Jika Saya mengizinkannya, maka akan keluar pertanyaan apakah Rizanul akun anak atau orang dewasa. Apabila Rizanul merupakan akun anak, maka permintaan akan terkirim dari Saya ke akun orangtua Rizanul. Namun, jika sebaliknya, Saya tinggal mengklik tanda centang yang ada di samping nama Rizanul untuk mengizinkan pertemanan. Pada dasarnya opsi ini kembali menegaskan bahwa akun anak yang dapat ditambahkan, berada di bawah kendali orangtua.

 

Notifikasi yang masuk di akun Facebook orangtua

Menu bar berikutnya adalah kontak, seperti biasa isinya adalah kontak yang berteman dengan Elijah. Dilanjut dengan profil Elijah, lalu misi. Menu misi berisi kumpulan stiker yang didapatkan anak dari setiap kegiatan yang ia lakukan di Messenger Kids.

Menu misi yang ada di Messenger Kids

Setiap kegiatan yang anak Anda lakukan mendapatkan apresiasi berupa stiker. Tidak hanya itu, terdapat juga misi sederhana yang perlu anak lakukan, seperti mengambil gambar, menelepon teman, atau memainkan permainan.

Selain merupakan media sosial bagi anak, Messenger Kids juga dilengkapi dengan gim-gim sederhana. Satu di antaranya adalah tebak gambar. Anak akan menggambar sebuah benda dan mengajak teman di kontaknya untuk menebak. Selain itu, ada juga gim edukasi seperti kegiatan yang baik atau buruk dilakukan untuk menjaga kebersihan.

 

Berbagai gim yang ada di Messenger Kids

Setelah berlama-lama, akhirnya Saya pun mencoba fitur pesan dan panggilan yang menjadi inti dari aplikasi ini. Untuk memulai obrolan, Saya mengklik tombol plus yang ada di menu bar paling kiri. Setelah itu Saya dapat memilih kontak yang ingin Saya hubungi. Kabarnya, fitur chat yang ada di Messenger Kids tidak dapat dihapus. Saya mencobanya, dan benar saja Saya tidak menemukan pilihan menghapus chat ataupun membatalkan pengiriman. Mungkin hal tersebut sengaja dibuat agar orangtua bisa melihat seluruh percakapan yang ada.

 

Tampilan chat di Messenger Kids

 

Panggilan video juga bisa dilakukan dengan menekan tombol video pada percakapan yang sudah muncul di halaman utama aplikasi. Terdapat pilihan filter yang dapat anak gunakan agar panggilan lebih menyenangkan. Oh iya, anak juga bisa mengambil layar saat sedang melakukan panggilan video dan gambarnya secara otomatis akan terkirim ke lawan bicaranya.

 

Tampilan panggilan video di Messenger Kids

 

Seluruh kegiatan yang dilakukan di akun Elijah, dapat Saya pantau melalui akun Messenger Saya sebagai orangtua yang ada di smartphone lain. Saya dapat melihat berapa kali akun itu berkirim pesan dan melakukan panggilan video dengan seseorang, gambar apa saja yang ia kirimkan, serta kontak yang sudah berteman atau yang masih dalam permintaan berteman. Artinya, orangtua dapat dengan mudah memantai aktivitas anak di aplikasi Messenger Kids.

 

Tampilan kontrol terhadap akun anak dari Messenger orangtua

Namun, sepertinya orangtua tidak bisa melihat isi percakapan melalui kontrol di Messenger-nya. Ketika salah satu teman Elijah menjawab pesan, Saya tidak mendapatkan notifikasi ataupun keterangan apapun. Hanya terlihat jumlah percakapan seperti yang tadi Saya sudah sebutkan.

Secara keseluruhan, Messenger Kids cukup membantu orangtua memberi akses media sosial kepada anak dengan cukup aman. Konten tak layak untuk anak juga tidak akan terjadi karena tidak ada fitur explore seperti di Instagram, sehingga anak hanya dapat melihat konten dari teman-temannya yang juga dipantau oleh orangtua masing-masing. Di samping itu, visual Messenger Kids sangat cocok untuk anak di bawah 13 tahun. Penuh warna dan stikernya yang atraktif.

Share
×
tekid
back to top