Review Asus RTX 2060 Strix Gaming

Asus RTX 2060 Strix Gaming, raja baru resolusi 1440p

Jika selama ini seri x60 milik Nvidia menjadi jagoan bermain gim di 1080p, RTX 2060 membuktikan dirinya bisa naik kelas.

Asus RTX 2060 Strix Gaming, raja baru resolusi 1440p Asus RTX 2060 Strix Gaming

Tak dapat dipungkiri jika saat ini GPU Nvidia seri RTX 2060 menjadi raja baru di resolusi 1440p. Hal ini merupakan sebuah dobrakan baru, dimana seri sebelumnya seperti GTX 1060 diklaim sebagai raja di resolusi 1080p.

Dari sekian banyak varian, tim tek.id beruntung bisa mencicipi GPU RTX 2060 milik Asus, lebih tepatnya RTX 2060 Strix Gaming. Bagaimana tangguhnya GPU tersebut dalam melahap benchmark dan gim di resolusi 1440p? Jika penasaran, ikuti ulasan kami.


BACA JUGA

Asus resmi luncurkan 3 GPU GTX 1650

Gandeng BMW, Asus perkenalkan ROG Strix SCAR III dan Hero III

Asus bakal boyong 3 Zephyrus dengan prosesor Intel generasi ke-9


Desain ala ROG Strix kelas atas

Seperti biasa, Asus memberikan desain khas ‘ROG Strix’ di hampir semua GPU mereka. Tak terkecuali di jajaran RTX 2060 ini, yang merupakan GPU kelas middle. Hal ini dikarenakan Asus ingin membawa seri ROG ke semua pencinta gim.

Port I/O yang diberikan juga cukup lengkap. Saya melihat ada dua HDMI 2.0b dan DisplayPort 1.4. Keempat konfigurasi ini harusnya dapat menjalankan konten apapun hingga di resolusi 4K 60fps tanpa ada masalah berarti.

Namun, yang aneh adalah absennya port USB-C. Padahal di versi ‘Founder Edition’, terdapat port tersebut. Dengan hilangnya port ini, para pengguna akan kehilangan dukungan VirtuaLink VR Headset generasi selanjutnya, yang akan meninggalkan port HDMI.

Warna yang ditawarkan oleh Asus pun bisa dibilang monoton. Khusus seri Strix, mereka hanya menawarkan satu warna, yakni warna hitam. Hal ini membuat pengguna kurang dapat mencocokkan GPU ini jika mereka memiliki tema warna tertentu.

Bagian yang cukup relevan dengan ‘periferal’ gaming saat ini adalah kehadiran LED RGB di hampir semua bagian GPU tersebut. Keseluruhan LED inipun terhubung dengan software Aura Sync, yang memberikan pengguna kemudahan untuk mengontrol keseluruhan warna yang ada di GPU tersebut.

Namun, bagi mereka yang ingin tampilan dari GPU yang tanpa “blink-blink”, mereka dapat mematikannya di aplikasi Aura Sync. Jika pengguna ingin mematikannya secara permanen pun bisa. Anda tinggal memencet tombol LED on/off yang terletak di bagian belakang GPU.

Tiga kipas dengan pendingin tebal = anti panas!

Berbicara mengenai panas yang dihasilkan, sebenarnya RTX 2060 ini memiliki solusi thermal yang cukup baik. Beberapa situs mengklaim bahwa kartu ‘Founder Edition’ memiliki suhu yang cukup rendah untuk performa yang dihadirkan.

Dalam beberapa pengetesan pada kondisi full load selama beberapa menit di casing tertutup, memperlihatkan suhu yang impresif, paling panas ada di angka 80 derajat Celcius. Sedangkan untuk temperatur idle ada di angka 45 derajat hingga 50 derajat Celcius.

Untuk meningkatkan performa dari kartu tersebut, solusi dari Asus adalah dengan membenamkan tiga kipas dengan plat pendingin yang cukup tebal. Seperti diketahui, semakin dingin sebuah GPU, maka semakin tinggi boost clock yang bisa dicapai oleh sebuah GPU.

Lantas, bagaimana dengan hasil yang dimiliki oleh RTX 2060 Strix Gaming? Selama pengujian di dalam casing Corsair Carbide 678C, suhu yang dimiliki oleh GPU tersebut cukup impresif. Saat idle, GPU Asus ini memiliki rata-rata temperatur antara 40 hingga 43 derajat Celcius saja. Tentu saja, hal ini merupakan peningkatan dari RTX 2060 Founder Edition.

Sedangkan untuk full load, kartu ini tidak pernah mencapai lebih dari 80 derajat Celcius. Rata-rata panas yang dihasilkan setelah dipakai lebih dari dua hingga tiga jam hanya ada di angka 69 derajat hingga 73 derajat Celcius.

Selain tiga kipas yang powerfull, sistem pendinginan heat sink yang dimiliki pun cukup tebal. Hal ini bisa dilihat di bagian samping perangkat, yang bisa dibilang memenuhi semua bagian GPU. Sedangkan untuk mentransfer panas, mereka menggunakan lima copper heat pipe yang cukup besar.

Namun, para pengguna yang akan membeli GPU ini harus memastikan casing yang mereka miliki cukup mengakomodir panjang dari GPU tersebut. Terlebih lagi, meski memiliki desain dua slot, namun pada saat ingin menyematkan perangkat PCI lain, jarak antara keduanya cukup ketat.

Performa tinggi di resolusi 1080p dan 1440p

Sebelum mulai membahas performa dari RTX 2060 Strix Gaming, ada baiknya saya menjabarkan komputer yang digunakan untuk melakukan pengetesan. Kami menggunakan prosesor Intel Core i9 9900K dengan RAM Corsair sebesar 16GB, SSD WD Blue 1TB, dan menggunakan Casing Corsair Carbide 678C dalam kondisi tertutup. 

Pertama-tama, saya mencoba GPU ini di beberapa benchmark sintetis. Yang pertama adalah 3DMark Time Spy yang berjalan di resolusi 1440p. Hasil yang saya dapatkan di mode Normal adalah 8054 poin, sedangkan pada saat mode Turbo naik hingga di angka 8301 poin.

Sedangkan dalam test 3DMark Fire Strike di 1440p, saya mendapatkan hasil 18.698 poin di mode normal dan 18.896 poin saat ada di mode OC. 

Sedangkan untuk Port Royale, yakni benchmark sintetis untuk menguji Ray Tracing, memiliki 15 fps di resolusi 1440p, dan 29 fps di resolusi 1080p dengan mode standar. Untuk OC mode, di resolusi 1440p menembus angka 22 fps dan di resolusi 1080p mencapai 31 fps.

Untuk benchmark gim, kami menggunakan tiga gim populer saat ini. Ketiga gim tersebut adalah Tom Clancy's Ghost Recon Wildlands, Far Cry New Dawn, serta Tom Clancy's The Division 2. Saya mencoba langsung di resolusi 1440p untuk mengetahui sejauh mana kemampuan GPU milik Asus tersebut.

Mengejutkan, hasil benchmark dari Tom Clancy's Ghost Recon Wildlands sangat mengesankan. Di pengaturan Ultra, GPU ini memiliki hasil skor rata-rata 36 fps . Sedangkan di pengaturan grafis High, fps rata-rata melompat ke 78 fps.

Di gim Far Cry New Dawn, RTX 2060 ini berhasil melahap gim tersebut di angka rata-rata 79 fps, dengan lowest fps 65 fps. Jadi, tidak ada alasan kami untuk mengetesnya di pengaturan grafis yang lebih rendah.

Beralih ke gim Tom Clancy's The Division 2, lagi-lagi fps yang dihasilkan oleh GPU tersebut sangat mumpuni. Di pengaturan Ultra, fps rata-rata yang didapatkan ada di angka 56 fps, dengan lowest fps di angka 50 fps. Sekali lagi, tak ada alasan untuk menurunkan kualitas dari gim tersebut.

Kesimpulan : Raja baru 1440p

Dari hasil yang saya dapatkan, saya merasa bahwa Asus RTX 2060 Strix Gaming (dan GPU RTX 2060 lainnya) bisa dibilang sebagai raja baru di resolusi 1440p. Hampir semua gim yang saya mainkan dapat memiliki framerate rata-rata 60 fps atau lebih di settingan grafis tertinggi.

Harga yang ditawarkan pun cukup masuk akal. Di beberapa ecommerce Indonesia, Asus RTX 2060 Strix Gaming dibanderol di harga Rp7 juta-an. Meski bisa dibilang cukup terjangkau, namun harga ini setara dengan seri GTX 1070 yang meluncur tahun lalu.

Saran saya adalah sebelum mengganti GPU lawas Anda ke RTX 2060, ada baiknya memeriksa GPU apa yang Anda pakai. Jika Anda masih menggunakan GTX 970 atau GTX 1070, sebaiknya Anda menahan diri.

Tapi, berbeda cerita jika Anda memiliki GPU GTX 1060 kebawah. Upgrade ke RTX 2060 merupakan sebuah langkah yang lebih masuk akal.

 
Asus RTX 2060 Strix Gaming
Bagus ...
  • Bisa lahap gim AAA di 1440p
  • Thermal sangat baik
  • Kipas senyap
Kurang ...
  • Mahal
  • GPU cukup panjang
  • Desain monoton
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
NVIDIA ASUS