Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Duolingo yang Tumbuh Paling Cepat di Dunia
Indonesia masuk lima pasar Duolingo dengan pertumbuhan tercepat, sementara pengguna yang belajar Mandarin meningkat hampir tiga kali lipat sejak 2023.
CEO Duolingo Luis von Ahn bersama kreator konten Raditya Dika. dok. Duolingo
Indonesia masuk dalam lima pasar Duolingo dengan pertumbuhan pengguna aktif harian atau daily active users (DAU) tercepat di dunia secara tahunan.
Di tengah pertumbuhan tersebut, bahasa Inggris masih menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari pengguna Indonesia, disusul bahasa Jepang dan Mandarin.
CEO sekaligus salah satu pendiri Duolingo Luis von Ahn mengungkapkan besarnya potensi Indonesia dalam perbincangan bersama kreator Indonesia Raditya Dika di kantor Duolingo, New York City, Amerika Serikat.
“Kami melihat potensi yang sangat besar di pasar Indonesia,” ujar von Ahn.
- Begini Cara Aplikasi Melacak Aktivitas Pengguna dan Cara Menonaktifkannya
- Ferrari Gandeng IBM untuk Tingkatkan Pengalaman Fans F1 dengan AI
- Strava Hadirkan Fitur Terapi Fisik, Dorong Pengguna Lebih Seimbang antara Latihan dan Pemulihan
- SEEK Pass Hadirkan Verifikasi IELTS dan PTE, Peluang Lolos Kerja Naik 20 Persen
Ia melihat peluang untuk membantu lebih banyak pengguna Indonesia mempelajari bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, serta bahasa asing lainnya melalui platform Duolingo.
Pertumbuhan pengguna tersebut juga dibarengi perubahan pada bahasa yang diminati.
Berdasarkan data internal Duolingo, proporsi pengguna aktif harian di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin telah meningkat hampir tiga kali lipat sejak 2023.
Meski demikian, bahasa Inggris masih mempertahankan posisi sebagai bahasa yang paling banyak dipelajari pengguna Duolingo di Indonesia.
Bahasa Jepang berada di posisi berikutnya, kemudian Mandarin melengkapi tiga bahasa terpopuler.
Data Duolingo juga menunjukkan pengguna Indonesia memiliki kecenderungan mempelajari beberapa bahasa sekaligus.
Pengguna Duolingo di Indonesia tercatat 4,15 kali lebih mungkin mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin secara bersamaan dibandingkan rata-rata global.
Kecenderungan serupa terlihat pada kombinasi bahasa Jepang dan Mandarin yang mencapai 3,3 kali rata-rata global.
Sementara kombinasi bahasa Inggris dan Jepang tercatat 2,8 kali lebih tinggi.
Data tersebut menunjukkan tingginya minat pengguna Duolingo di Indonesia terhadap bahasa-bahasa Asia Timur, sementara bahasa Inggris tetap menjadi salah satu pilihan utama.
Alasan pengguna Indonesia belajar bahasa juga memiliki pola tersendiri.
Menurut data Duolingo, Indonesia berada di posisi teratas dalam proporsi pembelajar yang memasukkan “mendukung pendidikan saya” sebagai salah satu motivasi belajar.
Pengguna Indonesia disebut 37% lebih mungkin belajar bahasa untuk mendukung pendidikan dibandingkan rata-rata global.
Mereka juga 41% lebih mungkin menggunakan pembelajaran bahasa untuk mengisi waktu secara produktif.
Duolingo tidak merinci jumlah pengguna Indonesia yang menjadi basis data tersebut maupun periode pengumpulan datanya dalam materi yang disampaikan.
Pertumbuhan pengguna di Indonesia berjalan beriringan dengan upaya Duolingo memperluas materi pembelajarannya.
Saat ini, sembilan kursus bahasa terpopuler di platform tersebut telah tersedia hingga tingkat B2.
Tingkat tersebut memungkinkan pengguna melanjutkan pembelajaran melampaui kemampuan dasar menuju penggunaan bahasa yang lebih kompleks dan praktis.
Duolingo juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghadirkan latihan percakapan.
Menurut von Ahn, pendekatan tersebut dapat memberikan ruang bagi pengguna untuk berlatih berbicara menggunakan bahasa yang sedang dipelajari tanpa merasa takut dinilai orang lain.
Bagi von Ahn, memperluas akses pembelajaran di negara seperti Indonesia juga berkaitan dengan latar belakang pendirian Duolingo.
Tumbuh besar di Guatemala, ia melihat bagaimana kondisi ekonomi keluarga dapat memengaruhi kesempatan seseorang memperoleh pendidikan.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan di balik ambisinya membangun layanan pendidikan yang dapat diakses lebih luas.
“Saya ingin melakukan sesuatu yang dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan,” kata von Ahn.
Menurut dia, keterbatasan finansial seharusnya tidak menghalangi seseorang untuk belajar.
Karena itu, Duolingo mempertahankan akses pembelajaran bagi pengguna yang tidak mampu membayar layanan berlangganan.
Pertemuan von Ahn dan Raditya Dika di New York turut diisi sejumlah aktivitas bernuansa Indonesia.
Von Ahn mencicipi camilan Indonesia, mengenakan batik pemberian Raditya, hingga berlatih memperkenalkan diri dan mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia.
Von Ahn, yang sebelumnya pernah mengunjungi Bali, juga menyampaikan keinginannya menjelajahi wilayah lain di Indonesia.









