Alibaba Cloud Dinobatkan sebagai Market Leader Agentic AI oleh Omdia, Unggul di Lima Kategori Penilaian
Alibaba Cloud dinobatkan sebagai Market Leader Agentic AI oleh Omdia 2026, unggul di lima kategori dan memperkuat posisi AI cloud di Asia.
Fasilitas kantor Alibaba. dok. Alibaba
Alibaba Cloud kembali menegaskan posisinya di industri kecerdasan buatan global setelah dinobatkan sebagai Market Leader dalam laporan terbaru “Omdia Market Radar: Agentic AI Development Platform in Asia and Oceania 2026.”
Dalam laporan tersebut, Alibaba Cloud masuk dalam jajaran lima pemimpin dari total 12 vendor global yang dievaluasi. Alibaba Cloud juga meraih peringkat tertinggi pada lima dari tujuh kategori penilaian, meliputi context engineering, model support, multi-agent framework, operation and lifecycle management, serta open source and community.
Omdia menilai Alibaba Cloud memiliki kapabilitas platform pengembangan agen AI yang kuat untuk kebutuhan perusahaan.
“Di antara para penyedia platform pengembangan agen AI, Alibaba Cloud menonjol berkat kapabilitas enterprise-grade yang lengkap, menjadikannya pilihan yang tepat bagi perusahaan yang ingin membangun dan mengoperasikan agen AI mereka sendiri,” tulis Omdia dalam laporannya.
Pengakuan ini memperkuat posisi Alibaba Cloud sebagai penyedia solusi AI dan cloud yang semakin berperan penting dalam mendukung transformasi digital perusahaan di kawasan Asia dan Oseania.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam laporan tersebut adalah AgentRun, platform serverless yang diluncurkan Alibaba Cloud pada Desember 2025. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan membangun dan menjalankan agen AI secara lebih mudah melalui layanan Function Compute.
AgentRun memungkinkan pengguna merancang agen AI melalui antarmuka visual maupun bahasa pemrograman tingkat lanjut. Platform ini juga mendukung teknologi multimodal retrieval-augmented generation (RAG), yang memungkinkan agen AI memahami serta menghasilkan konten dalam berbagai format seperti teks, gambar, dan video.
Melalui pendekatan tersebut, Alibaba Cloud mengklaim biaya pengembangan agen AI dapat ditekan hingga 60 persen, sehingga membantu perusahaan mengoptimalkan investasi teknologi mereka.
Selain AgentRun, Alibaba Cloud juga mengembangkan Model Studio, sebuah platform yang menyediakan akses ke lebih dari 140 model AI. Platform ini mencakup model proprietary seperti Qwen dan Wan, serta berbagai model AI pihak ketiga yang dapat digunakan untuk beragam kebutuhan bisnis berbasis teks, visual, maupun multimodal.
Model fondasi open-source Qwen menjadi salah satu ekosistem AI terbesar milik Alibaba Cloud. Secara global, model ini telah mencatatkan lebih dari 1 miliar unduhan dan melahirkan lebih dari 200.000 model turunan yang dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan dan pengembang.
Laporan Omdia juga menyoroti potensi pertumbuhan pasar agentic AI di kawasan Asia dan Oseania yang diproyeksikan meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Pasar perangkat lunak agentic AI diperkirakan akan tumbuh dari 271 juta dolar AS pada 2025 menjadi sekitar 9,7 miliar dolar AS pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR mencapai 105 persen.
Pertumbuhan ini mencerminkan semakin pentingnya peran agen AI dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, sekaligus mempercepat proses transformasi digital di berbagai sektor industri.
Sebelumnya, Alibaba Cloud juga memperoleh pengakuan serupa dari Omdia dalam laporan “Market Radar: GenAI Cloud Titans in Asia & Oceania 2025.” Dalam laporan tersebut, Alibaba Cloud ditempatkan pada kuadran Leader, yang menyoroti kekuatan teknologi generative AI (GenAI) serta portofolio produk AI yang luas di kawasan Asia dan Oseania.









