×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Alibaba Terapkan Inovasi Cloud dan AI di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026

Oleh: Tek ID - Jumat, 06 Februari 2026 21:17

Alibaba Cloud menerapkan teknologi cloud dan AI canggih di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 untuk penyiaran yang lebih cerdas dan efisien.

Inovasi Alibaba di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina Inovasi penyiaran berbasis cloud dan AI dari Alibaba di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. dok. Alibaba

Alibaba Cloud menjalin kemitraan dengan Olympic Broadcasting Services (OBS) dan International Olympic Committee (IOC) untuk menghadirkan teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru pada Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. 

Kolaborasi ini melanjutkan penerapan teknologi serupa pada Olimpiade sebelumnya, termasuk Tokyo 2020, Beijing 2022, dan Paris 2024.

Penerapan teknologi cloud dan AI tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas penyiaran Olimpiade secara global, mempercepat proses produksi konten, serta menghadirkan pengalaman menonton yang lebih cerdas dan efisien bagi audiens di seluruh dunia. 

Di sisi lain, solusi ini juga membantu broadcaster menyederhanakan alur kerja dan mengelola volume konten digital yang semakin besar.

Senior Vice President Alibaba Cloud Intelligence Group sekaligus President of International Business Feifei Li mengatakan setiap Olimpiade menghadirkan tantangan berbeda dari sisi skala, geografi, dan kompleksitas. 

Menurutnya, pada Milano Cortina 2026, Alibaba Cloud memanfaatkan kapabilitas cloud dan AI untuk menghadirkan siaran yang lebih dinamis, alur kerja penyiaran yang lebih efisien, serta memastikan momen Olimpiade dapat diakses dengan mudah oleh audiens global.

Salah satu inovasi utama yang dihadirkan adalah sistem Real-Time 360º Replay generasi terbaru. Sistem ini memungkinkan tayangan ulang yang imersif dengan pergerakan kamera halus dan visual yang lebih presisi. 

Berkat dukungan algoritma AI, sistem ini mampu memisahkan atlet dari latar belakang kompleks seperti salju dan es, lalu merekonstruksi momen penting dalam format tiga dimensi hanya dalam 15–20 detik, sehingga dapat digunakan langsung dalam siaran langsung.

Teknologi ini akan diterapkan pada 17 cabang dan disiplin olahraga, termasuk hoki es, ski gaya bebas, seluncur indah, dan lompat ski. 

Selain fitur BulletTime yang diperkenalkan pada Olimpiade Beijing 2022, sistem ini kini dilengkapi dengan fitur Spacetime Slices yang menampilkan beberapa fase gerakan atlet dalam satu gambar komposit untuk membantu penonton memahami teknik dan performa atlet secara lebih mendalam.

Dari sisi manajemen konten, OBS mengembangkan Automatic Media Description (AMD) System yang ditenagai oleh large language model (LLM) Qwen dari Alibaba. 

Sistem ini mampu mengidentifikasi atlet dan momen penting secara otomatis, menghasilkan deskripsi pertandingan, serta melakukan penandaan konten video dalam hitungan detik. 

Dengan kemampuan pencarian berbasis bahasa alami, tim OBS dapat menemukan konten tertentu secara instan tanpa proses manual yang panjang.

Penyiaran berbasis cloud juga semakin diperluas pada Milano Cortina 2026. Platform OBS Live Cloud akan mendukung 39 broadcaster dengan total 428 konten live video, termasuk siaran ultra-high definition dan audio. 

Pendekatan ini menggantikan koneksi satelit tradisional, menekan biaya, mempercepat persiapan, serta meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem penyiaran.

CEO Olympic Broadcasting Services Yiannis Exarchos mengatakan Alibaba Cloud menyediakan fondasi teknologi yang memungkinkan penerapan AI dalam skala besar, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan memperkaya pengalaman menonton Olimpiade.

“Selain itu, Milano Cortina 2026 akan menghadirkan volume konten digital siap pakai terbesar sepanjang sejarah Olimpiad,” katanya.

Lebih dari 5.000 konten berdurasi pendek akan didistribusikan melalui platform OBS Content+, yang didukung Alibaba Cloud, sehingga tim media di berbagai negara dapat mengakses, menyunting, dan mempublikasikan konten tanpa terhambat perbedaan lokasi.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade, IOC juga memperkenalkan sistem berbasis LLM melalui Olympic AI Assistants yang ditenagai Qwen.

Asisten AI ini tersedia di situs resmi olympics.com dengan dukungan percakapan multibahasa dan informasi pertandingan terkini. 

Teknologi serupa juga diterapkan di Olympic Museum Lausanne dan portal National Olympic Committees untuk mempermudah akses informasi dan arsip Olimpiade.

Chief Technology and Information Officer IOC Ilario Corna menilai Milano Cortina 2026 sebagai momen penting dalam integrasi AI ke dalam Gerakan Olimpiade. 

“Penerapan teknologi cloud dan AI tidak hanya meningkatkan pengalaman penggemar, tetapi juga membangun sistem cerdas yang mampu melestarikan arsip dan momen bersejarah Olimpiade bagi generasi mendatang,” ujarnya.

×
back to top