×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

84% Pengguna Simpan Data Sensitif Secara Digital, Kaspersky Ingatkan Risiko dan Pentingnya Proteksi Berlapis

Oleh: Tek ID - Senin, 06 April 2026 18:00

Riset Kaspersky: 84% pengguna simpan data sensitif secara digital, namun risiko keamanan meningkat tanpa proteksi berlapis.

84% Pengguna Simpan Data Sensitif Secara Digital Ilustrasi menyimpan data digital. dok. Freepik

Tren penyimpanan data secara digital semakin dominan di tengah masyarakat global, termasuk Indonesia. 

Riset terbaru dari Kaspersky mengungkap 84% pengguna kini menyimpan informasi sensitif dalam format elektronik, mulai dari identitas pribadi hingga data keuangan.

Angka ini bahkan lebih tinggi di kalangan generasi muda. Sekitar 90% responden berusia 18–34 tahun mengaku lebih memilih menyimpan data secara digital, mencerminkan tingginya tingkat ketergantungan terhadap perangkat dan layanan berbasis teknologi. 

Sebaliknya, hanya 16 persen responden yang masih mengandalkan penyimpanan fisik, dengan proporsi lebih besar berasal dari kelompok usia di atas 55 tahun.

Dalam praktiknya, penyimpanan digital dilakukan melalui berbagai media. Lebih dari setengah responden global (56%) menyimpan data di perangkat keras seperti komputer atau hard drive, sementara 45% memanfaatkan layanan cloud. 

Di Indonesia, pola ini bahkan lebih kuat, dengan 61% responden menggunakan perangkat keras dan angka yang sama juga memanfaatkan cloud untuk menyimpan data penting.

Meski menawarkan kemudahan akses, penyimpanan digital tidak sepenuhnya bebas risiko. Kaspersky menilai setiap metode memiliki celah, baik itu kehilangan data pada media fisik maupun potensi akses tidak sah pada layanan cloud.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap keamanan data tergolong tinggi. Sekitar 98% responden mengaku telah mengambil langkah perlindungan tertentu. 

Namun, masih ada 36% pengguna yang menggunakan kata sandi sederhana, sehingga membuka peluang serangan siber seperti brute force.

Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky Marina Titova menekankan pentingnya pendekatan yang lebih terstruktur dalam melindungi data digital.

“Kita semua tahu pencadangan itu penting, tetapi sering kali tidak dilakukan karena terasa rumit. Pendekatan yang lebih cerdas adalah menjadikannya bagian dari alur kerja—prioritaskan data penting dan otomatisasi prosesnya,” ujarnya.

Ia menambahkan penggunaan solusi khusus untuk menyimpan data sensitif seperti kata sandi dan identitas digital menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebocoran data.

Kaspersky juga merekomendasikan strategi pencadangan 3-2-1, yakni menyimpan tiga salinan data di dua media berbeda, serta satu salinan di lokasi terpisah. 

Selain itu, pengguna disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) atau teknologi passkey untuk meningkatkan keamanan akses.

×
back to top