sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
Selasa, 17 Okt 2017 16:33 WIB

Mencicipi teknologi AI di Huawei Mate 10

Huawei Indonesia menjanjikan Mate 10 ini akan segera hadir. Bagaimana impresi pertamanya?

Produk teranyar Huawei, Mate 10 dan Mate 10 Pro mampir di Indonesia. Saya berkesempatan menjadi segelintir jurnalis yang pertama kali mencoba prototype smartphone berbasis Artificial Intelligence (AI) ini di Jakarta (17/10).

Huawei membawa model smartphone yang masih menggunakan sirkuit motherboard bertenaga Kirin 970. Perangkat ini digunakan untuk menjalankan satu aplikasi yang bisa menginput data ratusan gambar. Huawei Mate 10 pun diadu dengan iPhone 8 Plus dan Samsung Galaxy S8 Plus.

Proses input ratusan data Huawei Mate 10 berjalan kencang, diikuti iPhone 8 Plus, kemudian yang paling lambat adalah Samsung Galaxy S8 Plus. Proses ini menunjukkan bagaimana Neural Processing Unit (NPU) menginput big data dalam bentuk pengenalan gambar (image recognition).

Sebagai informasi, NPU adalah hardware khusus di dalam prosesor Kirin 970 untuk mengolah data. Inilah inti mesin AI yang ditanamkan Huawei ke Mate 10 dan Mate 10 Plus.

Fungsi AI memang terasa ketika menggunakan kamera Huawei Mate 10 dan Mate 10 Pro. Ada fitur AI tersendiri yang membaca kondisi cahaya dan objek foto yang saya bidik.

Saya mencobanya membidik lumpia dan beberapa makanan ringan dalam satu wadah. Kamera Huawei Mate 10 yang saya pakai pun mendeteksi objek sebagai makanan. Persis di pojok kiri bawah aplikasi kamera, ada ikon garpu dan pisau yang menunjukkan bahwa kamera mengenali objek foto dengan baik. Kemudian, saya mengalihkan kamera ke objek tumbuhan di atas pot. Ikon dua lembar daun muncul di pojok kiri bawah aplikasi kamera Huawei Mate 10. Berikut hasilnya.

 

Saya melihat ada perbedaan pada kontras dan kecerahan warna pada dua objek berbeda itu. Pada objek makanan, kontras, white balance, dan kecerahannya lebih terang daripada kondisi cahaya sebenarnya. Sementara objek foto berupa tumbuhan dibuat mendekati pencahayaan ruangan tempat saya mengambil gambar.

Satu hal yang menjadi catatan, saya melakukannya tanpa perlu mengatur menu apa pun. Saya membiarkan Huawei Mate 10 untuk menganalisa sendiri sesuai dengan apa yang dipikirkannya.

Saya cukup puas dengan hasil gambarnya. Terlihat hasil jepretan saya jadi bagus meski saya bukan fotografer profesional.

Ketika makan siang dengan eksekutif Huawei, saya kembali menguji Huawei Mate 10 di atas meja restoran. Sayang, Huawei Mate 10 tidak mengenali jenis minuman yang saya pesan. Saya harus menginput data gambar minuman itu sebagai kategori food and beverage agar Huawei Mate 10 makin cerdas.

Inilah keunikan smartphone berbasis AI. Eric Zhou, Planning Director Wireless Terminal Chipset Platform Huawei, mengamini bahwa semakin sering diinput data, Mate 10 makin mengerti kebiasaan pengguna.

"Iya, Huawei Mate 10 yang kamu pegang dengan Huawei Mate 10 yang dipegang pengguna lain tidak akan sama. Smartphone ini akan terasa sangat personal dan mampu menyesuaikan kebiasaan penggunanya."

Saya bertanya soal keamanan data pengguna kepada Eric lebih lanjut. Dia mengatakan, Huawei sudah memikirkan hal ini. Dia menjamin, privasi data pengguna akan terlindungi.

"Kami akan selalu meluncurkan semacam permission setiap kali pengguna menginput data ke Huawei Mate 10. Kalau Anda setuju tinggal menekan yes, kalau tidak tinggal no. Nah, kami tidak akan mengekspos data-data ini ke pihak ketiga. Kami gunakan pengamanan berlapis untuk melindungi data-data pengguna. Data yang dikirim dari Huawei Mate 10 justru sudah disetujui oleh pengguna sebelumnya," ujar Eric.

Johnson Ma, Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia, menjajikan merilis Huawei Mate 10 secepatnya di Indonesia. Mereka masih menunggu beberapa perizinan terkait TKDN dan perizinan lain agar penjualan Huawei Mate 10 resmi beredar di Tanah Air.

Sementara, AI di Kirin 970 merupakan platform terbuka bagi pihak ketiga. Pencipta aplikasi-aplikasi AI baru dan imajinatif punya kesempatan untuk memperluas kemampuan Huawei Mate 10 ini hingga makin cerdas.

Untuk asisten virtual, misalnya, Eric masih menyebut AI buatan Amazon, Alexa akan mendampingi Huawei Mate 10. Tapi, tidak menutup kemungkinan, Google juga akan berkontribusi mengingat basis dari sistem operasi Huawei Mate 10 adalah Android Oreo.

Share
back to top