×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

SEON Tancap Gas di Indonesia, Pendapatan Diproyeksi Naik 2 Kali Lipat di Tengah Lonjakan Fraud Digital

Oleh: Tek ID - Kamis, 23 April 2026 12:00

SEON proyeksikan pendapatan di Indonesia naik 2x lipat pada 2026, seiring lonjakan fraud digital dan kebutuhan sistem keamanan finansial.

SEON Tancap Gas, Pendapatan Diproyeksi Naik 2 Kali Lipat Ilustrasi keuangan digital. dok. Freepik

Pertumbuhan pesat ekosistem keuangan digital di Indonesia membuka peluang besar sekaligus risiko baru. 

Di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital, SEON mencatat ekspansi signifikan dan memproyeksikan pendapatan di Indonesia akan melonjak hingga dua kali lipat pada tahun fiskal 2026 (FY26).

Indonesia kini menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi SEON di kawasan Asia Pasifik. Dalam setahun terakhir, SEON memperluas basis pelanggan di sektor perbankan digital, pinjaman, hingga pembayaran, seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem pencegahan fraud dan kepatuhan anti pencucian uang (AML).

Platform “Fraud and AML Command Center” yang dikembangkan SEON memungkinkan institusi keuangan mengelola seluruh proses, mulai dari deteksi hingga penanganan risiko, dalam satu sistem terintegrasi. 

Fleksibilitas ini memungkinkan tim untuk menyesuaikan aturan secara mandiri dan merespons pola ancaman baru tanpa bergantung pada siklus pengembangan teknologi yang panjang.

Tak hanya itu, SEON juga memperkuat kehadirannya dengan membangun infrastruktur data lokal di Indonesia. 

Langkah ini memastikan pemrosesan data tetap berada di dalam negeri, sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus mendukung pengambilan keputusan secara real-time.

Senior Vice President dan GM SEON Troy Nyi Nyi menilai Indonesia sebagai pasar yang sangat strategis sekaligus menantang.

“Indonesia merupakan salah satu pasar fintech paling dinamis di dunia, dengan lanskap fraud yang semakin kompleks serta ekspektasi terhadap sistem keamanan yang terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, investasi pada infrastruktur dan kemitraan lokal menjadi kunci untuk mendukung institusi keuangan dalam memperkuat sistem manajemen risiko dan kepatuhan.

Lonjakan kebutuhan solusi fraud ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mendekati US$120 miliar pada 2026. 

Di sisi lain, volume transaksi digital juga meningkat tajam. Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar pada Februari 2026, tumbuh 40,35% secara tahunan.

Namun, pertumbuhan tersebut juga diiringi peningkatan kasus penipuan. Hingga Januari 2026, OJK melalui Anti-Scam Centre menerima lebih dari 448 ribu laporan dan telah memblokir lebih dari 415 ribu akun terkait fraud.

Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan sistem keamanan digital di sektor keuangan. 

SEON pun aktif berkolaborasi dengan berbagai mitra industri untuk membantu organisasi lokal menghadapi tantangan fraud yang semakin kompleks, mulai dari serangan terkoordinasi hingga tuntutan regulasi yang semakin ketat.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan ekosistem, SEON akan menggelar RiskTech Connect di Jakarta pada 28 April mendatang. 

Acara bertema “AI-Powered Fraud Defenses” ini akan mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas pemanfaatan AI dalam memperkuat proses onboarding, monitoring transaksi, hingga manajemen kasus.

Langkah ini menegaskan pendekatan SEON yang tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem keuangan digital yang lebih aman dan terpercaya.

×
back to top