Indosaku Perkuat Edukasi Keuangan Digital, Dorong Penggunaan Pinjaman Daring yang Lebih Bijak
Indosaku memperkuat literasi keuangan digital melalui edukasi generasi muda untuk mendukung ekosistem fintech lending yang sehat dan aman.
Edukasi keuangan digital Indosaku di Yogyakarta. dok. Indosaki
PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan edukasi keuangan digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem fintech lending yang lebih sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.
Sebagai platform pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indosaku menilai pemahaman keuangan digital menjadi faktor penting agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan sesuai kebutuhan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif perusahaan dalam berbagai program edukasi bersama regulator, asosiasi industri, hingga institusi pendidikan.
Salah satunya melalui program Pindar Mengajar yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.
- OJK Soroti Ancaman Deepfake di Sektor Keuangan, Kerugian Penipuan Tembus Rp6 Triliun
- SEON Tancap Gas di Indonesia, Pendapatan Diproyeksi Naik 2 Kali Lipat di Tengah Lonjakan Fraud Digital
- QRIS Tembus Korea Selatan, BCA Perkuat Layanan Transaksi Global Nasabah Indonesia
- BCA Digital Gandeng Monit, Luncurkan bluCorporate Card untuk Permudah Kontrol Keuangan Perusahaan
Dalam program tersebut, Indosaku mengangkat tema “Transformasi Cerdas Menjadi Bijak”, yang menekankan pentingnya kemampuan memahami dan menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab, tidak hanya dari sisi kecerdasan finansial semata.
Direktur Utama Indosaku Yulvina Napitupulu mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan kini menjadi kebutuhan yang semakin mendesak, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan layanan finansial digital.
“Pinjaman seharusnya dipahami sebagai salah satu instrumen finansial yang perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat perlu memahami kebutuhan, kemampuan pembayaran, serta risiko sebelum menggunakan layanan keuangan digital,” ujar Yulvina.
Yogyakarta dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan literasi karena dinilai memiliki karakteristik kuat sebagai kota pendidikan dengan konsentrasi mahasiswa dari berbagai daerah.
Lingkungan akademik tersebut dianggap strategis untuk menjangkau kelompok usia muda yang aktif menggunakan layanan keuangan digital sekaligus tengah membentuk pola kebiasaan finansial dan pengambilan keputusan ekonomi.
Selain menyasar lingkungan kampus, Indosaku juga menjalankan berbagai program edukasi pada sejumlah kesempatan lain.
Salah satu fokus utama edukasi tersebut ialah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara layanan pinjaman daring legal yang berizin dan diawasi regulator dengan pinjaman online ilegal yang berisiko merugikan pengguna.
Melalui kolaborasi bersama OJK, AFPI, dan institusi pendidikan, Indosaku berharap program literasi keuangan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan digital secara aman dan tepat guna.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus mendukung berbagai inisiatif edukasi sebagai kontribusi terhadap pertumbuhan industri fintech lending yang lebih inklusif, terpercaya, dan berkelanjutan di Indonesia.
Selain mendorong edukasi, Indosaku juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan keuangan digital yang aman dan inklusif melalui penerapan tata kelola perusahaan, perlindungan konsumen, serta pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada kualitas layanan.









