×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Schneider Electric Dorong Otomasi Cerdas untuk Industri Makanan dan Minuman

Oleh: Tek ID - Rabu, 11 Maret 2026 20:40

Schneider Electric menyoroti otomasi cerdas dan efisiensi energi untuk industri Food & Beverage dalam Innovation Talk Surabaya.

Schneider Electric Dorong Otomasi Cerdas untuk Industri F&B. Uji coba penggunaan robot oleh Schneider Electric. dok. Schnneider

Schneider Electric menyoroti pentingnya otomasi cerdas dan digitalisasi industri untuk mendukung masa depan sektor makanan dan minumak (F&B) dalam forum Innovation Talk Surabaya yang digelar Rabu (11/3). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian diskusi teknologi yang sebelumnya telah dimulai di Batam pada akhir Februari lalu.

Forum tersebut mempertemukan para pemimpin industri dan pengambil keputusan untuk membahas peluang transformasi industri melalui teknologi energi, digitalisasi, serta otomasi di berbagai sektor, mulai dari hunian, gedung, data center, hingga manufaktur.

Dalam edisi Surabaya, Schneider Electric secara khusus menyoroti industri Food & Beverage sebagai salah satu sektor manufaktur paling dinamis di Indonesia. Industri ini juga tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor manufaktur nasional.

Sepanjang 2025, industri F&B tumbuh 6,38 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,11 persen. 

Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan investasi di sektor manufaktur, sekaligus mendorong pelaku industri untuk mempercepat penerapan teknologi digital dan sistem otomasi.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste Martin Setiawan mengatakan kehadiran Innovation Talk di berbagai kota merupakan langkah untuk mendekatkan solusi teknologi kepada pelaku industri di daerah.

“Pertumbuhan industri dan pusat-pusat ekonomi Indonesia kini berkembang di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat manufaktur nasional. Karena itu, kami ingin hadir lebih dekat dengan pelanggan di berbagai kota, mendengarkan tantangan mereka secara langsung, dan bersama-sama merancang solusi yang relevan,” ujar Martin.

Ia menambahkan forum tersebut juga menjadi wadah bagi Schneider Electric untuk memperkuat perannya sebagai mitra teknologi yang mendukung efisiensi energi, keandalan sistem, serta pencapaian target keberlanjutan industri.

Dalam forum ini, Schneider Electric juga memperkenalkan berbagai solusi teknologi untuk mendukung konsep pabrik masa depan, yaitu fasilitas produksi yang terhubung secara digital, berbasis data, dan lebih efisien dalam penggunaan energi.

Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Lexium Cobot, robot kolaboratif generasi terbaru yang dirancang untuk bekerja berdampingan dengan manusia di lingkungan produksi.

Robot ini memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga fleksibilitas proses manufaktur. Lexium Cobot dapat digunakan untuk berbagai aktivitas industri, seperti perakitan, proses pick-and-place, pengemasan, hingga penanganan material.

Teknologi tersebut juga didemonstrasikan melalui konsep Robot Kopi, yang menunjukkan bagaimana robot kolaboratif dapat bekerja bersama manusia dalam proses pembuatan kopi dengan presisi tinggi dan hasil yang konsisten.

Sistem ini didukung oleh perangkat lunak EcoStruxure Cobot Expert, yang memungkinkan simulasi, pemrograman, serta pengujian pergerakan robot secara digital sebelum diterapkan di lingkungan produksi.

Dalam sesi diskusi panel, Managing Director PT Intidaya Dinamika Sejati sekaligus mitra OEM Schneider Electric, Jonathan Kartawijaya, menyoroti meningkatnya kebutuhan transformasi digital di sektor manufaktur.

“Industri F&B saat ini menghadapi tekanan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan operasional. Dari pengalaman kami bekerja dengan berbagai pabrik, semakin banyak perusahaan yang mulai mempercepat adopsi otomasi dan integrasi data produksi untuk meningkatkan visibilitas dan kontrol operasional,” ujar Jonathan.

Menurutnya, integrasi teknologi digital dalam proses produksi menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

×
back to top