×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Narabahasa Gelar Kelas Kreator Konten, Dorong Kreativitas Digital Berbasis Bahasa yang Berdampak

Oleh: Tek ID - Kamis, 12 Maret 2026 22:10

Narabahasa menggelar Kelas Kreator Konten untuk meningkatkan kualitas konten digital melalui kemampuan bahasa, storytelling, dan personal branding.

Narabahasa Gelar Kelas Kreator Konten, Dorong Kreativitas Di Kelas kreator konten Narabahasa. dok. Narabahasa

Di tengah pesatnya pertumbuhan kreator digital di media sosial, kualitas bahasa dalam konten dinilai menjadi faktor penting agar pesan dapat tersampaikan secara tepat kepada audiens. Menjawab kebutuhan tersebut, Narabahasa menggelar program Kelas Berkala Narabahasa (KBN) dengan tema Belajar Jadi Kreator Konten yang Kompeten.

Program ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom selama tiga hari, pada 7–9 Maret 2026, dan menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang penulisan, bahasa, dan konten digital.

Kelas ini merupakan bagian dari komitmen Narabahasa dalam memberikan edukasi kebahasaan yang relevan dengan perkembangan dunia digital. Program tersebut juga sejalan dengan visi Narabahasa, yaitu “Kuasai bahasa, kuasai dunia.”

Tema yang diangkat lahir dari pengamatan terhadap semakin banyaknya kreator konten di media sosial. Menurut Narabahasa, menjadi kreator konten tidak hanya membutuhkan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan berbahasa yang efektif agar pesan dapat dipahami dengan baik oleh publik.

Rangkaian kelas menghadirkan tiga pembicara dengan topik berbeda yang disusun secara bertahap, mulai dari membangun ide cerita hingga strategi mengembangkan konten secara konsisten.

Pada sesi pertama yang berlangsung Sabtu, 7 Maret 2026, penulis Rza Kumar membuka kelas dengan topik Mengubah Ide Cerita Jadi Konten yang Bernyawa. Ia membahas cara menemukan ide, mengolahnya menjadi cerita, serta menghidupkan narasi dalam konten digital.

Menurut Rza, ide sebenarnya selalu ada di sekitar manusia, tetapi sering kali tidak muncul karena kurangnya perhatian terhadap pengalaman sehari-hari.

“Sumber dari ide itu ada dua, yaitu internal dan eksternal,” jelasnya.

Ia juga menyarankan peserta untuk mencatat momen yang paling berkesan dalam keseharian sebagai bahan pengembangan cerita. Catatan tersebut kemudian dapat diolah menggunakan konsep “payung emosi”, yaitu memahami makna emosional dari pengalaman yang dicatat.

Rangkaian kelas dilanjutkan pada Minggu, 8 Maret 2026, dengan materi yang dibawakan oleh pendiri Narabahasa, Ivan Lanin, bertajuk Meramu Bahasa untuk Konten yang Berdampak.

Pada sesi ini, Ivan menekankan pentingnya memahami audiens, menerapkan prinsip kebahasaan yang tepat, serta merangkai kalimat yang efektif dalam pembuatan konten digital berbasis teks.

Ia menjelaskan dalam rangkaian kelas tersebut terdapat alur pembelajaran yang saling berkaitan.

“Alur dari rangkaian ketiga kelas ini dapat disederhanakan menjadi tiga kata, yaitu cerita, bahasa, dan gema,” ujarnya.

Ivan juga menyoroti bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekspresi yang perlu dipahami oleh kreator konten.

“Pertama, bahasa itu multifungsi. Fungsi komunikasi bukan satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh bahasa. Ada fungsi lain, seperti sosial dan ekspresi. Tiga hal tersebut sangat perlu dipahami dengan baik untuk menghasilkan konten yang lebih kaya,” ungkapnya.

Rangkaian kelas ditutup pada Senin, 9 Maret 2026, dengan sesi yang dibawakan oleh kreator konten Mufid Alfayid bertajuk Mengembangkan Konten yang Konsisten supaya Cuan.

Pada sesi tersebut, Mufid membahas pentingnya personal branding, strategi memproduksi konten pendek, serta peluang menjadikan konten digital sebagai sumber penghasilan.

Ia menilai penjenamaan diri menjadi faktor penting dalam membangun identitas seorang kreator di ruang digital.

“Setiap orang pasti akan merasa jenuh. Saya selalu mengingatkan diri sendiri tentang alasan saya mulai membuat konten. Motivasi lahir dari kesadaran yang saya bangun mengenai orientasi pribadi ketika membuat konten,” ujarnya.

Melalui program Kelas Berkala Narabahasa, penyelenggara berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak kreator konten yang tidak hanya kreatif secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada publik.

×
back to top