Amartha Luncurkan Empower, Platform Donasi Digital untuk Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa
Amartha meluncurkan Amartha Empower, platform donasi dan zakat digital untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan pemulihan pascabencana.
Program pemulihan pascabencana yang dibiayai melalui donasi digital Empower. dok. Amartha
Platform teknologi keuangan Amartha Financial meluncurkan Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat yang ditujukan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sekaligus memperluas dampak sosial melalui ekosistem digital.
Peluncuran platform ini menjadi langkah baru Amartha dalam menghubungkan semangat gotong royong masyarakat dengan berbagai program sosial dan ekonomi di perdesaan.
Inisiatif tersebut juga hadir di tengah tingginya partisipasi publik Indonesia dalam kegiatan filantropi. Berdasarkan World Giving Index, Indonesia bahkan tercatat sebagai negara paling dermawan di dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Amartha Empower berada di bawah naungan Amartha.org, yayasan yang dibangun Amartha untuk memperluas dampak sosial dari ekosistem layanan keuangan digital yang selama ini fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro.
- Narabahasa Gelar Kelas Kreator Konten, Dorong Kreativitas Digital Berbasis Bahasa yang Berdampak
- Schneider Electric Dorong Otomasi Cerdas untuk Industri Makanan dan Minuman
- DANA dan Microsoft Perkuat Transformasi AI, Hadirkan Layanan Keuangan Digital yang Lebih Personal dan Aman
- Sinergi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop di Ramadhan Ekstra Seru 2026 Dorong Ekonomi Digital Berdampak
Chairman amartha.org Aria Widyanto mengatakan platform tersebut lahir dari pengalaman panjang Amartha dalam mendampingi pelaku usaha mikro di perdesaan.
“Sejak berdiri pada 2010, Amartha mengembangkan model gotong royong dengan menghubungkan investor dan jutaan UMKM perempuan di perdesaan melalui akses permodalan. Kami percaya kemajuan sejati lahir ketika masyarakat desa memiliki akses terhadap modal dan dukungan komunitas yang lebih kuat,” ujar Aria.
Ia menambahkan, melalui Amartha Empower, partisipasi publik dalam bentuk donasi, zakat, dan sedekah akan dihubungkan langsung dengan program pemberdayaan masyarakat desa.
“Dengan dukungan jaringan Amartha yang telah menjangkau lebih dari 50.000 desa, kontribusi publik akan dihubungkan dengan berbagai program pemberdayaan yang membantu masyarakat desa memperkuat usaha, memulihkan penghidupan, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Untuk memperkuat pengelolaan dana sosial secara kredibel, Amartha Empower telah memperoleh izin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sejak 2025. Status tersebut memungkinkan platform ini menghimpun dan menyalurkan zakat, donasi, serta sedekah secara lebih terstruktur melalui kanal digital.
Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan penetapan Yayasan Amartha sebagai UPZ diharapkan dapat memperluas akses masyarakat dalam menyalurkan zakat secara amanah dan profesional.
“Penetapan Yayasan Amartha sebagai UPZ oleh BAZNAS menjadi langkah untuk memudahkan karyawan, mitra, dan seluruh ekosistem Amartha dalam menyalurkan zakat secara amanah dan profesional. Melalui UPZ ini, kami berharap penghimpunan dana zakat, donasi, dan sedekah dapat semakin optimal, termasuk melalui kanal digital,” ujar Rizaludin.
Menurutnya, penguatan kanal digital juga penting untuk memastikan dana sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu program awal yang dijalankan melalui Amartha Empower adalah pemulihan ekonomi pascabanjir di Aceh dan Sumatra. Melalui dana yang terhimpun sekitar Rp2,5 miliar, Amartha menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Program tersebut mencakup penyaluran logistik bagi lebih dari 32.000 mitra UMKM, renovasi sekolah, penyediaan air bersih, layanan dapur umum, perlengkapan tidur dan kebersihan, hingga pendampingan psikososial bagi perempuan dan anak-anak.
Selain bantuan darurat, Amartha juga mendorong pemulihan ekonomi jangka panjang melalui perbaikan infrastruktur pertanian di daerah terdampak.
Aria menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pemulihan saluran irigasi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang sebelumnya rusak akibat banjir dan tanah longsor.
“Pengalaman mendampingi masyarakat pascabencana di Aceh dan Sumatra menunjukkan bahwa ketangguhan lahir dari kekuatan kolektif. Warga tidak menunggu bantuan, tetapi bersama-sama mencari solusi untuk memulihkan sumber penghidupan mereka,” kata Aria.
Ia menambahkan, melalui kerja sama dengan masyarakat setempat, saluran irigasi yang diperbaiki kini kembali mengaliri 53 hektare sawah dan 30 hektare ladang milik 735 warga di Kabupaten Agam.
“Dalam beberapa bulan ke depan, pemulihan ini diperkirakan dapat menghidupkan kembali aktivitas pertanian dengan potensi nilai panen hingga Rp3,8 miliar,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Ibu Ira, warga Jorong Toboh yang juga merupakan mitra Amartha, mengatakan dukungan tersebut sangat membantu masyarakat setempat untuk bangkit setelah bencana.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Amartha. Dukungan ini sangat berarti bagi warga Jorong Toboh karena membantu kami bangkit setelah bencana. Selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, perbaikan saluran irigasi juga memungkinkan sawah dan ladang kami kembali dialiri air sehingga para petani dapat kembali menanam dan memulihkan mata pencaharian,” katanya.
Ke depan, Amartha membuka peluang kolaborasi yang lebih luas agar semakin banyak program pemberdayaan masyarakat desa dapat terwujud melalui platform tersebut.
“Bagi Amartha, Amartha Empower bukan sekadar platform donasi, melainkan kelanjutan dari misi inti kami: memberdayakan masyarakat desa dan pelaku usaha mikro tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan maju bersama,” kata Aria.
Ia menegaskan platform ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin memastikan setiap kontribusi publik dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.









