sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
Senin, 18 Mei 2020 11:27 WIB

Peneliti bisa ukur aktivitas otak pakai tato elektroda

Sejumlah peneliti berhasil kembangkan tato eletroda untuk mengukur aktivitas otak dengan sejumlah keunggulan dibanding elektroda konvensional.

Peneliti bisa ukur aktivitas otak pakai tato elektroda
Source: New Atlas

Sejumlah insinyur di Eropa berhasil memanfaatkan tato dengan elektroda untuk merekam aktivitas electroencephalography (EEG). Ini merupakan teknologi yang digunakan untuk memantau aktivitas otak. Teknologi ini diklaim lebih murah dan dapat diproduksi hanya dengan mengandalkan printer inkjet. 

“Gelombang otak berada di frekuensi rendah dan sinyal EEG memiliki amplitudo yang sangat rendah. Mereka jauh lebih sulit ditangkap dalam kualitas tinggi daripada sinyal EMG atau ECG,” kata Laura Freeari, kepala proyek tato elektroda ini. 

Untuk diketahui, tato tersebut dibuat dengan menggunakan polimer konduktif yang dapat dicetak dengan menggunakan printer inkjet. Tes klinis menunjukkan bahwa teknologi baru ini sama efektifnya dengan elektroda konvensional dalam mengukur sinyal EEG. Tidak hanya itu, elektroda konvensional membutuhkan jel konduktif yang dapat kering dalam beberapa jam. Hal ini membuatnya tidak dapat digunakan untuk pengukuran dalam jangka panjang. 

Dilansir dari NewAtlas (18/5), elektroda baru ini menawarkan kontak kulit dengan akurat dan stabil. Pengukurannya juga dapat dilakukan dalam jangka panjang, selama proses EEG dibutuhkan. Inovasi ini juga diklaim lebih murah dari pada elektroda basah, dan tentunya lebih nyaman digunakan. 

Francesco Greco, salah satu peneliti yang ikut serta dalam proyek ini mengungkapkan bahwa ketersediaan printer inkjet membuat teknologi ini dapat dibanderol lebih murah. Keuntungan lainnya, alat ini lebih nyaman dipakai dan dapat digunakan untuk pengukuran jangka panjang dalam komparasi langsung dengan elektroda biasa. 

Para peneliti ini juga mengklaim elektroda ini efektif untuk melakukan pengukuran magnetoencephalography (MEG), yakni gelombang magnet yang muncul karena aktivitas neuron di otak. MEG kerap menjadi pelengkap pengukuran EEG yang menawarkan data aktivitas otak di bagian tertentu. 

Tag
Share
back to top