×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Urai Limbah Plastik Jadi Bata Daur Ulang Lewat Tempat Sampah Inovatif

Oleh: Haidhar Ali Faqih - Kamis, 08 Januari 2026 16:28

Clear Drop menawarkan solusi mengurai limbah plastik menjadi bata daur ulang lewat alat Soft Plastic Composter (SPC)

Urai Limbah Plastik Jadi Bata Daur Ulang Lewat Cara Inovatif Alat SPC untuk mengurai limbah plastik yang dikembangkan Clear Drop. dok. Clear Drop

Limbah plastik masih menjadi salah satu sumber utama sampah di dunia, Namun di Consumer Electronics Show (CES) 2026, Clear Drop menawarkan solusi mengurai limbah plastik.

Lewat inovasi bernama Soft Plastic Composter (SPC), Clear Drop menawarkan perangkat mirip tempat sampah yang mampu mengubah kantong plastik bekas menjadi balok padat yang siap dikirim ke fasilitas daur ulang.

Berbeda dengan botol plastik yang tingkat daur ulangnya sudah relatif tinggi, plastik lunak seperti kantong belanja, sarung tangan plastik, dan kemasan fleksibel masih sering berakhir di tempat pembuangan akhir. 

Clear Drop ingin mengubah kondisi tersebut dengan memastikan 100% limbah plastik lunak dialihkan dari landfill.

Perangkat SPC bekerja dengan cara sederhana. Pengguna memasukkan plastik lunak ke dalam celah mesin. Ketika kapasitasnya penuh, mesin akan memanaskan dan memadatkan plastik tersebut menjadi satu balok berukuran sekitar kotak sepatu. 

Bata ini kemudian dikirim menggunakan amplop khusus ke fasilitas pengolahan Clear Drop di Indiana, Amerika Serikat.

Dari sisi harga, SPC dibanderol sekitar 1.400 dolar AS sekitar Rp23,5 jutaan. Namun, Clear Drop menawarkan skema pembayaran yang lebih ringan, yakni 200 dolar AS (Rp3 juta) di awal dan 50 dolar AS (Rp800 ribuan) per bulan selama 24 bulan, termasuk layanan pengiriman dan daur ulang. 

Meski tergolong mahal, minat pasar terhadap produk ini cukup tinggi.

Head of Partnerships Clear Drop Matt Daly mengungkapkan hampir seluruh unit produksi awal SPC telah terjual. 

Menariknya, perangkat ini tidak hanya diminati rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil.

Menurut Daly, apotek menjadi salah satu pengguna aktif SPC. 

“Mereka memproses begitu banyak plastik hingga bisa menghasilkan lima sampai enam balok per hari,” ujarnya, Dikutip dari Cnet pada Kamis, (8/1/2025)

Sebagai perbandingan, satu rumah tangga rata-rata baru menghasilkan satu balok plastik setiap dua hingga tiga minggu.

Namun, tidak semua plastik lunak bisa diproses oleh SPC. Plastik berbahan vinyl, seperti beberapa jenis sarung tangan elastis, tidak dapat digunakan karena akan meleleh saat dipanaskan. 

Daly menyebut ada sedikit kurva pembelajaran bagi pengguna, tetapi menghindari vinyl adalah aturan paling penting.

Clear Drop saat ini juga tengah mengembangkan versi SPC yang lebih ringan dan lebih terjangkau, agar solusi daur ulang ini bisa diakses oleh lebih banyak orang. Daly menilai sebagian pelanggannya memang berasal dari kelompok yang benar-benar peduli lingkungan.

“Jelas ada sekelompok orang yang peduli dan akan membuktikan ucapan mereka dengan tindakan nyata dan melakukan sesuatu,” kata Daly.

Selain itu, Clear Drop juga mulai bereksperimen dengan pengolahan plastik keras seperti wadah makanan atau Tupperware. 

Meski begitu, Clear Drop belum berencana mengembangkan mesin untuk botol plastik minuman.

Menurut Daly, botol plastik sudah termasuk kategori limbah yang sistem daur ulangnya relatif matang. 

“Fokus Clear Drop tetap pada plastik lunak, yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah global,” katanya.

×
back to top