sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
Rabu, 22 Jan 2020 13:03 WIB

Ilmuwan ciptakan drone mirip burung

Para peneliti dari Stanford University berhasil mengembangkan drone eksperimental yang dapat terbang mirip dengan burung sesungguhnya.

Ilmuwan ciptakan drone mirip burung
Source: David Lentink via Digital Trends

Para peneliti dari Stanford University berhasil mengembangkan drone eksperimental yang dapat terbang mirip dengan burung sesungguhnya. Diberi nama PigeonBot, kreasi biomimetik ini dilengkapi sepasang sayap biohibrida yang menggunakan bulu asli agar dapat menguji cara baru membuat drone terbang. Dilansir dari Digital Trends (22/1), drone yang tidak biasa ini diinformasikan bisa berubah menjadi inovasi yang berguna dalam hal pesawat tak berawak.

“Tujuan pribadi saya adalah untuk mengembangkan robot udara seperti burung sebagai model untuk mempelajari penerbangan burung,” kata kepala Stanford’s Bio-Inspired Research & Design (BIRD) Lab, David Lentink kepada Digital Trends.

Bulu pada robot tersebut berguna untuk akses terbang menjadi sangat praktis. Bahkan, bulu itu memainkan peran penting dalam membantu robot burung mencapai bentuk sayap optimal. Tetapi pertanyaan terkait bagaimana burung mengendalikan bulu masih dalam perdebatan. Beberapa orang berpendapat bahwa burung mengendalikan setiap bulu melalui otot individu. Ada pula yang berpendapat pada morfologi sayap burung dalam pengendaliannya, tetapi tidak menggambarkannya secara terperinci. PigeonBot mewakili penemuan jawaban yang pasti.

Mahasiswa PhD Amanda Stowers memulai dengan menganalisis gerakan kerangka burung; akhirnya menentukan bahwa itu hanya perlu untuk meniru beberapa gerakan dalam robot agar dapat menggerakan 20 bulu primer dan 20 bulu sekunder lainnya. Siswa lain, Laura Matloff, mengetahui bagaimana bulu bergerak sebagai hasil dari respons linier sederhana terhadap gerakan kerangka.

Setelah diimplementasikan dalam PigeonBot, mereka menciptakan robot ringan dengan 40 bulu merpati sebenarnya, yang dapat melakukan penerbangan yang berbeda. Meskipun masih memiliki baling-baling di bagian depan sebagai pendorong, bulu ini memberikannya kemampuan untuk mengarahkan dan bermanuver seperti burung sesungguhnya.

Ini bukan hanya sekadar mencari tahu lebih banyak tentang dunia alami. Lentink yakin ada kemungkinan kasus penggunaan nyata dalam membuat robot yang lebih alami sehingga lebih aman berinteraksi dengan masyarakat umum.

Share
back to top