Tidak Mau Repot Urus Hewan Peliharaan? Robot Anjing Ini Bisa Jadi Solusi
Jennie, robot anjing yang dikembangkan oleh Tombot, dapat menjadi pendamping secara emosional bagi pengguna yang tidak mau repot urus hewan peliharaan
Robot anjing Jennie. dok. Tombot
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Tombot, memperkenalkan Jennie, anjing robot berbentuk anak anjing Labrador, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.
Robot ini dirancang sebagai pendamping emosional bagi lansia, khususnya yang mengalami demensia, Alzheimer, kecemasan, dan kesepian.
Tombot menyatakan Jennie tidak ditujukan sebagai perangkat hiburan semata, melainkan sebagai pendamping bagi individu yang tidak memungkinkan memelihara hewan hidup.
Selain lansia, Jennie juga ditujukan bagi penyintas PTSD, individu dengan autisme, serta pengguna lain yang membutuhkan dukungan emosional tanpa tanggung jawab perawatan hewan peliharaan.
Secara desain, Jennie dibuat menyerupai anak anjing Labrador dengan kemampuan menggerakkan telinga, ekor, mulut, dan kepala.
Robot ini mampu merespons sentuhan dan suara melalui sensor yang tertanam di balik lapisan kulitnya. Tombot menyebut pola gerak dan respons Jennie dirancang agar tidak monoton sehingga menyerupai perilaku anjing sungguhan.
Untuk menghadirkan tingkat realisme tersebut, Tombot bekerja sama dengan Jim Henson’s Creature Shop, studio yang dikenal melalui pengembangan animatronik dan karakter boneka.
Kolaborasi ini menghasilkan robot dengan tampilan dan perilaku yang dinilai mampu membangun keterikatan emosional dengan pengguna.
Robot anjing ini juga dibekali kecerdasan buatan (AI) yang berjalan langsung di perangkat, dan didukung aplikasi ponsel pintar.
Melalui aplikasi tersebut, keluarga atau pengasuh dapat mengatur perintah suara, mengganti nama Jennie, memantau interaksi, dan menerima pembaruan perangkat lunak. Tombot menyebut daya tahan baterai Jennie mampu digunakan hampir sepanjang hari.
Dikutip dari CNet, pengembangan Jennie berangkat dari pengalaman pribadi Tom Stevens, pendiri dan CEO Tombot, yang terinspirasi saat merawat ibunya yang mengidap Alzheimer.
Menurut Stevens, kehadiran hewan peliharaan dapat memberikan dampak emosional positif, namun tidak semua orang mampu merawat hewan hidup karena keterbatasan fisik maupun kognitif.
Tombot menegaskan Jennie tidak dimaksudkan untuk menggantikan interaksi manusia, melainkan sebagai pelengkap.
Tombot juga menargetkan Jennie sebagai perangkat medis robotik untuk kebutuhan kesehatan perilaku dan tengah mengupayakan persetujuan dari otoritas terkait.
Minat terhadap Jennie disebut cukup tinggi. Hingga awal 2026, ribuan calon konsumen telah masuk dalam daftar tunggu pre-order.
Jennie diperkirakan akan dipasarkan dengan harga sekitar 1.500 dolar AS atau sekitar Rp25 jutaan dan mulai dikirimkan pada musim panas 2026, setelah melalui hampir sembilan tahun riset dan pengembangan.









