Drone otonom bisa bantu selamatkan kebakaran hutan

Jika kebakaran terdeteksi, komputer menara menentukan lokasi geografis api, dan kemudian mengaktifkan drone dengan mengirimkannya email dengan koordinat tersebut.

Drone otonom bisa bantu selamatkan kebakaran hutan Source: UC3M via New Atlas

Ketika kebakatan hutan terjadi, sangat penting bagi kru pemadam kebakaran untuk tahu persis apa yang dihadapi agar dapat mempersiapkan diri dengan paling efektif. Sebuah proyek dari Spanyol mewujudkan hal itu dengan memanfaatkan drone otonom.

Dilansir dari New Atlas (19/6), proyek kolaboratif ini juga melibatkan peneliti dari Universidad Carlos III de Madrid, startup teknologi drone Divisek Systems, dan perusahaan pengoperasian drone Dronitec.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Drone ini hadir untuk lumpuhkan drone ilegal

UPS siap kirim paket lewat drone

Hyundai akan punya taksi terbang


Sistem yang dibuat oleh grup tersebut menggabungkan jaringan menara komunikasi, yang masing-masing dilengkapi dengan kamera termal dan drone quadcopter yang disimpan dalam hangar terintegrasi. Dengan memanfaatkan kameranya, menara ini mampu mendeteksi tanda-tanda termal dari kebakaran hutan yang dimulai dalam radius 15 km.

Jika kebakaran terdeteksi, komputer menara menentukan lokasi geografis api, dan kemudian mengaktifkan drone dengan mengirimkannya email beserta koordinat. Email yang sama juga dikirim ke kru pemadam kebakaran di stasiun pangkalan. Drone yang dipandu GPS terbang secara otomatis ke arah kebakaran, menggunakan kamera termal dan optiknya sendiri guna mendapatkan dan mengirimkan visual kembali ke petugas pemadam.

Berdasarkan apa yang dilihat, orang-orang tersebut kemudian dapat memerintahkan drone untuk terbang di atas area tertentu agar mendapatkan gambaran yang lebih lengkap untuk memadamkan api. Setelah misi selesai, drone kembali ke menara dan mendarat di hanggar.

“Ini adalah solusi yang benar-benar baru, berdasarkan pada robot dan sistem otomatisasi, yang tidak akan menghapus pekerjaan siapapun. Tetapi sebaliknya akan menawarkan alat baru untuk layanan darurat, memberikan nilai tambah dan memungkinkan mereka untuk beroperasi lebih aman dan mengendalikan situasi, kata perwakilan universitas.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: