×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Teknologi Armada Cerdas Pangkas Risiko Berkendara hingga 60 Persen, Dukung Keselamatan Operasional Penerbangan

Oleh: Tek ID - Jumat, 12 Juni 2026 16:45

Teknologi telematika Geotab membantu Aerotrans menurunkan risiko berkendara, meningkatkan keselamatan, dan efisiensi armada aviasi.

Teknologi Armada Cerdas Pangkas Risiko Berkendara hingga 60% Armada Aerotrans yang menggunakan teknologi cerdas dari Geotab. dok. Geotab

Transformasi digital pada transportasi darat kini semakin berperan penting dalam mendukung keselamatan dan ketepatan operasional industri penerbangan. 

Di balik jadwal penerbangan yang berjalan tepat waktu, sistem transportasi yang mengantarkan awak pesawat dan tim operasional menuju bandara menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran operasional maskapai.

Sebagai penyedia layanan transportasi bagi Garuda Indonesia Group, Aerotrans mengoperasikan lebih dari 700 kendaraan dengan lebih dari 1.200 perjalanan setiap bulan. 

Skala operasional tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari pengawasan armada, perilaku pengemudi, hingga mitigasi risiko kecelakaan di lapangan.

Untuk meningkatkan visibilitas dan pengendalian operasional, Aerotrans mengadopsi teknologi telematika dari Geotab, perusahaan global penyedia solusi armada terhubung. 

Platform berbasis data real-time tersebut memungkinkan pemantauan kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, hingga potensi risiko operasional secara langsung.

Direktur Aerotrans Kadek Bayu Temaja mengatakan transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keselamatan dan presisi operasional.

“Transformasi ini bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi bagaimana kami memastikan keselamatan dan presisi operasional secara konsisten di seluruh armada. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan. Bagi Aerotrans, Geotab bukan sekadar produk, melainkan mitra strategis,” ujarnya.

Melalui sistem tersebut, Aerotrans kini memiliki visibilitas menyeluruh terhadap armada, mulai dari lokasi kendaraan, kondisi mesin, hingga perilaku berkendara seperti pengereman mendadak dan akselerasi agresif. 

Data yang terkumpul kemudian digunakan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus efisiensi operasional.

Sejak implementasi teknologi telematika pada September 2024, Aerotrans mencatat sejumlah peningkatan signifikan. 

Aerotrans berhasil mencapai skor keselamatan 89 persen, melampaui rata-rata armada sejenis di kawasan regional. 

Selain itu, prediksi tingkat kecelakaan per kilometer meningkat hingga 61 persen, mencerminkan berkurangnya risiko kecelakaan dalam operasional sehari-hari.

Perubahan perilaku pengemudi juga terlihat dari penurunan kejadian pengereman mendadak sebesar 57 persen dan akselerasi agresif hingga 66 persen. 

Di saat yang sama, durasi idle kendaraan turun 22 persen, yang berkontribusi pada efisiensi bahan bakar dan biaya operasional.

Associate Vice President Southeast Asia Geotab Ezanne Soh mengatakan pemanfaatan data dan analitik real-time menjadi kunci dalam meningkatkan keselamatan armada sekaligus menjaga keandalan operasional.

“Dalam konteks operasional penerbangan, kemitraan ini menunjukkan bagaimana insight real-time dari platform Geotab dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat keselamatan transportasi awak, serta mendukung operasional aviasi yang lebih andal dan berkelanjutan,” katanya.

Di industri penerbangan, ketepatan waktu dan kesiapan awak pesawat memiliki dampak langsung terhadap keselamatan penerbangan. 

Karena itu, Aerotrans juga memanfaatkan teknologi geofencing dan pemetaan lokasi real-time untuk memastikan proses penjemputan awak berlangsung lebih presisi dan minim risiko keterlambatan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi Aerotrans Hermawan menjelaskan teknologi geofencing memungkinkan perusahaan memantau kendaraan yang mendekati area operasional penting seperti bandara secara real-time.

“Fitur ini memungkinkan kami melacak kendaraan yang mendekati zona operasional penting seperti area bandara di Denpasar atau Soekarno-Hatta, sehingga kami memiliki visibilitas real-time atas posisi kendaraan secara presisi,” ujarnya.

Ke depan, Aerotrans berencana mengintegrasikan platform Geotab secara lebih luas dengan sistem Transport Management System (TMS) yang dimiliki perusahaan. 

Integrasi tersebut ditujukan untuk membangun ekosistem operasional yang semakin terhubung, meningkatkan akurasi pengiriman, mempercepat respons layanan, dan memperkuat efisiensi pengelolaan armada.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top